MENULIS SEUMUR HIDUP

Indonesia Harus Gigit Jari

Posted on: August 22, 2010

Mau bagaimana lagi. Kembali, lagi-lagi, Indonesia harus gigit jari. Enggak gigit jari, mending gigit kaki aja sekalian. Hehe. Hasil mengenaskan kembali ditorehkan kontingen Indonesia dalam ajang Youth Olympic Games I/2010 Singapura. Kita hanya dapet satu oleh-oleh perunggu dari cabang angkat besi atas nama Dian Safitri. Ia berlaga di kelas 53 kg. Fiuhhhh… Cape deh.

Kata salah seorang petinggi olahraga Indonesia, ia sebenarnya telah memprediksi sebelumnya kalo Indonesia akan kembali melempem di ajang ini. Sama seperti kejuaraan remaja Asia beberapa waktu yang lalu. Lho?? Udah bisa memprediksi gagal kok masih aja berani ngirim.

Ungkapnya, karena keterbatasan dana, Merah Putih hanya bisa mengirimkan 14 atlet (dari total 3.600 atlet yang ikut berpartisipasi) yang berlaga di 7 cabang (dari total 26 cabang yang diperlombakan). Berbeda dengan Thailand yang mengirimkan dutanya sebanyak 39 orang. Makanya, hasilnya juga beda. Thailand berhasil mengantongi 3 emas dan 3 perak. Jadi, mereka masuk skuad 10 besar. Sedang Indonesia, nun jaaauuuuuhhhhhh di sana, dengan rasa malu, harus menerima pil pahit kenyataan berada di peringkat 57. Yang lebih mengenaskan lagi adalah kenyataan Vietnam dan Singapura mengejek di posisi atas dari Indonesia (data hingga 20 Agustus 2010 waktu Singapura). Anehnya, dua medali emas dari tiga yang berhasil dikumpulkan Thailand, berasal dari cabang bulu tangkis. Duh, sungguh menohokkkk.

Logika sederhananya begini. Dari 14 atlet yang dikirim itu, pasti mereka yang terbaik yang Indonesia kirim. Yang terbaik aja hanya bisa mempersembahkan satu medali perunggu. Apalagi yang tidak terbaik. Jadi, kalaupun kita mengirimkan jumlah atlet yang lebih banyak lagi, rasa-rasanya, itu hanya akan menghambur-hamburkan pulus saja. Ya toh? Kita peroleh sebuah kesimpulan. Yang jadi masalah disini adalah bukan banyaknya atlet yang harus kita kirim. Tapi kualitas dari atlet tersebut.

sumber gambar: sini

Memang ajang ini baru akan berakhir tanggal 26 Agustus 2010 nanti. Tapi agaknya, probabilitas Indonesia untuk menambah dulangan emas sangat kecil sekali. Pasalnya, Indonesia hanya menyisakan satu cabang yaitu balap sepeda yang akan bertanding hari Minggu ini.

Kadang negara kita ini aneh. Kita punya jumlah peduduk terbesar ke tiga di Asia. Tapi kita kalah dengan negara-negara yang jumlah penduduknya jauh di bawah kita. Gak usah jauh-jauh, bandingkan saja dengan negara super mini seperti Singapura. Palingan jumlah penduduk mereka cuma 5 jutaan. Indonesia berapa? Hampir menyentuh 240 juta. Berapa kali lipat ya?

Ada lagi alasan kalo kita gak punya dana besar untuk pengembangan olahraga Indonesia. Menurut hemat saya, bisa aja tuh dicari jalan keluarnya kalo kita emang sungguh-sungguh niatnya pengin ngembangin olahraga di Indonesia. Buktinya, Thailand dan Vietnam aja bisa tuh.

Tapi bagi saya, peluang Indonesia untuk bisa berjaya di bidang Olahraga itu masih begitu besar. Karena tadi itu. Kita punya stok penduduk yang sangat besar dari berbagai latar belakang sosial budaya dan geografi. Coba kita tengok potensi orang-orang Ambon di sana. Pasti banyak sekali atlet-atlet berbakat di sana. Hanya saja, permasalahannya, mungkin tidak tersentuh dan notabene, orang-orang yang berbakat itu, enggan untuk terjun ke dunia olahraga. Alasannya simpel: perhatian pemerintah di bidang olahraga ini sangat kecil. Dengan alasan, mau makan apa nanti kalo terjun ke dunia olahraga, menyebabkan mereka enggan deh untuk jadi atlet. Betul tak?

27 Responses to "Indonesia Harus Gigit Jari"

keterbatasan dana? tanya kenapa?

Setelah di break down… jawabannya adalah satu… “MALAS!”

hmm bila itu menjadi keseringan lebih baik ga usah ngirim atlet aja. biar latihan terus .kasian ya atletnya hmm lebih baik sejahterakan saja setelah itu bagi2 bonus .Prestasi untuk mencapai kebanggan kebagaan untuk mencapi kebahagian. dan bila sudah bahagia karena kesejahteraan kan ga perlu kirim atlet lagi abis tujuan atletnya dah tercapai

ALasan apa lagi kalo bukan dana pelatihannya yang gak ada?😡
Ato mungkin… dananya ada, tapi dicatut..?? *hush, gak boleh su’udzon*😦

Ato mungkin lagi… pemerintah pusat gak mau ngasih dana…?

bisa jadi dananya lari ke tempat lain sob

Ternyata Indonesia miskin y?
biayain atlet bwt mengharumkan nama Indonesia aja pake perhitungan segala. ckckck

mungkin sebaiknya jadi orang “sugih” dulu baru jadi atlit supaya bisa mendanai diri sendiri kalo mau berlaga di Internasional…(iya kali…!)

wah mas, kalo nunggu “sugih” dulu, kapan bisa tandingnya ya??hmmm…

kalo menurutku sih
sebenarnya di indonesia ada buanyak bakat, tapi orang tua enggan memberi dukungan akibat tidak ada fasilitas yg memadai dari pemerintah (dan elemen lain)

kalo gini siapa yang salah coba ?

semoga segera bangkit kejayaan pemuda pemudi indonesia..
salam hangat dari blue

hebat. bahkan kamu masih ngikutin beritanya.. saya udah males baca beritanya di koran. cukup tau aja kalo YOG kemaren diadain di Spore :p

mudah-mudahan ke depannya, berita-berita yang qt baca dari atlet-atlet indonesia adalah prestasi prestasi dan prestasi.

dari dulu masalah kekurangan dana masih menjadi masalah yang akut ya?!

salam kenal🙂, kalo lihat di TV, banyak anak2 yg berprestasi, berbakat, ga dilanjutkan sekolahnya, karena ga punya biaya, semoga kedepannya lebih terperhatikan

semoga indonesia lambat laun smakin eksis dan prima di dunia olah raga maupun dunia lain..
salam olah raga, brow..

Siapa yang salah??

kekurangan dana???

hmmm..masa sih???tanya kenapa..🙂

atlit2 kita memang sangat prohatin kondisinya. tidak terperhatikan dengan baik..

prestasi kita sekarang malah banyak di bidang olimpiade sains ,ketimbang olahraga.

*mukadatar* prihatin…
Tapi tetap optimis, olahraga kita akan berjaya lagi!🙂
Salam,
Eka

saya tahu, di saat atlit-atlit negara lain berlatih dengan mesin atlit kita hanya belatih dengan alat sederhana yang itu pun seadanya.

sompret!!! ini gara-gara pengurusnya juga makanin uang jatah atlit sih …😦 sampai kapan pun enggak akan maju kalau begini …

Sempet dengar dari iklan, buat para pemuda agar menjadi atlit dan mengharumkan nama indonesia. Dan posisi atlit katanya sangat dihargai.
LOL.. padahal buktinya NOL. Apa harus SANGAT berprestasi dulu hingga orang lain yang lebih kenal, baru negara mengenalnya??

itulah bangsa kita, talenta-talenta baik justru bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu yang pertama-tama menghargai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,989 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: