MENULIS SEUMUR HIDUP

Kalo Pikiran Lagi Mampet

Posted on: November 4, 2009

kawan, tulisan ini saya awali dengan sebuah pertanyaan.

kalo pikiran kawanku sedang mampet, apa yang kawanku lakukan?

banyak cara tentunya. masing-masing orang pastinya berbeda.

sebelum saya memberikan racikan penyegar bagi otak ala saya, saya coba sedikit bagi-bagi pengalaman.

begini:

semalam saya di SMS oleh seorang teman. dulu memang ia sering berkonsultasi pada saya perihal banyak masalah-masalahnya. tapi setelah ia lulus SMA dan masuk ke perguruan tinggi, dia tak lagi sering sharing-sharing dengan saya. saya maklum, pastilah di kampus sana dia banyak mendapatkan teman yang bisa di ajak curhat.

tapi tadi malam tiba-tiba SMS saya. mulanya bertanya singkat.

“kak, lagi sibuk ga?”

saya jawab, “kenapa emang?”

sms nya langsung kaya gini, “ka, kalo lagi marah benar-benar sama orang, apa yang kakak lakukan?”

berhubung saya sedang ada acara pas waktu SMSan itu, akhirnya saya katakan padanya kalo saya sedang ada acara dan sambil memberikan wejangan singkat ini: “kalo saya lagi marah, saya akan marah sepuas-puasnya dengan menulis di catatan harian saya”.

nah kawan, inilah yang sering saya lakukan, menulis di catatan harian. saya selalu menulis di catatan harian. apapun kondisinya. mau lagi senang kek, lagi sedih kek, lagi marah kek (kaya sohib saya tadi), lagi bete kek, lagi mud ga mud kek. apalagi kalo pagi-pagi, hal ini menjadi kewajiban bagi saya.

kenapa saya sering menulis di catatan harian?

apa untungnya menulis di catatan harian?

apakah kalo kita sedang punya beban pikiran, lantas dengan menulis di catatan harian, bebean itu akan musnah?

bagi saya, sekarang ini, jawabannya adalah ya benar. mencurahkan segala unek-unek kita di catatan harian membuat kita jadi lebih ringan pikiran. saya, kalo punya masalah, dan setelah saya tumpahkan semua unek-unek saya di catatan harian, pikiran saya jadi jauh lebih plong setelah menuliskannya.

jika sedang tidak ada masalah, saya akan menuliskan apapun yang terlintas di benak saya saat saya sedang memegang catatan dan pulpen. setelah menuliskannya itulah seperti ada sesuatu yang nambah di dalam diri kita ini. kepala, badan, dan seluruh anggota badan terisi seluruhnya. seperti ban kempes yang baru di cekokin angin. mengembang. begitulah rasa yang saya peroleh setelah menulis di catatan harian. tambahan lagi pikiran jadi jernih kalo apa yang kita tulis itu benar-benar lancar dan mengalir.

lalu berkaitan dengan judul di atas, KALO PIKIRAN LAGI MAMPET, obatnya juga dengan menulis.

bagi orang yang suka berpikir dan merenung, biasanya akan banyak sekali beban-beban yang ada di dalam pikiran. apalagi kalo pas lagi buntu memikirkan tentang sesuatu. maka obatnya bagi saya adalah yang dengan menuliskan tentang apa saja yang sedang kita pikirkan itu. tulisin segala unek-unek yang ada di kepala. kenluarin semua. biasanya, tanpa disadari, saya malah dapet inspirasi dari yang saya tulis itu.

lalu, bagaimana dengan kawanku, apakah sudah menulis di catatan harian???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 550,364 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: