Nur Ali Muchtar

Berniat Pulang Pergi

Posted on: January 15, 2010

sejak awal kulia saia dari semester satu hingga sekarang (masuk semester delapan), saia sudah pernah merasakan berbagai macam tempat kos-kosan. dimulai dari semester satu: saia ngekos satu kamar dengan seorang teman saia yang anak FKM. enam bulan saia hidup satu kos-an bareng sang teman ini. susah senang sudah kami lalui. tapi banyakan senangnya sih. hingga memasuki semester dua, meski saia mengatakan hidup senang, saia tetap merasakan kebosanan. hingga akhirnnya saia memutuskan untuk berpisah. dan memasuki semester dua, saia mulai ngekos seorang diri. enam bulan saia lalui tanpa teman satu kosan. enak memang tapi kadang suka kesepian gitu. akhirnya, diakhir semester dua itu, saia memutuskan untuk pindah kos-an lagi.

kali itu saia ngekos (bisa di bilang ngontrak) dengan 3 orang teman saia yang lainnya. berarti kami berempat di sana. nah, parahnya adalah kontrakan yang kami tempati itu berukuan minimalis. tidak terlalu besar. bisa dibayangkan seperti apa kemeratakan yang terjadi di sana. meski demikian, harus saia akui, saia tinggal dengan teman-teman yang bisa dibilang asik sekali. enam bulan lamanya.

lalu, memasuki semester empat, saia mendapatkan tempat kos-an gratis. enaknya teman, saia bisa sambil ngajar di sana. tak kurang 3 semester saia bisa bertahan di sana. suka duka sudah saia lalui di sana. terus terang saia “makmur” di tempat ini. mungkin karena tempatnya itu gratis tambahan pula saia mengajar di sana.

sekarang, memasuki semester delapan (meski belum skripsi. ups. ketauan dehh), saia berencana untuk pulang pergi. alasannya adalah karena saia pengen aja. pengen merasakan naik motor satu jam setengah untuk berangkat dan pulang lagi seperti itu, satu jam setengah lagi. jauh? jauh memang. lumayan jauh lah. tapi ya saia pengen mesakannya. saia pengen pulang pergi. saia pengen merasakan suasana kuliah yang baru. tentu baru dong. biasanya kan saia ngekos. tapi kalo sekarang pulang pergi, ya bisa dibilang baru kan?!.

tapi permasalahannya kawan, saia itu suka encok sendiri kalo naik motor. itu dulu saia rasakan ketika sma kelas tiga, saia suka mengalami rasa pegal-pegal gitu pada bagian pinggang saia. meski itu dulu dan saia belum tahu gimana sekarang, tapi kan saia harus mengayuh sepeda motor saia satu jam setengah lamanya. bisa jadi di dalam perjalanan saia itu, saia harus menghadapi rintangan semacam macet, hujan, badai, de el el. kira-kira, sanggup ga ya saia pulang pergi sampe lulus?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 561,897 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: