MENULIS SEUMUR HIDUP

Jika Boleh Memilih Tempat Tinggal

Posted on: April 27, 2011

Saat ini, yang kepikiran di dalam benak saya, jika saya boleh memilih hendak dimana tempat tinggal saya, maka saya akan memilih untuk tinggal di kukel UI tempat saya ngekost saat ini. Tentu ada berbagai macam pertimbangan yang membuat saya kok ngerasa kerasan gitu tinggal disini. Padahal saya ngekost di kukel sini baru dua bulan lamanya. Maklum lah coz selama ini saya hidup seperti orang nomaden jaman manusia purba doeloe. Berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kegiatan nomaden saya yang satu ini juga tentu beralasan. Tapi saya tidak akan menceritakannya di tulisan ini. Ada episodenya sendiri. Tunggulah. Yang pasti, kost-an saya yang sekarang ini adalah tempat singgah saya yang ke-8 selama masa kuliah saya hingga saat ini. Banyak sedikit menurut saudara? Yang jelas, saya belum pernah menemukan seorang mahasiswa yang kepindahan kost-annya itu lebih besar dari 8 kali. Mungkin saudara lebih dari 8 kali?

Back to topik. Alasan saya ingin tinggal di kukel UI sini adalah:

Pertama. Lokasinya dekat sekali dengan UI. Bahkan kukel ini langsung berbatasan dengan UI karena letanya secara geografis ada di belakang UI. Lintang bujur barat bujur tumurnya saya tidak tau. Tanyakan saja pada orang-orang geografi.

Pertanyaannya adalah emang kenapa kalo letaknya deket sama UI?

Hehehe, bolom tau ya enaknya berada di lingkungan UI?

Nih, biar saya ceritakan. UI itu kan salah satu kampus terbaik di Indonesia, jadi ketika kita tinggal di lingkungan UI sini, secara otomatis kita telah tinggal di kumpulan orang-orang terbaik yang ada di Indonesia. Meski tentunya ini tidak menjamin kita jadi baik. Tapi teman pasti mafhum dong pengaruh lingkungan terhadap kehidupan seseorang itu seperti apa? Bahkan ada seorang bijak pernah berkata bahwa jika kita hendak melihat orang itu seperti apa, maka lihatlah lingkungan tempat ia tinggal. Hampir bisa dipastikan bahwa kehidupannya tidak akan jauh beda dengan lingkungan tempat ia tinggal.

Masyarakat yang tinggal di sekitar UI sini, kalau saya amati dengan kaca mata penglihatan saya dan dari beberapa orang yang saya kenal, adalah percampuran antara penduduk asli depok dengan para pendatang. Nah para pendatang ini kebanyakan adalah para mahasiswa yang dahulu hanya ngekost karena kuliah di UI. Tapi, setelah mereka lulus, bekerja dan berkeluaraga, mereka memutuskan untuk tinggal di sekitar UI sini. Bolum lagi dosen-dosen UI yang memang dengan sengaja membuat rumah di sini dengan alasan bisa lebih dekat jika mengajar.

Tentu lingkungan yang seperti ini jauh lebih berpendidikan dan jauh lebih maju dong jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang agak terpencil.

Kelebihan yang lain dari UI adalah daya tariknya untuk mengundang tokoh-tokoh besar untuk hadir di acara-acara yang lingkupnya tidak hanya nasional, tapi juga internasional. Contoh misalnya dalam satu bulan ini saja UI telah kedatangan tiga orang tamu besar para pemimpin negara yaitu presiden Turki, perdana menteri Timor Leste serta sulatan Bruneidarussalam. Belum lagi beberapa waktu yang lalu UI kedatangan presiden Amerika, Barack Obama. Apa untungnya buat kita-kita yang tinggal di deket UI? Tentu dong kita bisa melihat orang-orang besar tersebut secara langsung jika memang masyarakat umum boleh mengikuti acara tersebut. Harapannya adalah kita beroleh semangat dan inspirasi dari tokoh-tokoh besar tersebut agar kita juga bisa menjadi orang hebat seperti mereka. Amin.

Kedua. Keuntungan yang lain kalo kita tinggal di dekat UI adalah fasilitas alam tempat kita untuk berolahraga sambil rekreasi bareng keluarga. Tak bisa dipungkiri bahwa UI adalah salah satu kampus terasri dan terindah yang dimiliki bangsa Indonesia. Saudara pernah ke UI? Silakan cari kampus-kampus lain yang lebih asri dan lebih indah ketimbang UI. Tentu saya bukan bermaksud untuk merendahkan kampus-kampus lain. Mohon maaf apabila ada kesan seperti ini. Tapi, inilah UI dengan segala fasilitas bagus yang ada di dalamnya: hutan UI, danau UI, gedung-gedung perkuliahan, rektrat, balairung, stadion, bikun, jalur sepeda, gymnasium, lapangan-langan bola, perpustakaan, wifi, dll.

Ketiga. Saya memiliki hobi berolahraga khususnya lari dan main bola. Di UI ini keduanya mudah sekali untuk saya lakukan. Sering sekali saya lari di kampus UI baik itu pagi, siang ataupun sore. Segar, benar-benar segar kalo lari disini. Banyak sekali pohon-pohon rindangnya. Hutannya masih asri dengan pohon-pohon besar yang tersebar di sekeliling UI. Entah ada berapa banyak jenis pohon yang ada di UI sini. Tapi yang jelas, saya merasa sehat berada di sekitar lingkungan UI.

Jujur saya agak sedikit jenuh tinggal di Jakarta Utara. Kawan kan tau gimana Jakarta Utara itu? Kota pelabuha pelabuhan yang dekat dengan laut. Maka terbayanglah truk-truk besar beriringan dengan kontainer raksasa mengepung kita di segala penjuru angin saat kita berada di jalan raya. Panas, debu, asep, ngebu, dll. Tentu ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat yang hidup di kawasan Jakarta Utara.

Kebetulan seminggu sekali saya pulang ke rumah di kawasan Jakarta Utara ini. Seumpama saya berangkat kembali menuju depok, maka saya merasa seolah-olah saya memasuki surga firdaus saat saya sampai di kampus UI. Adem, teduh, segar, penuh pemandangan asri di sekeliling. Beda jauh sekali dengan kondisi lingkungan yang ada di Jakarta Utara.

Inilah salah satu faktor yang membuat saya sangat ingin tinggal di lingkungan UI. Faktor kesehatan.

Empat. Kemungkinan ke-4 karena saya ingin memanfaatkan dan mencari peluang bisnis dari kampus UI.

Nah, ini sekedar unek-unek dari keinginan saya bertempat tinggal suatu hari nanti jika saya berkeluarga. Bisa jadi ada tempat lain yang lebih baik dan lebih kondusif demi menunjang diri kita jadi lebih baik, maka tolonglah ceritakan pada saya dimana gerangan itu?

8 Responses to "Jika Boleh Memilih Tempat Tinggal"

poin yg kedua kapan2 difoto, mas.😀

pengen lihat. orang2 kecil seperti saya lihat lewat gambar aja sdh senang.

Wah… nanggung banget mas,, sekalian dong tempel fotonya.
kek gimana sih UI itu, bikin penasaran aja..😀

searcing2 aja om di paman gugel. kayaknya banyak dech🙂

emang biaya hidup di UI kira” brp sebulan?
makan + nge kos brp kk?

biaya kost rata-rata 300rb/bulan. uang makan, rata-rata 7-8rb tiap kali makan, tapi bisa diirit-irit lagi atau bahkan lebih mahal dari itu, tergantung selera makan kita.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,816 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: