MENULIS SEUMUR HIDUP

Kami Butuh Reformasi Sepak Bola Indonesia

Posted on: August 17, 2010

Reformasi. Itulah kata yang terus santer terdengar beberapa tahun belakangan: Reformasi persepakbolaan Indonesia. Kita rindu akan prestasi. Kita rindu akan kejayaan sepak bola Indonesia. Kita sadar bahwa lewat sepak bola inilah bangsa kita bisa disegani oleh bangsa lain.

Tapi benarkah reformasi itu telah ada di ranah sepak bola  kita? Apa yang pertama kali harus kita reformasi? Akarnya. Yah, akarnya. Kita harus memotong akar yang tidak kuat menyangga pohon sepak bola Indonesia. PSSI. Itulah akar pohon masalahnya. Itulah tulang nadi yang harus kita reformasi. Disinilah yang pertama-tama harus kita rombak.

Jika PSSI adalah induk cabang sepak bola Indonesia, maka pimpinan tertingginyalah yang harus kita reformasi. Bagi kita yang awam dengan pesepakbolaan nasional, cara termudah untuk mengetahui kinerja organisasi ini adalah dengan menanyakan: “Apa prestasi yang sudah ditorehkan bintang-bintang sepak bola timnas Indonesia di bawah komando PSSI sekarang?”. Jawablah pertanyaan itu. Maka kita akan segera tersadarkan mengapa kita perlu reformasi.

Kita semua tahu, selama dua periode, PSSI dipimpin oleh orang yang sama. Kita juga tahu, prestasi apa yang telah tersaji lewat sepak bola kita selama dua periode itu. Banyak orang yang kesal melihat prestasi buruk yang ditorehkan timnas. Namun, apalah daya kekesalan. Ia hanya akan menjadi pikiran negatif yang terus berkecamuk dibenak setiap orang jika tidak adanya perubahan, segera.

Mungkin kita akan tertawa dengan sendirinya. Mengapa ada orang yang begitu senangnya memangku jabatan dalam waktu yang cukup lama tanpa prestasi. Dan di luar sana, bisik-bisik tak enak menyeruak dengan keras. Santernya bergema seantero negeri. Pertanggungjawabannya ditunggu setiap orang.

Sampai disini kita bertanya: “Apakah ia tak mendengar dan sadar? Ataukah ia terlalu nyaman dengan kursi kuasa yang ada?”.

Anehnya, saat setiap orang bertanya akan reformasi, ia menjawab dengan sangat mantap “Kami telah melakukan reformasi”. Hahah. Kita semua tersenyum untuk kemudian tertawa terbahak hingga akhirnya muntah sekena-kenanya. Kemudian merasa jijik dengan semua omong kosong yang ada.

Betapa tidak jijik. Atas kuasanya itu, ia sengaja membuat aturan bahwa setiap calon ketua PSSI, haruslah seseorang yang pernah berkecimpug minimal 5 tahun dalam statuta PSSI. Padahal, di luar sana, banyak orang-orang kompeten yang siap menggantikan namun tidak pernah terlibat secara langsung di kubu PSSI.

Saudara, hal berbeda jika kita menengok ke negeri seberang, Jepang. Anda kenal siapa pelatih Jepang yang berhasil membawa Negeri Samurai itu lolos ke putara final Piala Dunia 2010 Afsel kemarin? Takeshi Okada. Ia, yang berhasil membawa Jepang berlaga di Piala Dunia itu, memutuskan untuk mengundurkan diri –usai piala dunia- agar Jepang dilatih oleh pelatih lain. Alasannya sederhana: Agar sepak bola Jepang bisa lebih maju lagi.

Berbeda sekali dengan pemimpin kita yang satu ini. Meski prestasi tak ada, suara santer reformasi kian hari kian merebak terdengar, ditambah kasusnya yang berbuntut pada kurungan penjara terhadap dirinya diwaktu lalu (Apa?), ia tak kunjung juga ingin digantikan. Duh gusti. Jangan-jangan, inilah penyakit kronis yang menjangkiti banyak penguasa negeri ini: Penykit tak tahu diri dan enggan untuk beranjak dari kursi empuk kekuasaan.

Semuanya telah terjadi. Tak perlu disesali. Malahan, ada banyak hikmah yang harus kita petik dari semua ini. Jadikan semuanya –baik dan buruk- sebagai pelajaran berharga untuk menatap masa depan. Bangsa kita adalah bangsa besar. Sungguh tidak sulit untuk mencari 11 orang yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional karena kita memiliki 238 juta penduduk. Yang sulit adalah mencari sosok pemimpin yang benar. Benar dalam bertindak. Benar dalam memimpin. Semoga pemimpin-pemimpin kita ke depan adalah pemimpin-pemimpin yang cakap dalam memimpin. Amin.

~Salam SCO~

sumber: sini

Tags:

6 Responses to "Kami Butuh Reformasi Sepak Bola Indonesia"

kalau Nurdin Halid bisa dicopot, baru deh Indonesia bisa lanjut bicarain PSSI nya. Arifin Panigoro juga oke tuh kayaknya🙂

Benar, saya sebagai penggemar bola sangat menginginkan reformasi yang mendasar. Kalo perlu ganti semua orang dalamnya dengan perwakilan dari masing2 klub.😆 *bercanda*

jujur aja nih ya,, saya sebagai seorang yang tingal didesa,, kalo liat pemain timnas payah banget,, bagusan para pemain desa yang berlatih apa adanya dan tanpa jadwal atau pelatih..
lam kenal smuanya.. jabon

lebih parah lagi mereka yang bisa2nya membiarkan dia mengatur dari dalam penjara. huh #keselsendiri😀

ketuanya nggak diganti……
kompetisi nggak ada mutunya……
kerusuhan nomor satu,….

lengkap……

meski sedikit amburadul namun blue tetap mensuport tim nefgara kita…….
bangkit
salam hangat dari blue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,123 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: