Posted by: Nur Ali Muchtar on: January 6, 2012
saya kira, akan lebih tepat jika para pejabat, parpol, atau siapapun itu yang terpukau dengan mobil ESEMKA apabila mengapresiasinya bukan dengan membeli dan memesan ESEMKA beramai-ramai untuk kendaraan dinas atau untuk apapun itu. yang ditakutkan nantinya justru membebani para siswa SMK tersebut. coba bayangkan jika para siswa tersebut harus mengejar target membuat mobil dalam skala besar. jika tidak didukung dengan manajemen dan peralatan yang lengkap dan sumber daya manusia yang banyak, tentu mereka akan kualah sendiri. dan ini, nanti, imbasnya pada prestasi belajar para siswa tersebut.
semua orang tau, tugas siswa itu belajar. bukan untuk bekerja ataupun berbisnis. bukan saya tidak mendukung penemuan-penemuan hebat anak-anak SMK tersebut, saya hanya khawatir saja prestasi mereka justru akan melorot seandainya tenaga mereka harus tercurah untuk memproduksi mobil dalam jumlah yang banyak, demi memenuhi pesanan. boleh saja mereka terus produksi untuk mendukung kemajuan sekolah dan finansial mereka, hanya saja jangan terlalu ngoyo untuk memproduksi seolah-olah mereka adalah perusahaan yang memang khusus membuat mobil.
buat saya gak masalah mereka tetap produksi, hanya saja perlu diperhatikan hingga batasan agar tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. toh belajar adalah investasi. bahkan dengan belajar, bisa jadi kedepannya mereka akan memproduksi mobil-mobil yang lebih dahsyat lagi. saya kira apresiasi bisa diganti dengan bentuk lain, misalnya: memberikan beasiswa sehingga mereka bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya atau memberikan sumbangan untuk melengkapi fasilitas-fasilitas sekolah yang kurang atau bisa dalam bentuk lainnya yang intinya, bisa mendukung kapasitas ilmu, pendidikan dan pengalaman mereka.
salut untuk para pelajar di kota solo. semoga bisa terus berkarya demi kemajuan bangsa dan negara. semoga SMK-SMK lain se-indonesia turut terpacu untuk bisa berbuat seperti mereka-mereka yang ada di solo. maju terus pendidikan indonesia. jayalah bangsaku. jayalah negeriku.
| m.sarif.com on Cara Melaporkan Situs Yang Tid… | |
| Anonymous on Nasihat Buat Yang Kepengen Mas… | |
| endar on Modem Huawei E 1550 | |
| filzahazny on Ujian Sesungguhnya Bagi Para… | |
| Andi rizky suka al-q… on Yuk Kita Mengaji | |
| saiful anwar on Kebangkitan Sepak Bola In… | |
| Anonymous on Wajah-wajah Hacker Terkenal… | |
| Nur Ali Muchtar on Cara Ngecek PageRank Web/… | |
| Nur Ali Muchtar on Semangat Beramal Kawan | |
| Andhika Dohdit on Cara Ngecek PageRank Web/… | |
| zul on Semangat Beramal Kawan | |
| Nur Ali Muchtar on Hamba Cinta Mereka Karena Engk… | |
| zul on Hamba Cinta Mereka Karena Engk… | |
| Nur Ali Muchtar on Jika Boleh Memilih Tempat… | |
| lambngs on Jika Boleh Memilih Tempat… |
Theme: Albeo by Design Disease.
January 8, 2012 at 10:55 pm
Sepertinya sulit bersaing dengan produk luar negeri. Dari pengalaman yang sebelumnya, bagaimana PT IPTN yg memproduksi Pesawat Gatot Kaca akhirnya bures gak tau juntrungannya.