MENULIS SEUMUR HIDUP

“MEMBUAT POLA TIDUR SENDIRI”

Posted on: August 27, 2009

Teman, tulisan ini ingin saya awali dengan sebuah pertanyaan.

Jam berapakah kita bangun tidur setiap harinya?

Pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan yang sangat simple. Ia sebuah pertanyaan yang sangat sederhana. Namun, memiliki sebuah konsekuensi yang sangat besar bagi proses keseharian kita.

Kenapa?

Karna menurut saya, bagaimana seseorang melalui hari-harinya adalah tergantung dari bagaimana ia memulai harinya tatkala pagi hari.

Sebenarnya, agak sedikit ada perasaan malu dalam diri saya untuk membahas tema yang satu itu.

Apa sebab?

Yah, karna saya menyadari sepenuhnya bahwa saya dalam hal ini, belum lah menjadi siapa-siapa. Belum menjadi apa-apa. Akan tetapi, doa saya selalu menyertai tiap hela desah nafas pada Sang Pencipta. Mudah-mudahan ALLAH tetap memberikan kegairahan dalam hidup saya untuk terus menyempurnakan kehidupan ini hingga batas usia kan terputus.

Berbicara mengenai kapan kita bangun tidur. Maka ia tak akan pernah terlepas dari kutub magnet yang satunya, kapan kita tidur.

Dan menurut saya, berdasarkan banyak referensi hidup yang telah saya temukan.

Banyaknya waktu ideal bagi seorang muslim dalam hal tidurnya adalah sebanyak 3-5 jam.

Memang di dalam dunia kedokteran kita dianjurkan untuk tidur sebanyak 8 jam. Tapi agaknya, hal ini tidak memungkinkan bagi kebanyakan mahasiswa. Karna ada banyak sekali yang harus kita kerjakan. Terutama bagi para aktivis-aktivis kampus.

Ust. Herry Nurdi sangat mewanti-wanti sekali agar kita mengurangi waktu tidur kita. Karna inilah yang paling memungkinkan untuk kita lakukan.

Namun, perlu diingat pula bahwasanya, waktu tidur kita pun tak boleh terlalu sedikit. Kurang dari 3 jam misalnya. Bagi kebanyakan orang, hal ini sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan ataupun keseharian yang akan dilaluinya.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah kapan waktunya kita untuk menyegerakan tidur?

Maka saya akan merujuk pada pola tidur Nabi kita Muhammad SAW.

Satu hal yang saya ketahui bahwa beliau selalu menyegerakan waktu tidurnya untuk kemudian mengawalkan waktu bangunnya.

Apa tujuannya?

Jelas, beliau ingin selalu bangun di sepertiga malam untuk bisa bermunajat pada sang pencipta, penggenggam kehidupan, ALLAH rabbul izzati.

Sebenarnya, saya sudah tau akan anjuran ini sejak dahulu kala. Tapi semenjak SMA, saya masih ketakutan untuk mengambil resiko itu. Bahwa biasanya, sulit sekali bagi saya untuk bangun di sepertiga malam. Kapanpun saya tidur pada saat itu, saya pasti akan bangun sekitar pukul 5 pagi atau bahkan malah kesiangan. Jadi, dari pada tidak belajar pada malam hari. Lebih baik saya korbankan waktu tahajjud saya demi bisa belajar hingga jauh tengah malam. Dan karna tidurpun sudah tengah malam, lebih sulitlah bagi saya untuk bangun di waktu-waktu tersebut. Alhasil, saya sering bangun kesiangan pada saat itu.

Namun belakangan, terutama di saat liburan kuliah saat ini, saya bertekad untuk merubah pola tidur saya itu. Yaitu, menyegerakan tidur dan berusaha untuk bangun secepatnya untuk tahajudan. Setidaknya hal ini sudah berlangsung selama 20 harian. Tidur sekitar pukul 10 malem dan bangun sekitar pukul 3 pagi esok harinya. Setidaknya, inilah usaha awalan bagi pemula seperti saya. Dan konon, ada yang mengatakan bahwa jika kita menginginkan sesuatu menjadi suatu pola kebiasaan dalam diri kita, maka kita harus melakukan hal itu sebanyak 40 kali tanpa terputus.

Nah, bagaimana dengan saya. Apakah saya berhasil untuk bertahajud selama 20 harian itu tanpa terputus?

Jawabannya adalah saya tidak berhasil.

Kenapa?

Karna di tengah-tengah usaha keras saya itu, saya harus mengalami sedikit gangguan kesehatan. Setidaknya, 3 malam saya sempat tak bertahajud.

Tapi tak apalah, yang jelas saya sudah berani untuk memulai merubah pola tidur saya yang saya yakin bahwa hal itu akan memperbaiki kualitas hidup saya ke depannya.

Dan lagipula teman, bukankah yang telah saya lakukan ini sebagai bagian dari usaha saya untuk menyambut ramadhan. Ya, karna saya memang sengaja meniatkan satu bulan sebelum ramadhan untuk membiasakan diri bertahajud ria.

Doa saya pada ALLAH, semoga kita semua terus diberikan kegairahan untuk menyempurnakan kehidupan dan mimpi yang memang belum selesai.

Amin

[Nur Ali Muchtar / DSI MII / BTA LA]

https://alymerenung.wordpress.com

1 Response to "“MEMBUAT POLA TIDUR SENDIRI”"

[…] aspek kehidupan (CMIIW). tak terkecuali dengan pola tidur saia sekarang ini. di postingan ini (klik aja) saia mengatakan bahwa pola tidur yang harusnya dimiliki oleh sesorang -khususnya muslim- adalah […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,656 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: