MENULIS SEUMUR HIDUP

Syaratnya Adalah Jiwa Yang Menyatu

Posted on: May 5, 2011

“Kebahagiaan perempuan tidak terletak pada kemuliaan sang suami, bukan pada kehormatan dan kelembutannya, tapi pada cinta yang memadukan jiwanya dan jiwa lelaki yang dicintainya”. (Khalil Gibran).

Itulah kata-kata dari penyair besar tempo lalu, Khalil Gibran yang membuat saya seolah berhenti bernafas dan tertegun bak melihat bidadari cantik live di depan mata. Mungkin saya salah kaprah. Mungkin saya salah memahami. Entah karena saya terlalu inferior terhadap diri sendiri atau karena memang saya belum memahami hakikat dari cinta itu sendiri. Yang terbentang di benak saya sejak lama adalah meyakini bahwa seorang wanita pasti mencari seorang pria dengan segala kelebihan-kelebihannya. Dengan segala daya tarik pesona yang menelingkupi seluruh kepribadiannya. Dengan segala prestasi emas yang mampu ditorehkan di langit jingga kehidupannya. Dengan segala hal lebih lainnya meliputi aspek spiritual, emosi, pikiran, fisik, materi dan lainnya. Saya kira, itulah yang menyebabkan seorang wanita/istri akan mendapatkan segala kebahagiannya di dunia ini. Dari seorang pria/suami yang memiliki kualifikasi lengkap plus plus seperti yang telah terjabarkan di atas.

Tapi tidak bagi sang penyair Khalil Gibran. Kebahagian istri tidak terletak pada itu semua. Secara sederhana dan amat sangat sederhana, ia mengultimatum dunia dengan keyakinan pemikirannya bahwa seorang istri hanya akan bahagia jika ia bertemu dengan kutub pasangan yang tepat dengan dirinya. Pasangan yang tepat dicintai dan mencintai dirinya. Tidak perlu materi, tidak perlu fisik, tidak perlu prestasi, tidak perlu kehormatan, tidak perlu kelebihan-kelebihan lainnya. Simpel hanya satu syarat lengkapnya: jiwanya menyatu dengan jiwa pria idamannya. Ia menjadi pakaian bagi sang pria dan sang pria menjadi pakaian bagi dirinya.

Inilah yang menyebabkan mengapa banyak sekali kita temukan dalam sejarah umat manusia bahwa ada wanita cantik miskin yang hidup dengan penuh kesederhanaan menolak pinangan seorang raja yang tidak hanya berkuasa, tapi juga kaya raya, tampan rupawan, terpandang sedunia, terhormat bak seorang nabi, berprestasi di segala bidang dan memiliki banyak kelebihan lainnya. Ia lebih memilih hidup dengan pemuda sederhana yang hidup di desa yang suapan nasinya ia peroleh dari menggembala ternak domba. Adakah yang bisa menjelaskan fenomena ini kecuali isyarat bahasa cinta?

Ataupula kejadian lain ini. Kenyataan bahwa pangeran Carles lebih memilih Camilla Parker yang notabene lebih tua dan tidak lebih cantik ketimbang Lady Diana yang kecatikannya mampu membius dunia dan wajahnya serupa boneka. Rahasianya cuma satu: sang pangeran tak menemukan kecocokan jiwa dengan puteri yang pernah menjadi icon dunia itu. Hatinya lebih menyatu dengan Camilla.

Dari sini, bolehlah kita ambil sebuah hikmah bahwa yang kita butuhkan bukan lelaki super cemerlang yang mampu menggoreskan tinta emas bagi dunia dengan segala ketakjubannya. Bukan. Sekali lagi bukan. Yang kita butuhkan bukan seorang istri cemerlang dengan segala daya tarik magnet dan segala kelebihan yang dimilikinya. Tapi, jikalau boleh berargumen tanpa pretensi, bolehlah kita mengatakan bahwa yang dibutuhkan bagi setiap orang yang merindukan pasangan terbaiknya adalah kecocokan jiwa. Mencari pasangan yang tepat dengan dirinya. Entah itu karena keserasian dan kesamaan jiwanya layaknya dua sungai yang bermuara pada samudera yang sama. Entah itu karena jiwanya bisa saling melengkapi dan menggenapi layaknya air yang mengaliri lahan perkebunan. Atau entah itu karena jiwanya saling membutuhkan dan menyeimbangkan layaknya api yang dipadamkan air. Inilah tantangannya: kita disuruh memilih sesuatu yang abstrak tak terlihat mata. Tentu ia lebih sulit ketimbang jika kita hanya menilik pada tataran aspek fisik yang terlihat oleh mata dan terbaca oleh riwayat. Maka disinilah letak pentingnya mengetahui segala kelebihan dan kekurangan kita. Tujuannya hanya satu: biar kita juga bisa mengetahui pasangan jiwa yang mana yang cocok untuk ditautkan dengan pelabuhan jiwa kita. Wallahu a’lam.

3 Responses to "Syaratnya Adalah Jiwa Yang Menyatu"

NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> https://lowonganterbaik.wordpress.com/

aku menemukan jiwaku dia lelaki yang menyatu dengan jiwaku
begitu dekat ,hubungan yang tak terpisahkan,walaupun jauh jiwa terasa dekat

satu hati satu jiwa satu rasa dalam ikatan batin yang tak terpisahkan dalam ruang dan waktu,aku masih merasakan jiwamu dalam jiwaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,989 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: