MENULIS SEUMUR HIDUP

Mari Bermimpi

Posted on: September 24, 2009

sang20pemimpi20gdhe

Kawan, manusia harus bermimpi. Manusia akan mati tanpa mimpi. Saat manusia tak punya mimpi, kiamat terjadi pada dirinya. Detak jantung tak lagi berdenyut. Tanpa mimpi, tak ada arah dan tujuan hidup. Limbung diterpa angin saat berembus. Berhamburan saat terjatuh. Terkapar lemah tak berdaya. Mimpi yang membuat segala sesuatunya indah. Mimpi yang membuat seseorang memiliki gairah, semangat, dan vitalitas hidup. Pernahkah kawan melihat ada fenomena bahwa ada sebagian dari orang-orang yang kita amati itu memiliki kepastian langkah dalam hidupnya. Kepastian dalam geraknya. Ia kukuh dalam badai kehidupan. Seperti sebongkah karang yang tak bergeming saat badai datang menerpa. Atau seperti pohon yang tetap tegar ditampar oleh energi gaib sang angin. Sedang di sisi lain, pernahkah kawan melihat orang-orang yang hambar hidupnya, berjalan tanpa arah, tanpa vitalitas, tanpa gairah, tanpa semangat, dan tanpa harapan yang ingin dicapai. Ia seperti budak yang tak kuasa membantah sang majikan. Atau seperti pengembara di tengah gurun yang tak menemukan oase berhari-hari lamanya. Fenomena yang sangat berbeda. Yang satu kukuh melambung tinggi untuk merengkuh harapan. Sedang yang satu lagi lembek melempem tersudutkan dalam kegelapan tanpa arah. Maka, disanalah peran mimpi. Bahwa mimpi yang membuat segalanya menjadi indah. Bahwa mimpi yang membuat segalanya berubah. Bahwa mimpi yang membuat segalanya jelas. Bahwa mimpi yang menyuburkan lahan optimisme dalam dada. Bagi siapa yang menginginkan adanya change dalam hidupnya, sudah merupakan sebuah kewajiban baginya untuk mengkristalkan bola mimpi dalam dadanya.

Bung Karno, presiden pertama republik ini pernah berkata, “gantungkan cita-citamu setinggi langit“. Yah, kita diseru untuk memiliki cita-cita yang tinggi serta semangat heroik perjuangan yang tinggi untuk merengkuhnya. Disanalah vitalitas hidup termanifestasikan. Disanalah mahkota hidup kita dapatkan. Maka, gantunglah cita-citamu setinggi-tingginya jika ia berupa langit. Maka, selamlah cita-citamu sedalamnya lautan jika ia berupa samudera. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah takut pada rintangan. Jangan pernah takut pada ketinggian. Dan jangan pernah menyurut nyali pada kedalaman. Jadi, marilah bermimpi.

Bang Ikal (Andrea Hirata), sang legendaris bersama tetralogi novelnya itu pernah berpesan, “bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu“. Yah, mimpi. Satu kata kunci ini. Bahwa Tuhan akan memeluk kita, orang-orang yang mau bermimpi dan mau berjibaku untuk merenggut mimpi itu dengan caranya sendiri. Kita hanya diperintahkan untuk mengimajinasikannya, dan kemudian berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya. Dan biarlah “tangan yang lain“ yang akan menyempurnakannya. Di kesempatan yang lain, tokoh Arai dalam buku “Sang Pemimpi“, pernah berpesan kepada sahabat setianya Ikal yang mengalami grafik penurunan semangat dan motivasi. Ia berkata pada sohibnya itu, Ikal, orang seperti kita tidak akan hidup tanpa mimpi. Jadi marilah kita bermimpi. Marilah kita rebut mimpi itu“. Seketika, semangat mereka mencapai umbun-umbun. Dan kini, mereka berdua membuktikan itu. Bahwa orang-orang yang berani bermimpi, akan ditakdirkan sebagai pemenang. Setidaknya pemenang dari rasa takut yang selalu menghantuinya.

Versi yang lain, seorang pakar marketing bernama David J Schwartz pernah berkata dalam bukunya “Berpikir Dan Berjiwa Besar“, “percayalah dan benar-benar percaya bahwa anda akan berhasil mewujudkan mimpi, maka anda benar-benar akan mendapatkannya“. Satu kata kunci disini: KEYAKINAN. Yah, mimpi yang berpijak di atas keyakinan, adalah mimpi yang realistis. Bukan hanya mimpi utovia di siang bolong. Kita patut mengacungkan jempol bagi siapa saja yang memiliki keyakinan dan tekad membaja untuk mewujudkan mimpinya. Jadi, mari bangun keyakinan yang kuat akan kekuatan mimpi kita.

Namun, ada satu pesan yang lain yang ingin disampaikan disini. Bersikaplah dinamis dengan mimpi-mimpi kita. Jadilah seperti air yang bisa menyesuaikan diri dengan tempat yang dipijaknya. Jadilah fleksibel dengan kehidupan kita sesuai filosofi air itu. Filosofi inilah yang memastikan pada kita bahwa kita tak akan pernah putus asa, kita tak akan pernah dilanda stress yang berkepanjangan, bahwa kita tak akan surut walau sejenak, bahwa kita tidak akan pernah menutup mata kita, jika suatu saat kelak, kita gagal meraih impian. Maka seorang pemimpi adalah orang yang membangun mimpinya kembali saat deras kegagalan menyapanya. Walaupun tubian cobaan meremuk redamkan tubuhnya. Menyayat-nyayat kulitnya. Merobek-robek hatinya. Tapi nyalinya, keinginannya, keyakinannya, tetap berada di puncak everest semangatnya. Dan ingatlah kata-kata Reza M Syarief ini, “The real champion is not just winning the competition but everyone who can stand up for every failure: seorang juara sejati bukanlah sekedar memenangkan sebuah pertandingan, tetapi seorang juara sejati adalah ia yang selalu bangkit saat kegagalan menyapanya“.

Yah teman, marilah kita bermimpi. Marilah kita bangkit dari semua keterpurukan. Singsingkan lengan buju. Ayo kita maju. Tak ada kata menyerah. Tak ada kata istirahat. Karena istirahat kita terletak pada apa yang kita lakukan itu. Yakinlah dengan apa yang sedang kita tuju. Percayalah bahwa mimpi indah itu bisa kita raih dengan ridha Allah. Dan marilah kita mewujudkan mimpi kita itu. Karena kita pasti bisa. Insya-Allah.

[Nur Ali Muchtar / DSI MII / BTA LA]

https://alymerenung.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,430 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: