MENULIS SEUMUR HIDUP

“INI DIA YANG BARU”

Posted on: August 27, 2009

Teman, sekali lagi, saya ingin melanjutkan pembahasan mengenai penulis-penulis yang masuk kategori best idol dalam diri saya. Saya sudah sedikit berbagi mengenai dua orang seniman kata-kata idola saya. Moga sohib-sohib semua juga telah mengenyam semua buku-buku yang saya sebutkan itu. Atau paling minimal pernah membaca satu dua dari deretan buku-buku itu. Kenapa? Biar pikiran-pikiran kita ini penuh dengan warna warni gagasan. Bukankah di setiap buku menawarkan banyak gagasan yang bisa kita ambil untuk kemudian menjadi pegangan kita dalam berpikir dan melangkah? Namun tetap bahwa kesemuanya itu haruslah didasari oleh dua sumber utama kita, Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ya toh?

Langsung saja teman kita meluncur pada best idol saya yang ke tiga. Perlu diketahui bersama bahwa perkenalan saya dengan sang tokoh ini bermula dari keikutsertaan saya pada pesta akbar seminar nasional kita kemarin. Awalnya kan kita menominasikan tiga pembicara.

Dia itu:

Dr. Warsito, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, dan Prof. Dr. Komarudin Hidayat.

Nah malangnya teman, di pertengahan perburuaan ke tiga tokoh besar itu, kita menghadapi kendala bahwa Prof. Dr. Komarudin Hidayat tidak bisa menjadi pengkhotbah pada acara kita kali ini.

Ditengah kepusingan yang melanda otak ini. Akhirnya, di suatu sore. Tatkala saya sedang jalan-jalan di sekitar halte FH UI. Saya melihat ada sebuah poster yang mengajak pada para hadirin, masyarakat civitas academica UI untuk menghadiri acara pencerdasan umat sebelum melakukan aksi Palestin pada esok harinnya. Acara ini digagas oleh SALAM UI. Dan salah satu pembicaranya adalah Ust. Herry Nurdi.

Dari sinilah perkenalan saya dengan beliau dimulai.

Eng ing engggggg….

Pengumuman bahwa Prof. Dr. Komarudin Hidayat tak bisa bertandang ke markas kita itu tepat pada hari dimana acara SALAM itu di selebraitkan. Di tengah kepanikan itulah sempat terlinatas untuk menjadikan Ust. Herry Nurdi sebagai pengganti pak Komar. Tapi apa lacur, saya belum mengenal Ust. Herry Nurdi barang sedikitpun. Baik dari segi face wajah, suara, dan termasuk juga tulisan-tulisannya. Yang saya tahu hanya satu hal, bahwa beliau adalah pemred Sabili dan spesialis penulis buku-buku tentang Zionis, Israel, Palestin. Lainnya saya tidak tahu. Benar-benar tidak tahu.

Sempat bimbang awalnya. Tapi tak ada salahnya jika saya mencoba untuk mendengarkan ceramahnya barang sikit saja. Jadilah saya berangkat ke MUI.

Dan pertualangan intelektual segera dimulai.

Ceritanya berlanjut.

Sapa disangka bahwa pada saat itu juga saya langsung jatuh cinta dengan hamba ALLAH yang satu ini. Apa pasal? Teman, jujur saya akui. Bahwa saya tersentuh dengan ceramah beliau. Bergidik saya mendengarnya. Entah kenapa serasa ada aura yang begitu dahsyat yang menelingkupi diri saya tatkala mendengar wejangan-wejangan beliau yang hanya 20 menit itu. Karna kedalaman dan keluasan ilmunyakah?

Karna kedalaman spiritualitasnyakah?

Karna penampilannya kah yang always menggunakan sarung kemanapun beliau hijrah?

Karna yang lain-lainkah?

Saya tak tahu.

Tapi sekarang saya bisa memahaminya. Bahwa kombinasi itu semua yang menjadi penyebah getaran dalam jiwa saya demikian hebatnya tatakala mendengarkan ceramah beliau. Karna memang beliau memiliki keunggulan di bidang itu semua. Setidaknya itu menurut saya.

Tak ambil pusing. Langsung saja saya diskusikan dengan teman-teman yang saat itu ada di MUI. Tentang bagaimana pendapat mereka kalo Ust. Herry Nurdi yang menjadi pembicara dalam acara akbar kita itu. Kebanyakan dari mereka menyetujuinya.

Akhirnya palu siap dipukul.

Keputusan telah bulat.

Taklimat segera dibuat.

Ust. Herry Nurdi siap menjadi tamu kehormatan kita di acar besar kita itu.

Dari situlah bermula semuanya. Saya mulai tertarik untuk membaca tulisan-tulisan beliau. Lewat buku-bukunya, lewat sabili-sabilinya, lewat artikel-artikelnya di internet.

Dan baru dua hari yang lalu saya membaca buku beliau. Judulnya The Secret for Muslim. Yang saya beli di TM bookstore dengan harga relative murah, Rp.28.000. Tapi isinya ALLAHU’AKBAR. Buku ini pulalah yang menambah kecintaan saya pada beliau.

Memang setiap orang memiliki gaya yang berbeda-beda dalam hal tulisan. Termasuk juga Ust. Herry Nurdi. Jika Andrea sarat dengan keseimbangan antara muatan intelektualitas yang melimpah ruah disertai gaya bahasa sastrawinya yang kental dengan liukan-liukan kata-kata dahsyatnya. Disisi yang lain untuk Om Anis, saya meminjam pendapat Tufik Ismail yang mengatakan bahwa tulisan-tulisan Om Anis ini sedap dibaca, bahasanya terpelihara, puitis di sini-sana, pilihan judul mengena, metaforanya cerdas, pesannya jelas, dan disampaikan dengan rendah hati. Dan sedikit tambahan dari saya, bahwa gagasan-gagasan dari Om Anis itu benar-benar brilian. Terutama gagasan yang ia tuangkan dalam bukunya “SERIAL CINTA”.

Nah, lain lagi dengan keunikan tulisan-tulisan Ust. Herry Nurdi.

Seperti yang kita ketahui bahwa Ust. Herry Nurdi ini adalah pemimpin redaksi majalah Islam bernama Sabili. Sebelumnya beliau pernah melanglang buana ke hampir seluruh majalah-majalah Islam yang ada di Indonesia. Termasuk di dalamnya Suara Hidayatullah, Tabloid Sakinah, Situs Eramuslim, Majalah Azzikra sampai di media suara seperti Radio Dakta dan Smart FM.

Setau saya, beliau juga telah menulis kurang lebih sebanyak 15 buah buku untuk berbagai tema.

Dus, dari hal-hal ini harusnya kita sudah bisa menebak tentang kepiawaiannya dalam meracik kata-kata hingga pastinya ia enak dikunyah oleh pikiran kita. Buktinya, hanya kurang dari satu hari, ditengah-tengah kesibukan mengajar dan suro saya telah bisa melahap satu bukunya itu, The Secret for Muslim. Karna saya merasakan benar-benar bukunya itu enak dibaca, mengalir, puitis abis, sarat dengan pemikiran, sarat dengan muatan intelektualitas yang melimpah ruah. Dan ini yang unik, bahwa tulisan-tulisannya itu bergaya penulisan artikel-artikel di dalam majalah atau koran. Dan saya sangat menggemari itu.

Teman, satu hal lain lagi yang membut saya terkagum-kagum dan terkaget-kaget. Umur beliau teman. Beliau lahir tanggal 26 Februari 1977. Kalau begitu usia beliau baru 32 tahun dong?! ALLAHU’AKBAR.

Inklusinya, kian bertambah saja deretan tokoh-tokoh yang saya kagumi.

Pertanyaannya, bagaimana dengan anda semua, sudahkah anda memiliki penulis-penulis favorit pujaan?

–Ceritanya dihabiskan saja—

[Nur Ali Muchtar_DSI MII]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 550,361 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: