Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
beliau berkata, jadilah adik pekerja yang memiliki kualitas tingkat empat. apa maksudnya nih? begini, sang guru berceloteh bahwa ada empat tingkatan seorang pekerja. dia ini: tingkatan pertama adalah seorang pekerja keras. ini adalah pekerja dalam tingkatan pertama. tingkatan terendah. kenapa? karena kebanyakan orang bisa bekerja keras. lihatlah itu orang-orang yang bekerja sebagai (maaf) kuli bangunan. [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
kawan, alhamdulillah, duit mengajar turun hari ini. lumayanlah. intinya, daku bisa beli buku hari ini. semalam daku telah searching-searching buku yang menurut daku bagus untuk dibaca di TM Bookstore Detos. rencananya hari ini mau membeli tiga buah buku. tapi keputusan tergantung sikon (situasi kondisi) di lapangan nati. bisa saja daku membeli lebih. cukuplah duitku ini. [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
kawan, dahulu kala, saat tubuh saya masih menggunakan seragam putih abu-abu (SMA), saya sering merasakan penderitaan yang luar biasa jika pagi datang. betapa tidak, jika bangun kesiangan, saya akan kesiangan untuk shalat subuh, bisa jadi belum sempat mengerjakan home work, tambah lagi lokasi sekolah yang teramat jauh pada saat itu bagi saya (SMA saya di [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
kawan, apa menurutmu pekerjaan yang mungkin paling dibenci oleh para mahasiswa khususnya? yuph, mungkin ada di antara sohib sekalian yang bilang kalo saya mah benci sekali dengan mencuci. ada lagi yang bilang kalo dia benci dengan beres-bers kamar. ada lagi yang bilang kalo dia benci dengan tugas-tugas kuliah yang menjibun seabrek-abrek. asal jangan benci belajar [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
duhai pemuda enkaulah pusaka bagi semesta engkaulah pemilik semangat itu engkaulah pemilik tekad itu idealismemu membumbung tinggi maka teruslah menggelorakan asamu bebaskan bangsa ini dari kelaliman pancarkan cahaya pikiran, sikap, dan tindakan-tindakan besarmu terus berjuang tanpa kenal lelah duhai pemuda dimanapun sejarah akan selalu berkata bahwa perubahan suatu bangsa selalu ditandai oleh genderang tabuh yang [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
Allahu Akbar Allahu Akbar hati gerimis mendengar pekikan muazin di kejauhan sana suara azan bertalu-talu dari setiap pojokan masjid yang ada di setiap kampung aku bergegas untuk menyambut-Nya pagi yang indah untuk berjumpa dengan-Nya
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
duhai kematian godamu terus membayang keseharian bak setan bagi orang kafir bak kesturi bagi kaum muslimin tapi pagi ini enkau mampir dalam lintasan pikiranku menyibak gambar penuh ketiadaan tubuh membujur kaku, pucat pasi, mata terpejam, tak lagi bernafas meleleh air mata ini engkau buat bukan karena takut akan dirimu itu kematian tapi daku takut karena [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
sesuai dengan harapan semalam yang telah daku rencanakan, pagi ini sukses kuawali dengan bangun di sepertiga malam. pukul tiga daku bangun pagi ini. sudah tilawah sebanyak empat halaman. mengetik dilanjutkan dengan membaca buku hingga azan subuh memanggil. usai shalat subuh, seperti biasa, kulanjutkan dengan tilawah barang sepuluh menit. lalu berhambur ke luar melalui jendela mushollah [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
duh ujian kau merenggut kehidupanku selama dua minggu memutus hobiku untuk membaca dan kini saat engkau telah berlalu haru rindu menderu karena kangen untuk membaca buku doaku: semoga semua baik-baik saja
Posted by: Nur Ali Muchtar on: October 30, 2009
mata tersadar tepat pukul tiga dini hari seolah ada yang membangunkan gelagap aku dibuatnya kulirik jam di dinding pukul tiga pagi ini segera kuputuskan belenggu setan dengan berwudhu dingin air membangunkan keseluruhan jiwa dan raga lalu kusempurnakan dengan bermunajat kepada-Nya di keheningan malam ini bersama sayup-sayup ayat suci yang melantun di kejauhan sana bersama orokan [...]
Komentar Terakhir: