MENULIS SEUMUR HIDUP

Kupersembahkan Emas Ini untuk Kalian dan Dirinya

Posted on: May 14, 2011

Alhamdulillah, seneng rasanya bisa nyumbang emas buat matematika di ajang MIPA CUP cabang lari “maraton”. Katanya ini adalah emas pertama untuk matematika. Dua hari yang lalu, saya dipesan oleh junior di matematika yang kebetulan jadi koordinator kontingen matematika (Soleman): “Ka, lo harus dapet emas ya. Kita (matematik) belom dapet emas satu pun nih. Futsal, tenis meja, catur, voli, basket, tarik tambang, bulu tangkis, dll ga ada yang bisa ngedapetin emas”. Woowwwww,,, luar biasa pikir saya kalo saya bisa nyumbang satu emas dari cabang lari maraton. Dari sini timbul keinginan besar saya untuk nyumbang emas paling enggak di satu cabang ini.

Kebetulan saya sudah sering lari (berarti itung-itung latihan) sebelumnya. Paling minimal seminggu dua kali saya lari keliling UI. Satu kali putaran UI kira-kira hampir 5 km jaraknya. Biasanya saya lari nonstop. Catatan waktu saya pada kisaran 20 menit setiap kali lari. Tapi ada masalah sebelum saya lari. Dua minggu sebelum saya lari, memang saya masih menyempatkan diri untuk lari sebanyak dua kali. Tapi seminggu belakangan, saya malah tak sempat untuk mencuri-curi waktu biar bisa lari. Alasannya adalah karena kerjaan makhluk bernama “SKRIPSWEET”. Skripsi ini benar-benar menguras baik energi maupun waktu saya. Tak jarang selama seminggu ini saya tidur hanya dua jam dalam semalam. Belum lagi siangnya saya tetap harus banting tulang memeras keringat untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya. Tapi dua hari yang lalu, junior saya itu mengingatkan saya untuk dateng pas hari H. Karena termotivasi untuk bisa menyumbang satu emas sebelum saya lulus kuliah, akhirnya saya bela-belain juga untuk berlatih pada sore harinya. Jadi selama seminggu ini, saya hanya lari (latihan) satu kali. Lumayanlah biar gak ngedrop-ngedrop amat pas tanding. Kan saya juga sudah rutin lari kemarin-kemarin. Jadi gak masalah meski hanya satu kali saya latihan dalam satu minggu ini.

Ternyata eh ternyata, berkat dukungan, doa dan motivasi dari temen-temen matematika, saya bisa nyumbang satu emas dari cabang ini. Dan yang membuat saya tercengang adalah kenyataan rekor waktu saya yang tak biasa. Kamsudnya maksudnya tak seperti biasa-biasanya. Biasanya kan saya butuh waktu 20 menitan untuk satu keliling UI. Tapi pas di lomba ini, saya malah bisa mecahin rekor hingga 17 menit sekian detik. Wowwww,,,dahsyat. Selama saya lari di UI, saya belum pernah mencapai rekor waktu 17 menit. 19 menitpun saya jarang.

Sesampainya di kost-an, saya coba pikir-pikir lagi apa penyebab saya bisa membukukan catatan waktu yang menurut saya fantastis? Mungkin atas beberapa alasan ini:

  1. Saya pernah dapet ilmu dari seorang atlet yang menganjurkan hal-hal berikut: pertama, total istirahat pas H-1. Tapi kenyataannya tidak demikian dengan saya. H-1 saya malah sibuk untuk daftar kolokium (sidang). Bukan main dah ribetnya persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa ikut kolokium. Full satu hari saya ngerjain ini. Bahkan di malam sebelumnya, saya hanya tidur dua jam saja untuk bisa merampungkan skripsi saya. Hingga saya pulang ke kost-an di sore harinya, saya merasakan betapa dengkul saya seperti hendak lepas dari engselnya. Makanya ketika saya diajak untuk main basket di MIPA CUP juga untuk memperebutkan juara tiga, saya menolak. Bukan karena saya tidak peduli. Bukan. Sama sekali bukan. Alasannya semata-mata karena kaki saya memang sudah tidak kuat lagi untuk menyangga tubuh saya. Apalagi untuk bermain basket. Biaa koit saya. Tapi beruntung malamnya saya bisa total istirahat. Kedua, sang atlet juga menganjurkan agar 1,5-2,5 jam sebelum lari, makan nasi. Saya ikuti anjurannya. Ketiga, makan gula merah sebelum lari. Yang ini juga saya ikutin.
  2. Motivasi dari temen-temen saya di matematika terutama junior saya yang kebetulan menjadi penanggung jawab kontingen matematika (Soleman). Kata-katanya ini yang melecutkan semangat 45 dalam diri saya, “Ka, lo harus dapet emas ya. Kita (matematik) belom dapet emas satu pun nih. Futsal, tenis meja, catur, voli, basket, bulu tangkis, tarik tambang, dll ga ada yang bisa ngedapetin emas”.
  3. Dirinya yang terus membayang-bayangi pikiran saya semenjak saat lari hingga saya finis di urutan pertama. Dalam hati, meski agak lucu, saya berkata, “Akan kupersembahkan emas untukmu sayang”. Duhhhhh,,, betapa cinta telah membuat saya menjadi seperti orang yang tidak memiliki perut saat berlari. Kalut seperti kuda yang telah senewen ingin kawin.

Mungkin emas ini biasa karena sekupnya hanya untuk MIPA UI saja. Tapi bukan itu yang ingin saya sorot. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa meski saya sedang sibuk-sibuknya skripsi, meski saya sudah angkatan “tuir”, meski dia tak pernah hadir di hadapan saya dalam wujud nyata, tapi toh fisik saya masih tetep OK. Gak kalah dengan adik-adik saya yang lain di MIPA. Ini bukti bahwa skripsi (angkatan tua) tidak boleh menjadi makhluk penggerogot kesehatan (fisik) kita.

Maka terimalah persembahan emas ini dari saya. Bukan saya ingin sombong atau menyombongkan diri. Tapi anggaplah ini hadiah dari saya yang belum banyak berkontribusi buat matematika UI. Semoga bisa menambah motivasi bagi kalian-kalian (angkatan di bawah saya) untuk lebih semangat lagi mengharumkan nama matematika UI baik itu untuk tingkat fakultas, universitas, nasional, bahkan internasional. Lewat apapun itu sarananya.

Untuk dia yang di sana, rindu demikian bergemuruhnya di dalam dada. Setip hari setiap saat selalu merindu. Kian hari kian besar desakan rindu ini. Kadang saya merasakan sesak yang demikian hebatnya hingga saya tak kuat lagi melakukan apa-apa selain berbaring di atas tempat tidur. Biasanya, pelarian bagi saya adalah menulis (puisi). Semoga engkau mendengar jeritan hati ini. Jeritan hati yang keluar dari kedalaman sanubari. Tidak saya buat. Tidak saya sengaja. Ia datang begitu saja. Seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir. Atau seperti matahari yang terbit di Timur dan terbenam di Barat. Ikhlas, tulus, penuh pemberian, berenergi, bermanfaat, indah mempesona. Begitulah cintaku padamu, sayang.

1 Response to "Kupersembahkan Emas Ini untuk Kalian dan Dirinya"

Cool😀
setuju dah, tetap berjuang selagi ada kesempatan,
melakukan yang terbaik, dan persembahkan hasilnya pada si dia yang dirindu😀

tetap semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,816 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: