MENULIS SEUMUR HIDUP

Masih Terus Merenung

Posted on: July 23, 2010

masih, masih hingga kini
kebiasaan ini kulakukan
duduk merenung menjelang pagi
usai subuh
bersamaan semburat mentari yang kian menyingsing

sudah hampir tiga tahun ini kulakukan
sejak pertama kali seorang guru mengajarkan
akan pentingnya arti merenung bagi kehidupan

masih kuingat gaung suaranya bergema dalam hati sanu bari
hingga kini
ya, hingga kini:

merenunglah engkau nak
renungi setiap saat akan arti kehidupan
kemana engkau kan melangkah
kemana engkau kan menuju

kenalilah dirimu nak
darimana asalmu
dan bagaimana masa lalumu

merenunglah engkau nak
apa yang sudah engkau lakukan dan berikan utuk kehidupan
jika engkau merasa belum berbuat apa-apa
maka segeralah bergerak
bangkit dan gemakan potensimu pada semesta

merenunglah nak dengan hatimu
karena dari sana, engkau akan kian dekat dengan hati nurani
engkau akan mudah berdialog dengannya
menyelami lautan hikmah kebijaksanaan
dan dari sana, kan kau dapatkan kekuatan

merenunglah nak dalam sepimu
berjuanglah dalam kesunyian yang panjang
dan engkau hanya akan bisa mengenali dan mengalahkan kesulitan terbesar dalam hidupmu: hawa nafsu
jika engkau lebih banyak diam untuk merenung

biarlah nak orang lain tertawa gembira dengan urusan dunianya
tapi engkau nak, engkau tak boleh terbawa oleh arus mereka
engkau harus tetap waspada akan bahaya negatif yang akan timbul dari sana
dan kekuatan kesadaran itu nak, hanya bisa engkau peroleh dengan banyak merenung

teruslah merenung nak
karena seorang bijak pernah berkata:
sumber kejeniusan berakar pada kemampuan seseorang untuk mampu merenung dalam waktu yang lama hanya untuk satu tema
ia mampu tetap memikirkan hal itu meski raganya sedang mengerjakan sesuatu yang lain
dan jika engkau berhasil menemukan “aha” dalam renunganmu
itu pertanda bahwa engkau telah beroleh mutiara

merenunglah terus nak
karena daya konsentrasimu terletak di sana
ketentraman dan kedamaian jiwamu ada di sana
raihlah kebahagiaanmu dengannya

lantas hingga kapan engkau boleh berhenti merenung nak?
hingga engkau tak mampu berpikir lagi
itu artinya, hingga engkau telah mati

Advertisements
Tags:

3 Responses to "Masih Terus Merenung"

walah
kalo aku
seusai shubuh malah ngeliat timeline di twitter sama ngeliat Lensa Olahraga
ehehehe:D

wew…… extreme kyknya.. merenung sepanjang masa…… merenung seperlunya saja….. :mrgreen:

hadohhh,, kok gak bisa posting lage seh. kenapa ini? ada apa dengan wordpress? yang laen pada bisa gak? apa punya saya aja yah yang gak bisa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 546,961 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: