MENULIS SEUMUR HIDUP

“MENINGGI SEPERTI LAYANG-LAYANG”

Posted on: August 27, 2009

Suatu ketika di siang yang terik. Matahari solah-olah hanya sejengkal saja dari umbun-umbun kepala. Namun angin dengan amat sepoinya bertiup. Aku tertegun melihat layang-layang berterbangan di angkasa.

Bukan karna baru pertama kali ini saja aku melihat layang-layang. Nun jauh dahulu kala. Aku malah sering memainkannya. Menerbangkannya ke angkasa. Bahkan membuatnya dengan kemampuan tangan sendiri.

Namun, di masa kecil yang bahagia itu. Belum sedikitpun kupahami bahwa sebenarnya, ada filososfi hidup yang dibawa oleh layang-layang itu.

Nah, baru siang inilah aku menyadarinya.

Teramat dahsyatnya filosofi hidup yang dimiliki oleh layang-layang ini.

Sampai-sampi membuat aku berhari-hari memikirkannya.

Dia ini:

Lihatlah itu layang-layang. Ketika badai datang menerpa, ketika hempasan angin kian menyapa. Tak pernah ia surut sedikitpun. Bahkan langkahnya kian tegak. Ia kian membumbung tinggi. Semakin kencang badai angin menerpanya. Semakin tinggilah ia menjangkau angkasa. Menjuntaikan lengannya. Menebar pesona. Meliuk-liuk bebas diatas kanvas langit kehidupan.

Aih, baru kali ini aku menyadari keajaiban dari layang-layang ini.

Betapa mempesonanya ia.

Namun lihatlah ia itu

Dengan indahnya ia menari-nari di atas sana. Tak pernah ia merasa kesepian meski harus terbang sendiri. Tak pernah ia berkeluh kesah. Tak pernah ia merasakan keputusasaan hidup.

Dan lihatlah itu, ia dengan bebasnya mengendalikan hidupnya. Tatkala musuh datang menghampiri. Ia siap untuk menerkamnya. Menyambut dengan sepenuh hati. Ia tak ragu-ragu untuk mengulur benangnya. Tak ragu pula ia menarik benangnya untuk menghentakkan lawannya. Dan tiba-tiba saja sang musuh pun tewas terbang jauh membumbung ke angkasa.

Kuperhatikan ia secara lebih seksama

Kali ini kulihat, layang-layang itu seakan-akan gontai. Terbangnya selalu miring. Aku bertanya, ada apakah dengan layang-layang ini. Sejurus ia mendarat. Sang pilot mencoba untuk melihat sayapnya yang singit itu. Ditekuk-tekuknya sebentar. Satu dua dan kini ia terbang kembali dengan liukannya yang mebuat manusia iri. Iri ingin bisa terbang bebas sepertinya.

Ternyata layang-layang juga mirip seperti manusia. Semakin banyak ia terkena tamparan kehidupan. Maka semakin membutuhkan ia akan daya penyeimbang. Bukankah itu yang juga dibutuhkan oleh manusia. Daya penyeimbang dalam kehidupan. Agar kita bisa kembali tegak untuk menyongsong kehidupan.

Jika kita amati lebih seksama lagi pada bagian-bagian yang terdapat pada layang-layang, maka kita akan temukan bagian yang disebut dengan tali kama. Inilah poros hidup dari layang-layang ini. Jika tidak ada tali kama, jangan harap layang-layang kita itu mau untuk terbang menebas langit menyongsong badai merengkuh mimpi menuai harapan.

Maka begitupulalah yang terjadi pada manusia. Manusia memiliki hati sebagai pengendali hidupnya. Bukankah akan baik segala perangai kita kalau satu bagian dari tubuh ini berfungsi dengan baik.

Ah layang-layang, kemarilah engkau. Bawalah daku pergi bersamamu. Bawalah aku, agar aku bisa terbang bebas untuk melihat kehidupan dari atas sana. Ingin kurasakan belaian lembut sinar mentari di atas sana. Biar saja kulitku melepuh ditikam panas. Aku tak peduli. Tak kuhiraukan itu. Karna aku hanya ingin terbang bebas. Sebebas layang-layang yang kian mengangkasa tatkala terpaan angin kian memaksa. Dan aku tidak akan pernah surut. Sama sekali tidak. Karna aku adalah layang-layang yang kan menemukan arahku untuk menjemput takdirku.

Lihatlah itu, lihatlah bersama fajar yang kian menyingsing.

Lihatlah itu, lihatlah bersama mentari yang siap menyinar

Lihatlah itu, lihatlah bersama kuatnya hujan mendera

Lihatlah itu, lihatlah bersama geliat kehidupan alam

Dan jangan pernah kawan, jangan pernah engkau takluk pada takdir

Karna takdirmu, ada di tanganmu

Ingatlah ini selalu:

“ALLAH MEMBERIKAN KITA KEBEBASAN DI AWAL. NAMUN ALLAH MENENTUKAN TAKDIR KITA DI AKHIR”.

Wallahu’alam bishowwab

[Nur Ali Muchtar / DSI MII / BTA LA]

https://alymerenung.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,430 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: