MENULIS SEUMUR HIDUP

“SEBUAH JAMUAN”

Posted on: August 27, 2009

pagi tadi, tertanggal 20 Juli 2009, sebuah perjamuan tergelar.

agaknya memang telah jauh-jauh hari dipersiapkan. linda namanya sang

shohibul hajat. mungkin ia telah berbenah berberapa hari belakangan ini.

berbenah menu-menu spesial, berbenah rumah, dan mungkin juga berbenah diri.

segala jenis manusia berbondong-bondong ke sana. ada pria en wanita, ihwan wa

ahwat, ada yang cakep ganteng, ada yang gagah perwira nan perkasa. konon, manusia-manusia

yang hadir di sana adalah manusia-manusia yang telah terpilih, manusia

terhormat begitu.

tepat pukul 10 teng, ronde pertama segera dimulai.

banyak mata mulai celingukan ke sana ke mari.

melihat-lihat, jamuan apakah yang akan dikeluarkan.

ada yang berkata, “ini baru makanan pembuka. rasakan saja dengan sepenuh jiwa raga”.

dan, darr. tiba-tiba sebuah piringan besar melayang-layang di udara.

tanpa bilang permisi, bakwan gado-gado telah duduk dengan pesonanya di depan muka.

ia demikian menggodanya. seolah berkata, “aku masih hangat”.

minumanpun tak kalah menariknya, sirup campur puding kolang kaling.

betapa nikmat jika dicampur lagi dengan biskuit ROMA.

aih, teringat puasa.

dengan sengaja seorang sahabat tak breakfast sedari pagi.

alasannya jelas. biar bisa membantu banyak di sana. bantu-bantu makan tentunya.

hanya dalam hitungan kejapan mata, bakwan jenis rupa itu telah raib entah kemana.

siapakah gerangan yang mencurinya?

aih, tak perduli.

yang terpenting adalah mempersiapkan diri untuk ronde selanjutnya.

memasuki paruh kuarter ke dua.

para kontestan tampak semakin bergairah.

pasangan mata yang tadi celingak celinguk bak monyet yang diganggu sarangnya,

sekarang berubah menjadi seperti tatapan macan yang siap menerkam mangsanya.

meraung-raung, meronta-ronta, berlompat-lompatan bak bola bekel.

ternyata betul, makan besar siap memanjakan perut mereka.

menu spesial terhidang: nasi putih dari beras pulen, ayam goreng yang sudah mati,

sayur nangka ala masakan padang, sambel aduhai enaknya. jika haus, es tawar tersedia.

jika habis persediaan air yang ada di teko itu. airnya akan di isi ulang dengan air kran

yang ada di deket pintu masuk. mau?

azan bergema. seandainya tak ada azan yang memanggil. tak kan ada satu butir nasipun yang kan bersisa.

semuanya pasti akan ludas digasak oleh mulut-mulut yang telah lapar menganga.

ba’da ashar. pintu dibuka kembali. artinya, ronde ke tiga siap digelar.

aih, ini dia menu yang ditunggu-tunggu. puding coklat+fla kental putih.

seorang teaman yang tak sanggup lagi menggasak puding itu berkata.

“ini cairan buatnya dari apa ya?”

tak ada manusia yang tau di sana. biarlah itu menjadi racikan rahasia sang koki.

waktu telah habis. masing-masing orang berterima kasih kepada rumah tuan. mengucapkan

godbye tak henti-hentinya.

akankah masakan seperti ini kembali terulang dilumat oleh sang mulut dan perut ini?

nantikan kelanjutan ceritanya.

[Nur Ali Muchtar / DSI MII / BTA LA]

https://alymerenung.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,816 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: