MENULIS SEUMUR HIDUP

“HARI INI DAKU BAHAGIA”

Posted on: July 2, 2009

Ah teman, daku lagi bahagia. Boleh cerita dong. Boleh ya, boleh, boleh dong. Ih, asyik. Btw, makasi banyak neh.

Pertama-tama dan yang paling utama. Daku mo ucapin thx a lot tuk ERNA FRISTIA, karena atas jerih payannyalah semua ini begini adanya. Ngerti ga? Yaud ga usah di paksain. Makasih ya ERNA yang udah salah ngetikin namaku. Tapi teman, permasalahannya bukan apakah daku akan marah atau tidak atas pelecehan namaku itu. Permasalahannya adalah emakku. Beliau yang sudah susah payah mencarikan nama yang indah untuk disematkan ke dalam diriku ini. Bukankah indah Nur Ali Muchtar. Jangan main-main teman urusan nama ini.

Teman, tau kan? Apa ayo? Itu lho teman. Kita kan mo ngadain seminar nasional yang bermula dari gagasannya si JRMN. Setelah diolah-olah bareng tim. Akhirnya kita sepakat nih tentang tema seminar kita itu. “Peranan Ilmuwan Muslim Dalam Membangun Peradaban Abad 21”. Tema ini sebenarnya hadir bersamaan dengan kepala pusing en nyut-nyutan waktu syuro di MII. Ketika hendak membicarakan tema, tiba-tiba radar di dalam otak ini menangkap sinyal kuat dari salah satu buku yang daku pernah baca. Remang-remang di kepala ini berubah manjadi auraora kegembiraan tatkala daku ingat akan judul sebuah buku “Umat Islam Menyongsong Abad 21” buah karya Dr. Yusuf Qardhawi. Sang maestro Ihwanul Muslimin itu. Nah, dari situlah asal muasal tema di atas.

Di situ, di buku  itu. Beliau memaparkan secara gambling plus blak-blakan tentang kondisi umat sebelum abad 21. Trus dibandingin dengan pencapaian yang telah dicapai oleh bangsa Barat. Ah ga adil. Itu mah sama aja ngebandingin antara semut dengan gajah. Tapi inilah realita itu teman. Realita dimana kita, umat Islam di seluruh dunia, dimana pun berada. Harus mengakui bahwa peran kita beberapa abad belakangan ini menampakkan catatan prestasi yang buruk. Rapor merah di tangan kita. Tapi teman, bukan itu yang hendak kita sesalkan. Bukan mengurut dada sambil mengatakan “seandainya”. Tapi lebih dari itu. Kita harus bangkit dari segala keterpurukan masa lalu. Kita harus segera menyingsingkan lengan baju. Kita harus bangun dari tidur kita yang panjang. Jangan pernah sekalipun kita menyesali segala sesuatu yang telah terjadi pada tubuh umat ini. Pun kita tidak boleh terlalu mengharapkan keajaiban seperti yang pernah di sampaikan oleh Rasul kita tentang kebangkitan umat ini di akhir zaman. Namun, ada satu kesempatan teman, yang terbentang jelas di hadapan kita. Kita bisa merengkuhnya saat ini juga. Apa? Kita punya saat ini dan harapan aka masa depan bagi umat dan bangsa ini. Ingat tema, kita masih punya hari ini. Baiknya memang, kita harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin. Nah, kondisi inilah yang harus memacu kita untuk terus berlari-berlari menerjang badai untuk kemudian merengkuh harapan. Oleh karena itu, sebagai langkah konkritnya, kita adain nih seminar ini.

Udah ah, kepanjangan. Kan daku mau cerita tentang rasa gembiraku hari ini.

Begini tema. Dikau tau kan, tuk seminar kita ini. Kita mo mengundang tiga pembicara sekaligus. Busyet, ga kebanyakan. Mudah-mudahan enggak. Baiknya daku paparkan siapa aja tiga master kita itu.

  1. Pak Warsito, kenal ga teman?? Ah, sudahlah. Ga usah dipaksa kalau ga tau. Daku juga ga tau. Gubrak. Beliau ini adalah dosen FISIKA UI. Prestasinya teman. Masya ampuuuuuun. Eh tolong dah. Nih, daku bukan orang pelit. Jadi akan daku ceritakan. Duduk yang manis ya teman. Jangan lupa untuk pake kaca pembesar LUP untuk membacanya. Biar ga kena radiasi. Emang?

–          “50 Tokoh” Revolusi Kaum Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003)

–          “10 yang Mengubah Indonesia” versi majalah Tempo (Edisi Khusus Akhir Tahun 2006)

–          “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia” Versi Majalah Gatra (Mei 2008)

–          Pioneer dalam teknologi tomografi

–          Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006

–          Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (2005-Sekarang)

–          Anggota International Committee for Industrial Process Tomography

–          Shizouka University, B. Eng, Chemical Engineering, 1992, Shizouka University, M.Eng, 1994, Shizouka University, Ph.D Electronic Science and Technology

–          Dllllllllllllllllllllllll

Aduh, da ah. Kebanyakan kalo disebutin semuanya atu-atu. Karna emang masih buanyak bangget

Nah, yang membuat daku gembira adalah beliau sudah mengabarkan tentang kesediaan beliau menjadi nara sumber dalam seminar kita ini. Baru tadi pagi lewat email. Begini ni jawaban email singkat beliau. “Wa’alaikum salaam wrwb. Tanggal 31 Juli insa Allah OK. Wassalaamu’alaikum wrwb. Warsito”. Ah, thx to my ALLAH. Hatiku gembira.

  1. Pak Terry Math, eh maksud saya Terry Math. Sama aja. Ehmm, pak, pak ALI Mart. Salah juga. Sebentar, aha. Pak TERRY MART. Hah, teman, siapa anak MII yang ga kenal beliau? Kebangetan kalo ga kenal. Namanya udah terkenal seantero jagat. Lebay. Tapi, bukankah beliau yang dulu pernah juga menjadi pembicara di acara kenang-kenangan kita waktu itu. “Kiamat Ditinjau Dari Segi Sains dan Al-Qur’an”. Bukankah beliau dosen FISIKA UI itu. Bukankah beliau yang dulu pernah menjadi mahasiswa teladan FMIPA UI tahun 1987. Bukankah beliau yang pernah menerima penghargaan sebagai The Best Young Researcher Award tahun 1997. Bukankan ia penerima The Habibie Award tahun 2001. Dan yang lebih dari itu. Bukankah dia Ilmuwan Muslim Indonesia yang paling produktif saat ini. Setau daku teman, jurnal internasionalnya sudah hampir menembus angka 100. Atau mungkin, sekarang sudah tembus. Teman, tau kan sayarat untuk menjadi professor itu apa? Salah satunya sang candidate harus punya karya ilmiah yang udah di publikaskan di tingkat Internasional minimal sebanyak 2 buah. Lah, tapi kok pak Terry belom jadi professor? Padahal karya tulisnya udah overdosis. Melebihi kapasitasnya. Ee’ tanya kenapa? Daku juga tidak tahu. Yang daku tau memang ada sedikit misteri di sana. Tapi yang terpenting bagi kita semua sekarang adalah terus berdoa, agar pak Terry juga bersedia menjadi bintang tamu kehormatan kita di acara pesta akbar ini. Amin.
  2. Dan ini nih yang terakhir superstar kita. Prof. Dr. Komarudin Hidayat. Ada yang kenal. Yang pasti, beliau ini ihwan (pria). Beliau ini reactor. Eh salah ding. Rector UIN Jakarta. Manteb kan? Teman, mau tau ga kenapa beliau yang terpilih menjadi kandidat? Karna beliau pria? Bukan. Karna beliau Prof? Bukan. Karna beliau rector? Bukan juga. So??? Begini ceritanya teman, simple aja. Gitu aja kok repot. Semua gara-gara daku pernah baca buku beliau yang judulnya Psikologi Kematian. Karna bukunya bagus, jd daku usulin tuk pilih beliau. Mau tau gimana isianya? Ah, dikau memang selalu ingin tau. Tapi terus terang daku lupa apa aja isinya. Jangan marah ya.

Satu lagi nih kebahagiaan ku hari ini. daku ingin berkunjung ke rumah sang kekasih. Kiriman telah turun hari ini. Biasalah. Hari ini kan tanggal dua. Bulan muda. Gaji mengajar sudah di tangan. Daku ga mau menyebutkan berapa besarnya yang ku dapat. Tapi, daku akan menyebutkan semua buku yang InsaALLAH akan daku beli di rumah kekasihku itu, di Istora Senayan hari ini. IsaALLAH. Ini nih, daftar buku-buku yang akan daku buru:

  1. “Muhammad Rasul Zaman Kita” by Tariq Ramadhan; Serambi, 2008
  2. “If Only They Could Talk” (Seandainya Mereka Bisa Bicara) by James Herriot; Gramedia, 1978, 312 halaman
  3. “Masihkah Senyum Itu Untukku” by Hendra Veejay; Zikrul Hakim
  4. “Jalan Cinta Para Pejuang” by Salim A Fillah; ProU Media, 2008, Rp.55.000
  5. “Mengusung Peradaban Yang Berkeimanan” by Anis Matta; Media Qalbu, 2006,  164 halaman
  6. “Self Leadership; Seni Memimpin Diri Sendiri” by Anand Khrisna; One Earth Media, 210 halaman
  7. “Otak Para Pemimpin Kita dan Carut Marutnya Keadaan Bangsa” by Anand Khrisna; One Earth Media, 98 halaman
  8. “108 Mutiara Kehidupan” by Anand Khrisna; Anand Khrisna Global Cooperation, 136 halaman
  9. “Hal-hal Yang Mesti Dipikirkan Anak Bangsa” by Anand Khrisna, Anand Khrisna Global Cooperation, 220 halaman

10. “Kalau Mau Bahagia, Jangan Jadi Politisi” by Arvan Pradiansyah; Mizan Pustaka, 132 halaman

11.  “Ganti Hati” by Dahlan Iskan; JP Books / Setia Kawan

12. “The Way to Win” by Solikhin Abu Izzuddin; ProU media

13. “Tiga Pil Kecerdasan Dosis Tinggi” by Prie GS; Trans Media

14. “Mau Gak Rugi Lagi? Banyakin Sabar” by Saiful Hadi El-Sutha; Erlangga

15. “Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia”by Prie GS; PT Gramedia Pustaka Utama

16. “Drunken Monster” by Pidi Baiq; DAR! Mizan

17. “Drunken Molen” by Pidi Baiq; DAR! Mizan

18. “Drunken Mama” by Pidi Baiq; DAR! Mizan

Uda’ah berbagi kebahagiaannya. Tetap saling mendoakan ya teman. Was

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,656 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: