MENULIS SEUMUR HIDUP

Asian Games Usai, Indonesia Harus Puas Di Peringkat 15

Posted on: November 28, 2010

Ada yang seneng Indonesia menempati peringkat 15 di ajang Asian Games ke enam belas Guangzhou, Cina? Saya yakin, banyak rekan-rekan yang mencibir atau bahkan meradang akan peringkat Indonesia ini. Termasuk juga saya yang selama dua minggu belakangan, turut juga mengikuti pertandingan-pertandingan di ajang Asian Games lewat TVRI, koran dan internet. Tapi biasanya, ada satu kelompok yang akan mengatakan: “Kami puas dengan hasil ini” atau “Kami tidak menyangka dengan perolehan medali merah putih” atau “Selamat kepada kontingen merah putih” dan banyak ungkapan-ungkapan kepuasan yang lain dari kelompok yang satu ini.

Siapa dia kelompok itu? Siapa lagi kalo bukan Menpora dan KONI. Mereka akan mengatakan: “Perolehan Medali kita meningkat dari tahun lalu. Peringkat kita juga naik”. Iya kalo ngeliatnya dari medali dan peringkat. Tapi coba bandingkan dengan tetangga kita di sebelah. Thailand berhasil menggaet 11 emas. Malaysia, yang dibilang musuh bebuyutan kita itu, berhasil mencuri 9 emas di ajang Asian Games ini. Indonesia cuma menjadi yang ke tiga di Asia Tenggara.

Entah apa lagi yang akan menjadi alasan dari pihak yang paling bertanggung jawab itu. Buat saya, simpel, letak kegagalannya adalah perbandingan jumlah penduduk. Jauhhhhh sekali jika kita ngebandingin jumlah penduduk antara Thailand dan Malaysia dengan negara kita ini. Harusnya, lebih banyak peluang bagi kita untuk mendapatkan atlet-atlet berbakat yang bisa menyumbangkan medali. Nyatanya tidak demikian. Bandingkan dengan Cina yang bisa memanfaatkan keunggulan jumlah penduduk ini.

Jika kubu KONI merasa puas dengan empat medali yang berhasil diperoleh kontingen merah putih, saya yakin ini hanya sebuah dalih untuk menutup-nutupi kegagalan pembinaan. Kita tau tiga emas yang berhasil disumbang oleh tim dragon boat dan satu emas dari bulu tangkis bukan sepenuhnya produk gemblengan KONI dan Kemenpora. Dragon Boat adalah hasil gemblengan PAL semasa Menpora Adhyaksa Dault, bukan PRIMA sekarang. Markis Kido dan Hendra Setiawan malah bukan binaan dari PBSI. Jadi, yang dapet emas itu bukan dari program PRIMA yang telah menghabiskan duit entah berapa.

Terlepas dari semuanya itu, bangsa ini tetap menyimpan peluang besar untuk bisa kembali merajai minimal olahraga di kawasan Asia Tenggara. Kita optimis akan hal ini. Semoga di ajang Sea Games 2011 nanti yang kebetulan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, kita bisa membuktikannya. Semoga pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa segera mempersiapkannya dengan sebaik mungkin jika tidak mau kecolongan lagi dengan Thailand dan Malyasia. Semoga tidak ada lagi alasan-alasan klasik: “Persiapan kurang”, dll. Semoga Indonesia kembali jaya. AMIN

Advertisements

2 Responses to "Asian Games Usai, Indonesia Harus Puas Di Peringkat 15"

Ayo Indonesia, tetep semangat buat next asian games, walau cina dapat lebih dari 100 medali emas. Tapi Indonesia juga pasti bisa 🙂

setidaknya ada medali lah… 😀

meskipun emang kurang sih…ndak sebanding dengan jumlah uang yg sdh dibuang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 550,361 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: