MENULIS SEUMUR HIDUP

“SABAR SEPERTI POHON”

Posted on: June 26, 2009

Teman, pernahkah dikau memperhatikan pohon? Jawabannya pasti pernah. Tapi dapatkah kita mengambil hikmah dari makhluk ALLAH yang satu ini? Tentu tidak semua orang menyadari hikmah dari pohon ini. Baiknya kita renungkan bersama-sama.

Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dengan adanya pohon ini. Namun, yang ingin daku sampaikan di sini berkenaan dengan kesabaran. Lho kesabaran? Emang pohon punya sifat-sifat seperti itu? Emang pohon bisa mengurut dada dan bereaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi padanya? OK, baiklah mari kita lanjutkan penjelasan berikut.

Sepintas pohon memang terlihat seperti tidak bergerak. Tetapi, cobalah bandingkan pohon yang sama pada hari ini dengan satu tahun yang akan datang. Pasti berbeda. Baik dari segi tingginya, besar anggota tubuhnya, warnanya dan lain-lainnya. Sampai di sini kita semua mafhum. Alias paham.

Itu semua terjadi dengan proses yang alami. Pohon tidak pernah mengeluh. Ia bekerja dalam diamnya. Dalam sepi yang panjang. Namun jelas, ia tetap bertumbuh. Ia tidak pernah terpengaruh dengan segala hal yang terjadi padanya. Angin-angin yang datang untuk mengoyaknya. Burung-burung yang dengan iseng menyemprotkan kotorannya. Gempa dahsyat yang melandanya. Manusia-manusia yang jahil padanya. Banjir besar yang menggenanginnya. Dan banyak lagi cobaan-cobaan lainnya. Namun, itu semua mereka terima dengan hati yang sabar dan lapang dada. Dan berkat kesabarannya itulah ia tumbuh semakin kuat dan membesar.

Jika kita tilik lebih jauh. Berkat kesabarannya itulah mereka produktif. Kita bisa menikmati mulai dari daunnya, batangnya, buahnya, hingga akarnya. Itu semua tidak terlepas dari kesabarannya menghadapi godaan-godaan hidup yang terjadi padanya.

Ia tidak pernah membalas kekejaman makhluk lainnya pada dirinya. Namun, ia membalasnya jauh lebih manis dari siapapun juga. Burung-burung yang kurang ajar itu. Ia balas dengan memberikan madunya. Ia balas dengan membiarkannya hidup, hinggap dan membuat sarang di dahan-dahannya. Manusia yang tak tahu diri itupun mampu menikmati banyak manfaat darinya. Memang dasar manusia aja yang sering ga tau diri.

Ia tumbuh dengan sabar. Setiap hari, setiap detik, setiap waktu. Ada atau tidak ada makhluk lain yang memuji atau memperhatikannya. Ia tidak pernah terpengaruh barang secuilpun. Daunnya tetap acuh mengabaikan segala sesuatunya. Tapi jelas ia tetap bertumbuh dengan memanfaatkan sinar matahari di kala siang hari. Akarnya tetap menjalar, merambat menembus pusat bumi, demi menopang kehidupannya. Ia tetap sabar menunggu sinar mentari di siang hari, meskipun malam terkadang datang mengganggunya untuk menikmati itu semua. Ia tetap sabar menanggung beban air hujan yang terus menyiksanya. Terkadang terlihat ia tak kuat untuk menahan itu semua. Roboh, lunglai, dahan-dahan yang patah, daun yang layu. Namun tunggulah beberapa saat. Berkat kesabarannya ia mampu untuk bangkit kembali.

Benarkah gempa mampu mengalahkannya? Sepintas ya mereka dapat menghancurkannya. Tapi tidak, meskipun ia harus roboh, akarnya pun tetap bisa hidup untuk memberikan asupan makanan kepada seluruh anggota tubuhnya. Sekali lagi, meskipun anggota tubuhnya remuk redam. Akar itu tetap mampu menopang proses kehidupannya secara keseluruhan.

Berkat kesabarannya pulalah kita bisa menikmati keindahan dirinya. Bunga-bunganya apabila telah merekah, bentuk tubuhnya (batangnya) yang lansing semampai dan demikian runyam. Memberikan satu pelajaran seni alami kepada kita semua.

Dan kita bisa melihat bahwa meskipun  ia dilahirkan di lingkungan yang buruk. Ia tetap bisa bertumbuh.

“Bunga cinta yang indah dan harum, tidak tumbuh di atas bunga yang harum juga, melainkan tumbuh di atas tai sapi yang kerap berbau amat tak sedap”. (Gede Prama).

Dan masih banyak kesabaran-kesabaran yang lain yang mereka punya. Nah, pertanyaannya sekarang. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita memiliki kesabaran layaknya sebuah pohon?

About these ads

4 Responses to "“SABAR SEPERTI POHON”"

yang jekas dunk

???
ini tulisan awal-awal saia lho. kalo mau baca yang lebih seru, ke tulisan-tulisan yang ter-update aja
OK

senang meaganal orang yg bisa membaga ayat kauniyahY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 382,166 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,135 other followers

%d bloggers like this: