MENULIS SEUMUR HIDUP

Secuil Tafsir Fi-Zhilal Qur’an

Posted on: May 31, 2010

bismillahir rahmanir rahim.

Tadi sore, waktu saya sedang main di kamar teman yang kebetulan satu kost-an, saya melihat Tafsir Fi-Zhilal Qur’an buah karya Sayyid Quthb. Kan rekan-rekan semua sudah tau tafsir itu, kan? Sebagai selingan matematika, saya ambil tafsir itu dan saya baca. Mulanya daftar isi, koment-koment para tokoh di bagian sampul belakang, dan sampai pada kata pengantar dari sang perakit buku. Memang tafsir ini dikenal oleh khalayak sebagai tafsir yang ditulis dengan bahasa sastrawi. Dan inilah salah satu mengapa saya lebih menyukai tafsir Fi-Zhilal dibanding tafsir-tafsir yang lain.

Saya baca halaman demi halaman hingga akhirnya saya sampai pada untaian kalimat berikut:

“Selama menjalani kehidupan –di bawah naungan Al-Qur’an- saya akhirnya sampai pada keyakinan yang pasti dan tegas bahwa tidak ada kebaikan bagi bumi ini, tidak ada kedamaian bagi umat manusia, tidak ada ketenangan bagi manusia ini, tidak ada martabat, keberkahan dan kesucian, tidak ada keharmonisan bersama sunnah-sunnah kauniyah dan fitrah kehidupan.. kecuali dengan kembali kepada Allah.
sedangkan kembali kepada Allah –seperti nampak jelas di bawah naungan Al-Qur’an- hanya memiliki satu gambaran dan satu jalan.. hanya satu tiada duanya.. Yaitu mengembalikan seluruh kehidupan kepada manhaj Allah yang telah digariskan-Nya untuk umat manusia di dalam Kitab-Nya yang mulia. Yakni menjadikan Kitab Allah satu-satunya sumber hukum dalam kehidupannya dan hanya berhakim kepadanya dalam semua urusan. Jika tidak, maka pasti akan terjadi kerusakan di muka bumi, kenestapaan bagi umat manusia, keterpurukan ke dalam lumpur kehinaan dan kejahiliahan yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan selain Allah.”

Ah, sungguh sebuah pernyataan yang keluar tidak asal sembarang keluar. Pastilah ia keluar dari hasil renungan yang mendalam. Mengingatkan kepada kita untuk kembali menengok kitab suci Al-Qur’an yang telah berdebu di rak sana.

Saya juga teringat akan sepanduk-sepanduk yang bertebaran di sekitar depok baru-baru ini yang mengingatkan khalayak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya dalam kehidupannya. Namun hati ini kadang suka berbisik, “engkau sudah cukup tua untuk belajar Al-Qur’an?”. Namun seketika juga suara lain membela, “janganlah engkau berputus asa duhai teman. Lihatlah para sahabat. Bukankah kebanyakan mereka baru bertemu Al-Qur’an saat usia sudah puluhan tahun. Abu Bakar contohnya di usia 38 tahun yang baru belajar Al-Qur’an. Masih berkecil hati?”

“yaya, tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Harus dimulai dari sekarang. Bismillah.”

1 Response to "Secuil Tafsir Fi-Zhilal Qur’an"

kunjungi http://abdoelcharies.blogspot.com/ aku punya software2 islami, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,656 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: