MENULIS SEUMUR HIDUP

Cinta Terhalang Tradisi

Posted on: April 30, 2011

Hatinya tercekat. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat ia mengingat kejadian itu. Kejadian yang membuatnya jatuh tersungkur tak berdaya seperti saat sekarang ini. Ia harus menelan pil pahit kenyataan bahwa cintanya harus kandas di tangan orang tua sang gadis. Ibu sang gadis tak setuju menikahi anaknya dengan pria itu hanya karena alasan yang tak masuk diakal: tradisi. Tradisi sukunya yang Arab tak mengizinkan anaknya untuk dinikahi oleh orang di luar suku Arab. Hanya karena itu. Sesederhana itu cintanya menuju pelaminan harus kandas. Tragis. Kejam. Tak berperikemanusiaan. Putus asa. Lemah tak berdaya. Nasibnya kini.

Padahal, jika sang ibu mau membuka hati sedikit akan perjuangan pemuda itu, pantaslah dirinya merasa iba. Iba sekaligus kagum pada pemuda itu, seharusnya. Segalanya telah ia lakukan. Segalanya telah ia kerjakan. Hanya untuk pujaan hatinya itu. Tak terhitung hari lamanya ia berjuang untuk mempersiapkan diri jika seandainya cintanya itu bermuara juga pada pernikahan. Ia telah mempelajari segala sesuatunya terkait pernikahan. Mulai dari mengapa ia ingin menikah? Mengapa gadis itu yang ia pilih? Apa arti pernikahan bagi dirinya? Untuk apa dia menikah? Mau dibawa kemana keluarganya kelak setelah menikah? Sampai pada tataran teknis tentang bagaimana suami istri berhubungan. Tak lupa, ia pun telah mempersiapkan diri mempelajari segala sesuatu terkait hak-hak dan kewajiban pasangan suami istri. Pengetahuan tentang anak pun tak luput dari pikirannya.

Mentalnya jauh-jauh hari telah dipersiapkan. Ia tak mau gegabah mengambil keputusan itu. Keputusan untuk menikah. Harus ada alasan yang tepat bagi dirinya mengapa ia ingin menikah. Ia tak mau tergesa-gesa. Keputusannya untuk menikah adalah keputusan yang matang mengingat usianya telah cukup untuk menuju bahtera rumah tangga. Semata-mata ia takut terjerumus kedalam kenistaan. Semata-mata ia takut berlumur dosa. Semata-mata ia ingin menjalankan sunah Rasul.

Ia pun mulai melatih dirinya dalam hal kemampuan menciptakan materi. Tidak, tidak. Dia tidak hanya melatih, tapi dia telah membuat materi itu. Dia telah menghasilkan cukup uang untuk meminang sang gadis yang ia kumpulkan dari kerja serabutan membanting tulang. Meski tak terlalu besar, tapi uang itu cukup untuk biaya perkawinannya. Karena memang kesederhanaan yang ia inginkan. Buat apa bermewah-mewah? Ia berpikir, toh lebih baik uang itu diinvestasikan saja pada hal-hal yang menunjang masa depannya kelak.

Tapi itulah kenyataan. Kenyataan bahwa cintanya tertolak. Bukan oleh sang gadis. Justru oleh orang tua sang gadis. Maka untuk melampiaskan rasa kecewanya itu, ia pun memutuskan untuk mengembara. Pergi ke suatu tempat yang sangat jauh antah berantah. Tujuannya hanya satu: untuk dapat melupakan sang gadis.

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan. Hingga suatu ketika, ia mendengar kabar bahwa sang gadis pujaan hatinya itu bunuh diri karena tak kuat menjalani kehidupan bersama pria pilihan ibunya. Tragis.

Melihat kenyataan itu, sang pemuda hanya menarik nafas dalam-dalam dan berkata dalam hati, “Seandainya …”

Hikmah: semoga para orang tua sadar bahwa ada hal yang jauh lebih penting ketimbang hanya memikirkan masalah tradisi. Yang jauh lebih penting untuk diperhatikan adalah masalah hati. Dua hati seiman yang telah terpaut dengan cinta, layaklah untuk kita dukung menuju pelaminan. Permudahlah dan jangan dipersulit. Niscaya Allah akan meridhai perkawinan mereka. InsyaAllah berkah.

5 Responses to "Cinta Terhalang Tradisi"

lagi tema cinta akhir2 ini? =p

panggilan jiwa gam. hehe
btw, gimana, dah hafal berapa juz?

wah ini cerita pribadi yah mas? saya juga pernah dulu seperti itu..hahha…

ini dari infotaiment om. hehehe

Kenapa hanya krn tradisi….mereka memisahkan dua hati yg tlah menyatu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,123 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: