MENULIS SEUMUR HIDUP

Kehebatan Alfred Riedl

Posted on: December 19, 2010

Luar biasa, kedatangan Alfred Riedl ke Indonesia benar-benar membawa angin segar bagi perubahan sepak bola negeri kita. Awalnya saya sempat sangsi dengan entrenador yang satu ini. Pasalnya, aksi debutannya harus diwarnai kekalahan telak Merah Putih 7-1 atas Uruguay. Tapi nyatanya, hingga hari ini, hal tersebut terbantahkan. Saya justru menilai kinerja bang Alfred benar-benar apik. Coba kita lihat pasca kekalahan telak tersebut, Indonesia malah menang berturut-turut atas lawan mereka. Indonesia menang lawan Maladewa, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, Laos, Thailand dan Filipina. Total sudah tujuh kemenangan. Dan jika kita membandingkan dengan kekalahan yang dialami kala menjamu Uruguay, kita dapatkan skor yang klop dengan jumlah kemenangan dan kekalahan yang diperoleh Timnas tercinta. Menang 7 kali dan kalah 1 kali.

Bang Alfred terkenal dengan sikap disiplinnya terhadap pemain. Hal yang paling mendukung akan tesis ini adalah kala ia mendepak striker berbakat Indonesia asal papua, Boas Solossa. Pasalnya, akang Boas ini suka telat datang saat dipanggil tuk pemusatan pelatihan. Beberapa kali memang masih diberi kesempatan, tapi tetap saja yang namanya Alfred, ia tak peduli dengan status pemain yang berlabel bintang. Dengan mudah ia mendepak Boas hingga tak kita dengar lagi namanya di Piala AFF saat ini.

Di atas sedikit saya singgung mengenai ketidak silauan bang Alfred terhadap label bintang pemain. Terbukti ia mencoret mentah-mentah Boas. Dan, kalau anda amati skuat timnas yang ada saat ini, rata-rata adalah para pemain muda yang namanya baru mulai muncul ke pentas sepak bola nasional. Tak kita liat lagi para pemain bintang macam: Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Ismed Sofyan, Charis Yulianto, dll. Bahkan pemain legenda macam Bambang pun sering sekali dibangku cadangkan. Terbukti kan?

Sifat lainnya dari bang Alfred yang patut kita acungi jempol adalah no intervensi. Mirip seperti pelatih number wahid saat ini, Jose Mourinho yang menukangi Real Madrid. Keduanya tak mau ada campur tangan dari pihak manapun saat menggembleng anak-anak asuhnya. Alfred tak mau ada intervensi dari PSSI. Bahkan ia sempat berpolemik dengan manajer timnas Andi Darussalam Tabusala yang terkesan ingin mengintervensinya. Tapi, Riedl tetaplah Riedl. Ia tetap menjadi dirinya meski tak mendapat simpatik dari pengurus PSSI besutan Nurdin Halid saat itu. Hasilnya, bisa kita lihat Indonesia seperti yang sekarang ini. Dan tak lupa karakter lain dari bang Alfred ini adalah sikap dinginnya itu. Kalo kata orang, cuuullll. Awkwkwkw. Inilah mungkin karakter yang paling menonjol dari sosok pelatih yang sudah malang melintang menukangi berbagai negara dan club-club di dunia.

Ia, bersama-sama para pemain, telah berhasil menaikkan peringkat Indonesia di mata FIFA. Posisi Indonesia kini terus meningkat. Terakhir, timnas berhasil naik 8 peringkat berkat penampilan ciamik-nya di ajang AFF. Kini Indonesia berada di peringkat 127 dunia versi FIFA. Jika berhasil juara di Piala AFF ini, buka tidak mungkin posisi Merah Putih kian terdongkrak.

Ah bang Alfred, dirimu, sungguh. Kuucapkan terima kasih yang terdalam tuk sentuhan dingin tanganmu atas Garuda. Semoga garuda bisa terus terbang tinggi tuk menggapai mimpi. Sekaranglah saatnya tuk menancapkan kuku di ketinggian langit sana. Gapailah asa demi sebuh cita-cita mulia mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Kuyakin pasti bisa.

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang.
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang.
(Lirik: Garuda di Dadaku By Netral)

Alfred Riedl

2 Responses to "Kehebatan Alfred Riedl"

Haha, gini dong yang namanya pelatih.😀
Benny Dolo? Siapa tuh? Pelatih bola?:mrgreen:

Dan lagi, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Ismed Sofyan, dan Charis Yulianto? Siapa ya?😆
Memang, kita gak boleh melupakan jasa2 mereka…
Tapi tetap, saya rasa tim yang sekarang lebih yahud.🙂

Eh eh eh, kalo Boas masuk timnas ini, apa Okto juga bakal dipake?
Gimana ya, kalo Boas dan Okto dipasang di sayap kiri dan kanan?😀

makin yahud aja pastinya sop. ada untungnya juga boas gak di panggil:
1. muncul bintang baru pengganti posisinya boas: irfan, yongki and gonzales
2. memberikan pelajaran tentang kedisiplinan pada para pemain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,163 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: