Nur Ali Muchtar

“Fenomena Pameran Buku”

Posted on: July 3, 2009

ah teman, mungkin terlalu lebay jika daku menulis tema itu. tapi, tak apalah.
sekedar untuk melegakan hasrat pikiranku ini. dan untuk berbagi mengenai
kemalangan dan kesenangan yang daku alami. dalam hal ini, contoh kasusnya adalah
kejadian kemarin di Pameran Buku Jakarta.

sebelumnya, perlu di informasikan. daku menulis email ini tatkala pikiran sedang
fresh. tapi tidak semulus yang dikira. meskipun pikiran sedang fresh tapi
faktor-faktor lain ada pula yang turut menghambat. fres pikiran itu kan faktor
internal dalam diri daku. nah, ada faktor eksternal yang turut membumbui warna
dari tulisan ini. lokesien yang kurang kondusif -di landas (lantai dasar)
matematika, kegaduhan suara sohib-sohib yang saling meneriakan rumus-rumus kimia
karna mo UTS kimia, gangguan frends-frends yang sekali-kali minjem laptop
sekedar ngeliatin blognya, teman yang laptopnya bermasalah karna ga konek-konek
ke internet trus dia turut serta berperan aktif memotong aliran ide di dalam
otak ini, dan lain-lainnya.

teman kan tau, kemarin daku pergi ke Pameran Buku Jakarta di Istora Senayan
Jakarta. nah disana, di pameran itu, daku menemukan sebuah fenomena yang,
menurutku, cukup menggembirakan.

begini,

mungkin teman mafhum, kalo di Islamic Book Fair, masyarakat yang paling banyak
berbondong-bondong datang ke sana adalah para ahwat dan ihwan. tapi, daku
melihat adanya sebuah fenomena di Pameran Buku Jakarta kemarin.

seperti kita ketahui bersama, pameran ini adalah pameran umum yang menampilkan
hal-hal untuk kalangan umum. tidak ada pemabatasan di sana, dalam hal apapun.
siapapun yang datang ke sana, OK. dari ras, suku, agama, dll. mereka semua bebas
berkeliaran di sana. bahkan penerbitnyapun adalah penerbit-penerbit umum. tidak
hanya Islam.

fenomenanya adalah, ternyata kawan, makhluk-makhluk yang datang di pesta itu
adalah mereka, para ihwan wa ahwat. tempat itu, tempat yang sama dengan Islamic
Book Fair, masih pula di dominasi oleh muka-muka lama. muka-muka yang sering
menampakkan diri di Islamic Book Fair.

penerbit-penerbitnyapun masih didominasi oleh penerbit-penerbit Islam.
katakanlah penerbit-penerbit semacam; pustaka kautsa, i’tishom, serambi, gema
insani press (GIP), mizan pustaka, DAR! mizan, rabbani press, gema insani,
qisthi press, pustaka ibnu katsir, rabitha press, dll.

tapi ada satu penerbit yang selalu kurindu-rindu yang tidak menampakkan batang
hidungnya disana. ProU Media. penerbit yang sering menerbitkan karya-karya Bang
Shofwan Al-Banna, Salim A Fillah, Solikhin Abu Izzudin, Muhammad Fuazil Adhim,
dll. usut punya usut, sedikit untuk belajar jadi detektif. ternyata ProU Media
tak berani tuk bertandang ke Jakarta. teman tau kan dimana lokesyen dari ProU
media itu. di Jogja. takut apa? terusin aja bacanya. itu daku tahu setelah
berkeliling-keliling selama kurang lebih 5 kali mengelilingi satand-stand yang
ada di sana. dan daku tak menemukannya juga. tapi akhirnya daku melihat
buku-buku karya Bang shofwan, salim, solikhin, dll yang biasanya diterbitkan
oleh proU media ada di salah satu stand di sana. tepatnya di pustaka kautsar.
nah dari situlah kutahu bahwa proU media tidak berani datang karena takut rugi.
karena jelas, pengunjung di pameran buku Jakarta lebih sedikit ketimbang Islamic
Book Fair. ada pula yang mengatakan bahwa di jogja mau ada pameran buku juga.
entahlah mana yang benar.

ada hal yang lucu di sana. ketika daku sedang berkeliling. daku melihat ada
sekumpulan orang-orang berwajah cina (sipit matanya), berkulit putih, bercelana
hot pens yang sekarang lagi model itu. setelah daku selidiki, ternyata itu
adalah para kaum kristiani. daku mengetahuinya dari buku-buku yang sedang mereka
amati. sepengetahuanku, hanya ada beberapa penerbit yang menjual buku-buku
khusus kristian di sana. lucunya, mereka itu dengan PDnya berpakaian -maaf ya-
agak waw ditengah-tengah lautan jilbab.

penerbit-penerbit lain yang turut pula memeriahkan pagelaran itu adalah
penerbit-penerbit buku umum like gramedia, erlangga, tiga serangkai, republika,
dll.

nah teman, patutkah kita bangga akan hal ini. akan fenomena ini. yah, terlepas
dari siapa yang paling banyak bercokol di sana. yang jauh lebih penting adalah
menjadikan diri kita sebagai sang pecinta dan pemburu buku-buku. menjadikan buku
seperti yang ada di tema pameran buku jakarta 2009 saat ini, “BOOK IS MY
LIFESTYLE”.

ala kuli hal, semoga teman-teman tidak bosa membaca tulisan ini. meskipun bagus
tapi gimana gitu. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 561,893 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: