MENULIS SEUMUR HIDUP

Burung Gereja

Posted on: October 4, 2009

Kawan, coba tebak, burung apa yang paling banyak yang tempat domisilinya di Indonesia? menurutku, burung yang paling banyak yang ada di Indonesia adalah burung gereja. Sobat semua kenal dengan burung yang satu ini? Namanya serupa dengan rumah ibadah yang dimiliki oleh orang-orang kristiani itu. Apa hubungannya kira-kira ya? Kenapa kok bisa dinamakan seperti itu ya?

Kenapa aku bisa mengatakan yang demikian itu, bahwa yang namanya burung gereja itu adalah burung mayoritas yang menguasai bumi pertiwi ini? Jawabannya mungkin karena sejauh pengamatanku, disetiap tempat yang pernah kusinggahi, aku selalu menemukan kawanan makhluk yang bisa terbang ini. Dan pastinya, jumlahnya adalah mayoritas.

Hampir di setiap pagi di belakang BTA LA yang langsung menghadap ke arah timur jauh tempat mentari bangun dari mati surinya, aku melihat dengan mata telanjang ini, burung kita yang satu ini. Jumlahnya banyak sekali dan berisiknya minta ampun. Seolah ia selalu menyanyikan lagu kebebasan bagi orang-orang yang sedang dirundung banyak kungkungan hidup. Atau mungkin juga ia ingin membangunkan setiap orang yang masih terlelap padahal matahari sudah merangkak hingga terlihat tubuhnya bulat sempurna. Atau, mungkin juga karena ia telah gatel karena senewen ingin kawain.

Ngomong-ngomong soal kawin, aku sangat “iri” dengan burung yang satu ini. Pasal sebabnya apa? Teman, gimana ga kesel coba kalo melihat mereka hampir setiap hari mempertontonkan adegan mesum itu di depan mata kepalaku dengan sengaja tanpan adanya mekanisme perizinan terlebih dahulu atau karena memang mungkin mereka belum memiliki hubungan yang kita biasa sebut dengan “suami istri”. Mereka melakukannya persis di depan mata kepalaku yang berjarak hanya beberapa meter. Dan biasanya, selalu kuhitung berapa kali mereka sex bebas itu. 8 kali biasanya. Busyet. Mereka bisa melakukannya di manapun seasal mereka aja. Di tiang listrik, di dahan pohon, di atap rumah, di atas kubah masjid, di tanah, dan pastinya tidak di dalam air.

Tingkah lakunya kurang ajar betul. Mualanya sang pejantan mencoba menarik perhatian dengan memekur-mekurkan suaranya sambil mengembangkan bulunya yang berwarna loreng kecoklat-coklatan. Dan biasanya, sang betina tidak langsung manut untuk menuruti birahi dari pejantan tengik itu. Ia biasanya pura-pura jual mahal. Saat pejantan mendekat untuk menyosor dengan moncong bengkoknya itu, secepat kilat sang betina langsung menghindar. Jika perlu ia akan terbang menjauh untuk menghindar. Tapi, bukan burung gereja jantan namanya jika tipu muslihat yang seperti itu sudah bisa mengelabuinya. Dia, pejantan itu, tahu bahwa sang betina sebenarnya sedang berusaha untuk melihat keseriusan dari sang jantan dalam hal adu kehebatan itu. Atau mungkin bisa jadi sang betina itu sedang berusaha untuk pindah mencari tempat yang PW (Paling Wenak) melakukan transaksi kurang ajar itu.

burung-gereja

Lalu jika aku amati dengan lebih seksama, kulihat burung-burung ini seperti tidak memiliki beban hidup. Disamping karena kulihat ia selalu bernyanyi setiap saat, sepanjang waktu, ia juga tak pernah takut dengan takdir hidupnya. Terutama dalam hal rezeki dan peran hidup. Ia seperti tidak pernah takut dengan satu kata ini: rezeki. Satu kata yang mungkin bagi sebagian besar umat manusia  sungguh amat memusingkan. Lihatlah ia, bukankah ia dengan bebasnya pergi pagi pulang sore untuk kemudian, tiba-tiba membawa banyak sekali makanan untuk family nya. Lalu lihatlah ia, bukankah ia memainkan peran kehidupannya dengan senang hati. Buktinya ia selalu menyanyi setiap hari dan bisa melakukan hubungan intim dengan banyak pasangan yang lain. Seolah ia tak pernah iri dengan segala apa yang dilakukan oleh makhluk lain di luar dirinya. Seolah ia memiliki keyakinan bahwa hidupnyalah, perannyalah, sebagai burung gereja sebagai sebaik-baiknya peran di muka bumi.

Dan di antara sekian banyak hal yang membuatku iri dengan burung gereja ini, ada satu hal yang paling-paling membuat aku sang iri pada mereka. Itu adalah KEBEBASAN. Jujur, aku sangat iri dengan hewan pemakan segala jenis makanan ini. Dia terbang dengan bebasnya ke manapun ia inging singgah. Ia terbang dengan kepakan sayapnya sambil menyanyikan lagu kebebasan. Ia tak perduli pada apapun yang dilakukan oleh setiap makhluk karena mungkin ia demikian menghayati perannya itu. Ia terbang, menggelinjang, berkejaran, salto, jungkir balik, dan segala yang ia lakukan, jujur, membuat aku sangat iri dengan kesemuanya itu. Namun, segera setelah itu, setelah demikian kuatnya hujaman rasa iri yang datang pada diriku, aku menyadari dengan seksama akan satu hal yang dikatakan oleh Al-Qur’an nul karim bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dengan bentuk yang paling sempurna. Manusia diberikan satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lain yang ada di jagat raya ini, yaitu akal.

Nah, kawan, mengingat ini serta merta daku mendapatkan sebuah motivasi kembali untuk tetap bisa mensyukuri segala apa yang telah Allah berikan kepadaku. Namun aku masih tetap mencari mutiara pelajaran yang bisa ku ambil dari setiap makhluk yang ada di muka bumi ini. Dalam hal ini, disini adalah burung gereja itu.

Begitulah kawan setiap pagi yang kusaksikan dari burung gereja itu. Ia demikian hebatnya memainkan peran sebagai spesies makhluk hidup yang mencoba terus berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan klannya itu dengan cara tak henti-hentinya untuk kawain, kawin, dan kawin. Ia terus menyanyikan lagu kebebasan dimanapun ia berada. Ia tak pernah iri dengan prestasi-prestasi yang dimiliki oleh makhluk-makhluk lain. Yang dia tahu adalah terus terbang, terbang, dan terbang, kawin, kawin, dan kawin, mencari makan dan memberi makan pada anak-anaknya. Ia demikian paham dan menghayati job dari kehidupannya itu.

Dan sebagai penutup kawan. Marilah kita tengok sebentar alam kita. Amati ia dengan saksama. Amati segala hal yang ada. Amati langit yang menjulang tinggi tanpa tiang dan keretakan barang sikitpun. Amati hujan yang sekarang ini mulai sering menyapa. Amati siang dan malam. Amati perjalanan bintang, bulan dan matahari. Amati makhluk-makhluk yang bisa terbang. Amati makhluk-makhluk yang bisa berenang. Amati makhluk-makhluk yang mencari makan di daratan. Lalu, tanyakan satu hal pada diri kita masing-masing. SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN INI SEMUA???

1 Response to "Burung Gereja"

pastilah yang menciptakan adalah TUHAN YANG MAHA KUASA..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,163 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: