Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 30, 2011
Hatinya tercekat. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat ia mengingat kejadian itu. Kejadian yang membuatnya jatuh tersungkur tak berdaya seperti saat sekarang ini. Ia harus menelan pil pahit kenyataan bahwa cintanya harus kandas di tangan orang tua sang gadis. Ibu sang gadis tak setuju menikahi anaknya dengan pria itu hanya karena alasan yang tak masuk diakal: [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 30, 2011
Sedari awal saya meyakini akan satu hal: jika ingin berubah atau ingin mengalami sesuatu yang baru, caranya adalah pindah kost-kostan. Atas dasar alasan inilah saya sering pindah dari satu kost-an ke kost-an yang lain. Begini, saat kita pindah kost-kostan, maka kita telah berpindah pada lingkungan yang baru dan suasana yang baru. Kita tidak tahu sebelumnya [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 29, 2011
Indah, hanya indah yang terasa. Saat hati diliputi gairah cinta. Penuh pesona. Mendebarkan tiada tara. Cinta mampu mencairkan batu karang dalam jiwa. Mampu pula merobohkan tembok keangkuhan diri. Begitulah tabiat cinta. Bahwa saat ia datang bertamu di rumah hati seseorang, pesonanya membuat kenikmatan yang tak akan pernah bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kata-kata hanya sebagian ungkapan [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 29, 2011
Seorang teman tiba-tiba saja bertanya pada saya di tengah-tengah kuliah, “Li, lo masih sering pulang ke rumah?”. Maka saya jawab dengan lugas, “Alhamdulillah masih.” Lantas saya balik bertanya padanya, “Lo sendiri gimana?”. “Wahhh, gw udah empat bulan nih gak balik ke rumah”. Astaghfirullahalazim. Yang membuat saya sedikit iba pada sobat saya ini adalah sifat cueknya [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 28, 2011
Karena aku mencintaimu, maka segala keinginanku adalah kebaikan. Karena hakikat cinta adalah memberi, maka segala yang bisa kuberi akan kupersembahkan padamu. Setulus hatiku, setulus cintaku. Jiwa, raga, tenaga dan emosi yang kumiliki dan menghiasi diriku, akan kupersembahkan juga padamu. Tapi untuk bisa memberi, aku harus memiliki. Apa yang bisa kuberi tanpa kumiliki? Oleh karenanya, cinta [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 27, 2011
Saat ini, yang kepikiran di dalam benak saya, jika saya boleh memilih hendak dimana tempat tinggal saya, maka saya akan memilih untuk tinggal di kukel UI tempat saya ngekost saat ini. Tentu ada berbagai macam pertimbangan yang membuat saya kok ngerasa kerasan gitu tinggal disini. Padahal saya ngekost di kukel sini baru dua bulan lamanya. [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 27, 2011
Disini saya hanya ingin berbagi. Semoga ada hikmah yang bisa diambil. Mungkin tidak banyak orang (luar departemen matematika) yang tahu bagaimana kehidupan pertemanan saya di departemen matematika dahulunya. Mungkin hanya rekan-rekan di departemen matematika saja yang tahu seperti apa hubungan saya dengan sohib-sohib di departemen sendiri. Yang jelas, jika saya mengenangnya kembali ke masa silam [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 27, 2011
Iseng-iseng posting sesuatu yang beda di blog ini. Tujuannya biar “rumah maya” milik saya satu-satunya ini bisa lebih meriah dan penuh warna warni. Mudah-mudahan juga kedepannya saya bisa menyempatkan waktu untuk silaturahim ke “pondok maya” rekan-rekan sekalian. Agenda saya hari ini Beli nasi uduk buat temen yang kebetulan nginep di kost-an saya dari semalem. Dia [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 27, 2011
Seorang ustadz pernah berkata, hanya ada tiga kemungkinan cinta itu bisa menyatu: Cinta yang tumbuh karena adanya kesamaan jiwa. Contohnya: dua sungai mengalir yang bermuara pada satu samudra. Cinta yang tumbuh karena adanya keseimbangan jiwa. Contohnya: gelora api yang dipadamkan oleh gelombang air. Cinta yang tumbuh karena adanya kegenapan jiwa. Contohnya: air jernih yang mengaliri [...]
Posted by: Nur Ali Muchtar on: April 26, 2011
Mulanya saya enggan untuk membahas perihal yang satu ini: Menikah. Sejak awal kuliah (sekarang sudah mau lulus), saya memang belum memikirkan untuk menikah. Dulu saya enggan untuk menikah di usia muda. Umur saya sekarang menuju 24 tahun. Dulu saya beranggapan bahwa umur 24 tahun adalah umur yang masih tergolong dini untuk menikah. Makanya saya enggan [...]
Komentar Terakhir: