MENULIS SEUMUR HIDUP

Saya Tidak Pacaran

Posted on: November 27, 2010

Setiap orang pasti punya prinsip-prinsip hidup yang akan dipegang dalam mengarungi bahtera kehidupannya. Tidak terkecuali saya. Ada satu prinsip yang alhamdulillah telah saya pegang selama saya kuliah hingga saat ini. Yaitu: Tidak Berpacaran. InsyaAllah prinsip ini akan saya pegang hingga nanti saya punya istri yang sah. Barulah nanti saya akan berpacaran. Jadi pacarannya setelah nikah. hehehe

Jujur untuk saya pribadi, prinsip ini tidak mudah untuk saya pegang. Terlebih apabila pergaulan saya dengan lingkungan yang bisa membuat saya kuat untuk tidak berpacaran, semakin jauh. Lingkungan yang saya maksud di sini adalah lingkungan TARBIYAH.

Awal-awal kuliah dulu, saya sempat aktif di rohis kampus. Di sana, saya bergaul dengan orang-orang yang hampir seluruhnya memiliki prinsip hidup tidak berpacaran karena alasan agama. Di lingkungan ini, mudah saja bagi saya untuk tidak berpacaran. Bahkan terkadang, saya memandang jeles gitu ke arah orang-orang yang telah “menggadaikan” dirinya untuk berpacaran. Tapi sekarang, saat saya sudah tidak lagi di lingkungan yang seperti itu, godaan untuk berpacaran demikian besar.

Beruntung ada satu kegiatan yang membuat saya merasa “terikat kontrak” untuk tidak berpacaran. Yaitu: TARBIYAH (liqo). Mungkin bagi sebagian rekan-rekan sudah tau seperti apa pengajian yang dinamakan liqo ini. Mungkin juga ada yang belum tau. Intinya disini, lewat kegiatan liqo yang saya ikuti sejak awal saya kuliah (bahkan semenjak SMA yang dikenal dengan mentoring) hingga sekarang dan insyaAllah hingga meninggal kelak, saya merasakan adanya sebuah penjagaan yang terbentuk secara kontinu dalam hidup saya. Setiap minggu saya berkumpul untuk mendapatkan sedikit materi dari sang murabi (guru) dan saling sharing mengenai kondisi dan masalah yang kita hadapi. Disinilah penjagaan itu terbentuk.

Beberapa malam yang lalu saya coba berpikir ulang dan mengevaluasi perjalanan saya lewat liqo’at ini. Hingga akhirnya, saya sepakat dengan perkataan salah satu ulama besar Tarbiyah: “Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bermula dari Tarbiyah”.

Saya memang belum mendapatkan segala-galanya lewat tarbiyah ini, tapi saya mempunyai keyakinan bahwa jika saya komitmen menjalankan tarbiyah ini, segala sesuatunya pasti akan berubah.

Beberapa hal penting yang saya dapatkan lewat tarbiyah ini adalah komitmen saya untuk tidak berpacaran. Yang lainnya adalah terkikisnya sedikit demi sedikit sifat ego dan ambisi berlebih dalam diri saya. Jujur, hal yang terakhir ini yang banyak merubah hidup saya sekarang.

InsyaAllah, selama saya masih mengikuti kegiatan liqo ini, saya mampu untuk menjaga prinsip saya untuk tidak berpacaran. Jadi apabila suatu saat saya berpacaran, hampir bisa dipastikan bahwa saya sudah tidak liqo lagi. Semoga hal ini tidak terjadi. AMIN.

Tulisan ini cuma sekedar sharing atas apa yang saya dapatkan lewat tarbiyah. Motivasi lainnya tidak ada. Semoga bermanfaat.

 

3 Responses to "Saya Tidak Pacaran"

“Jadi apabila suatu saat saya berpacaran, hampir bisa dipastikan bahwa saya sudah tidak liqo lagi.”

pilihannya jadi dua lah,, kalo berpacaran itu artinya sudah tidak liqo lagi, atau sudah menikah.. ya kan?:mrgreen:

saya setuju sekali sama pendapat kk…
yg ini niyh “Tidak Berpacaran. InsyaAllah prinsip ini akan saya pegang hingga nanti saya punya istri yang sah. Barulah nanti saya akan berpacaran. Jadi pacarannya setelah nikah.”

Semangat…
Memang, godaannya begitu besar. Tapi, kalo udah niat, insya Allah, kita pasti bisa…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,656 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: