Nur Ali Muchtar

Saya Lagi Merenung di Belakang Jendela BTA LA

Posted on: October 23, 2009

Teman, baiknya saya bagikan sedikit pengalaman saya yang lain. Kali ini berkaitan dengan merenung.

Dia ini:

Kebiasaan saya merenung sebenarnya sudah terbentuk sejak kecil. Namun, kesadaran saya tentang merenung ini baru terjadi setelah saya menemukan sebuah harta karun yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. alhamdulillah, Allah telah mempertemukan saya dengan buku yang sampai dengan saat ini turut banyak mempengaruhi hidup saya.

Buku itu berjudul “8 Mata Air Kecemerlangan” karya Anis Matta. Secara khusus, melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan banyak rasa terima kasih pada sang ustadz yang telah dengan ikhlas membuat buku dahsyat ini.

Di sana, di buku itu, ada satu bagian yang membahas mengenai kedahsyatan dari merenung ini. Di bab tentang Konsep Diri lebih tepatnya. Sebenarnya saya sudah membahas sedikit banyak mengenai buku ini. Kalo ga salah udah pernah saya posting di tulisan-tulisan awal blog saya. kalo teman ingin membacanya, yo wis silakan di bedah lebih dalam blog saya ini.

Makanya, di section kali ini, saya tidak akan membahas tentang buku dahsyat ini. Saya hanya akan berbagi sedikit mengenain proses merenung itu sendiri yang telah saya lakukan kurang lebih selama satu tahun. Ini baru satu tahun. Saya bahkan tetap optimis jika saya melakukan proses perenungan ini seumur hidup saya, akan banyak harta terpendam dalam diri ini yang bisa saya kuak atau cungkil atau keluarkan atau pacul atau lain-lainnya yang sebangsa dan setanah air (ga nyambung kan?).

Baiklah kawan, banyak sudah manfaat yang saya peroleh dari proses merenung ini. Mulai dari jiwa yang lebih tenang, pengkangan hawa nafsu, konsentrasi, kenyenyakan tidur, penikmatan hidup, hingga mudah-mudahan, seperti apa yang dikatakan oleh om Anis bahwa melalui proses merenung ini seseorang bisa menemukan kejeniusannya. Amin. Semoga bisa terjadi pada kita. Amin amin lagi.

Seiring dengan berjalannya waktu, proses merenung saya ini kian hari kian mantap. Ini menurut saya. Waktu masih dalam tahap awal proses pemantapan merenung ini, saya masih suka ngantuk-ngantuk gitu saat merenung. Tapi alhmadulillah, seiring dengan berjalannya waktu, turunnya hujan dan badai, bertambah usia dan kedewasaan, serta karena setiap hari masih bisa makan nasi, saya semakin mantap dalam hal merenung ini. Baik segi kualitas maupun segi kuantitasnya. Saya bisa merenung berjam-jam seorang diri di sebuah bangku tanpa terganggu dengan banyak hal lain yang terjadi di sekeliling saya. Pikiran saya bisa melayang ke tempat atau topik apapun yang ingin saya renungkan.

Tapi teman, niat awal saya menulis bagian ini cuma ingin nampilin foto “ganteng” saya. Bukan untuk ngebahas perihal merenung ini secara lebih luas. Bukan di sini tempatnya. Insya-Allah itu nanti di space yang lain.

Makanya, dia ini foto-foto saya yang saya ambil saat pagi hari sambil menunggu mentari bangun dari tempat persembunyiannya. Waktu terbaik bagi saya untuk merenung adalah pagi hari itu. di belakang jendela BTA, di lantai dua yang langsung menghadap langit dan senatiasa menunggu pagi itu.

Foto saya lagi merenung beserta pemandangan alam di belakang jendela BTA LA.

Dia ini:

Graphic36

Tebak lagi ngerenungin apa ayo??

Graphic38Sun Rise

Graphic37lumayan tinggi kan BTA??

Advertisements

1 Response to "Saya Lagi Merenung di Belakang Jendela BTA LA"

poe tau tuh li yang di foto lg ngerenungin apa..

lagi mikir gaya yg bagus gimana kan pas dipoto..
haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 565,653 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: