MENULIS SEUMUR HIDUP

Renungan Untuk Bencana

Posted on: October 5, 2009

Bangkitlah negeriku

Harapan itu masih ada

Berjuanglah bangsaku

Jalan itu masih terbentang

[“Harapan Itu Masih Ada” by Shoutul Harakah]

Bencana terus datang silih berganti merontokkan negeri ini. Ia terus datang seolah tak pernah mau pergi meninggalkan negeri ini. Mirip seperti pasangan yang baru saja menjadi pengantin baru. Tubiannya terus menderas bak aliran sungai yang terus mengalir, mengalir dan mengalir tanpa ada yang mampu mengerem lajunya. Begitulah yang terjadi di bumi pertiwi ini. Bahwa bencana demi bencana selalu menghempaskan negeri ini dengan frekuensi yang tak bisa dibilang sedikit.

Sebagai gambaran, marilah kita runut satu bulan belakangan ini bencana apa saja yang telah mengoyak negeri ini. Tanggal 2 September 2009 lalu, bagian barat pulau Jawa telah diguncang gempa dengan kekuatan 7,3 Skala Richter (SR). Itu terjadi lebih tepatnya di Tasikmalaya dengan korban jiwa mencapai sekitar 80 orang. Dua hari setelah itu, terjadi pula gempa di Gorontalo dan Manokwari dengan kekuatan 5,3 SR dengan korban jiwa sekitar 6 orang. Kemudian tiga hari menjelang, tepatnya pada tanggal 7 September 2009, terjadi lagi gempa di Yogyakarta dengan kekuatan 6,8 SR. Dan terakhir, baru-baru ini, tanggal 30 September 2009, terjadi gempa yang cukup dahsyat di bagian Barat pulau Sumatera dengan kekuatan 7,6 SR yang telah menelan korban jiwa sebanyak 605 orang hingga hari Minggu tanggal 4 Oktober 2009.

Ada apa dengan negeri ini? Apakah ini adalah sebuah ujian / cobaan ataukah azab / bencana dari Allah SWT. Jika ia adalah ujian, maka layaknya kita renungkah apakah dengan adanya ujian itu ketakwaan kita kepada Allah SWT semakin bertambah. Seperti yang dikatakan Rasulullah dalam hadits berikut: Dari Sa’d bin Abi Waqash, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?”. Beliau menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang yang seperti para nabi, kemudian orang-orang yang seperti mereka. Seorang hamba diuji Allah berdasarkan keimanannya. Jika keimanannya kokoh, maka akan semakin berat cobaannya. Namun jika keimanannya lemah, maka ia akan diuji berdasarkan keimanannya tersebut. Dan cobaan tidak akan berpisah dari seorang hamba hingga nanti ia meninggalkannya berjalan di muka bumi seperti ia tidak memiliki satu dosa pun”. [HR. Turmudzi]

Atau jika ia adalah azab dari Allah SWT kepada negeri ini, maka layaknya kita renungkan pula bahwa azab itu datang berkat ulah kita sendiri. Seperti yang tertera pada ayat berikut ini: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia sendiri, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. [QS. Ar-Rum ayat 41]

Teman, kita takut bahwa yang terjadi pada negeri kita ini adalah buah azab yang Allah timpakan pada kita. Banyak sekali kezhaliman-kezhaliman yang terjadi pada negeri ini. Baik itu yang dilakukan oleh orang perorang ataupun ulah kolektif kelompok. Ada satu pelajaran berhaga yang bisa kita petik dari kejadian gempa di Sumatera Barat itu. Gempa itu terjadi pada tanggal 30 September 2009 pada pukul 17.16. Dan mungkin ini bukan kebenaran belaka bahwa jika kita menilik sekilas Al-Qur’an kita, disurat ke 17 (Al-Israa) ayat 16 tertera peringatan berikut: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu  tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan , kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.

Dan terakhir teman, sebagai saranan untuk saling mengingatkan diantara kita, marilah kita mengevaluasi diri kita, apakah setiap harinya kita semakin beriman kepada Allah SWT? Apakah setiap harinya kita merasakan kedekatan yang semakin pada Allah SWT? Apakah kezhaliman-kezhaliman yang sering kita lakukan setiap harinya semakin sedikit terkikis dalam seluruh aura kehidupan kita? Maka, marilah kawan kita memulai dari diri kita masing-masing untuk menancapkan tekad yang kuat bahwa setiap harinya harus lebih baik lagi. Bahwa setiap harinya harus ada perbaikan-perbaikan. Dengan demikian, kita telah turut berpartisipasi dalam proyek raksasa untuk membangun negeri ini menjadi negeri yang makmur penuh dengan riha Allah SWT. Semoga. [Ali FMIPA UI]

BENCANA ALAM GEMPA BUMI

7 Responses to "Renungan Untuk Bencana"

iuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
aq bnc na bncana dh!!!!!!!!!!!!!!!!
???????????????

u pst kn????????

iuh……………………”GEMPA BUMI??”
g dh………………………………………………….

minta izin tuk masang artikel ini di fb saya makasih

OK, jangan lupa tuk cantumin sumbernya
makasih

Bencana ala
m

Bencana alam

yuph-yuph, bencana alam. sekarang lagi musim banjir. kan bulan Februari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,163 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: