MENULIS SEUMUR HIDUP

Yang Membuat Orang Enggan Untuk Terjun Di Bidang Olahraga

Posted on: August 12, 2010

Salam SCO

Betapa sedih hati saya saat membaca berita berikut:

http://cinta-olahraga-indonesia.blogspot.com/2010/08/hasan-lobubun-mantan-juara-nasional.html

Di sana diberitakan bahwa seorang mantan petinju profesional –Hasan Lobubun- yang pernah merajai kelas bantan nasional era 80-an harus rela menjadi seorang pemulung sampah di masa-masa tuanya. Bahkan ia harus hidup seorang diri dan menggelandang pula. Sungguh ironis. Ia, yang dahulu pernah mengharumkan nama daerahnya dan bahkan Indonesia lewat tinju, harus menanggung pilu kehidupan di masa tuanya. Entahlah, entah siapa yang harus bertanggung jawab atas nasib tragis yang menimpanya. Saya yakin, tidak hanya beliau saja yang nasibnya seperti ini. Mungkin ada banyak atlet lain yang bernasib serupa. Hanya saja mungkin tidak terekspos media.

Apakah pemerintah harus bertanggung jawab akan hal ini? Kalo tidak, lantas siapa lagi yang harus bertanggung jawab! Adakah orang-orang yang merasa terketuk hati nuraninya lantas bergerak untuk membantunya dan membantu atlet-atlet lain yang bernasib serupa? Tidak adakah program dari pemerintah yang intinya bisa membantu para atlet –apalagi yang pernah mengharumkan nama bangsa- yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi di masa tuanya? Lantas dimanakah hati nurani dan balas budi dari orang-orang berkuasa –terutama di bidang olahraga- di negeri ini?

Inilah mungkin yang menjadi faktor kunci enggannya kebanyakan orang untuk terjun di bidang olahraga. Sama seperti saya sewaktu kecil. Olahraga menjadi pelajaran kesekian yang diperhatikan. Ia kalah pamor dibanding pelajaran-pelajaran lain. Bahkan sering pula ia digantikan jamnya untuk menutupi kekurangan jam pelajaran lain semisal saat-saat menjelang UAS dan UAN. Dengan alasan akan makan apa nanti jika terjun ke dunia olahraga, saya pun enggan untuk sedari awal menyatakan hendak terjun di dunia olahraga.

Dunia olahraga masih menjadi dunia kesekian bagi seseorang yang hendak mencari nafkah untuk menopang hidup di negeri ini. Banyak orang takut bernasib sama seperti Hasan Lobubun di atas. Akhirnya, orang enggan untuk terjun ke dunia olahraga. Karena alasan inilah, wajar saja jika negeri ini minim akan prestasi olahraga. Sebabnya tadi: orang takut terjun ke sana karena pemerintah kurang sekali memperhatikan bidang yang satu ini.

Padahal, kalo kita berkaca di “dunia lain” sana, kita akan menemukan fakta yang lain. Di sana, di negeri luar semisal: Cina, Amerika, Jerman, Australia, dll, para atlet sejahtera hidupnya. Sungguh berbeda dengan yang ada di negeri ini. Pemerintah di sana sangat memperhatikan kesejahteraan para atlet dan pula, orang-orang yang memang bertanggung jawab mengurusi masalah olahraga, bekerja dengan sungguh-sungguh demi pencapaian prestasi. Kita bisa melihat orang-orang di negeri Cina sana pergi berbondong-bondong untuk mendaftarkan anaknya untuk masuk di sekolah olahraga. Peran pemerintah terlihat sekali di sana dengan maraknya sekolah-sekolah olahraga yang dibangun. Para orang tua berlomba-lomba untuk memasukan anaknya ke sekolah tersebut dengan satu cita-cita: agar anaknya kelak bisa menggondol medali emas di ajang olimpiade. Terlihat sudah cita-cita mereka.

Bagaimana dengan yang ada di negeri ini? Sudah berapa banyak sekolah olahraga yang telah dibangun? Apakah sekolah yang sudah dibangun itu mendapatkan perhatian yang serius? Apa jaminan di masa tua bagi para atlet –khususnya yang berprestasi- itu?

Ironis sekali memang. Ada banyak hal yang apabila kita telusuri lebih jauh, pastinya akan membuat hati kita miris tak berkesudahan. Tapi kita sadar, bukan saatnya untuk terus mengeluh dan mengeluh. Bukan saatnya untuk mengiba dan hanya mengiba. Saatnya sekarang untuk menyadari bahwa olahraga di negeri ini telah jauh tertingal oleh negara-negara lain. Lihat saja sekarang, kita telah tertinggal dengan negara-negara ASEAN semisal: Singapura, Malaysia, Thailand, dll. Apalagi di tingkat dunia sana. Jauh, jauh sekali olahraga kita.

Lantas pertanyaannya: apa yang sudah dilakukan pemerintah? Kita menagih janji keseriusan kerja mereka. Kita sadar maka harusnya kita bergerak.

5 Responses to "Yang Membuat Orang Enggan Untuk Terjun Di Bidang Olahraga"

Betul sekali, padahal generasi yang sehat dan berprestasi dan berjiwa sportif yang nantinya diharapkan dapat dilahirkan,dimulai dr OR.

ya ampun kasihan banget tuh Hasan Lobubun, benar banget sih memang permerintah kita kurang mensejahterakan olahragawan kita. padahal mereka sudah berjuang kerasa dalam hidupnya untuk mengharumkan nama bangsa. Pak Hasan hanya salah satu contoh dari banyaknya mantan olahragawan kita yang terlantar.. pantes aja generasi muda juga jarang yang mau terjun ke dunia olahraga profesional..
salm dan makasih ya dah berkunjung🙂

salam balik mbak. thx dah berkunjung balik

Kalo pemerintah kurang bergerak, akhirnya pihak swasta yang ikut berperan. Semoga kejadian ini tidak berlarut-larut

kadang kala emang ada orang yang berpikiran kalo dunia akademis (baca: jalur hidup normal) lebih aman. tapi masi ada juga kok orang yang berani nekat di Indonesia dengan terjun ke dunia olahraga🙂 sepupu saya contohnya. baca disini:
http://nadiafriza.wordpress.com/2010/05/15/a-child-from-a-broken-home/🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,123 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: