MENULIS SEUMUR HIDUP

Merawat Penampilan dan Menjaga Kesehatan Tubuh

Posted on: May 14, 2011

Di sini saya tidak berbicara mengenai ketampanan wajah. Di sini saya juga tidak berbicara mengenai kecantikan rupa. Yang saya bicarakan di sini adalah tentang seni merawat penampilan dan menjaga kesehatan tubuh. Betapa banyak orang-orang –mungkin juga ada di antara kita- yang tidak terlalu peduli dengan perawatan, penjagaan, pemeliharaan, dan kesehatan tubuh. Padahal, dalam keseharian kita berinteraksi dengan manusia lain, yang pertama kali terlihat dan dinilai orang lain saat bertemu adalah penampilan luar kita (performance). Nah dari sini, dari penampilannya ini, seseorang bisa dinilai apakah ia termasuk orang yang percaya diri atau tidak, apakah ia termasuk orang yang care atau tidak, apakah ia termasuk orang yang mencintai keindahan atau tidak, apakah ia termasuk orang yang sehat atau tidak, apakah ia termasuk orang yang rapi atau tidak, dan bermacam-macam penilaian lainnya yang bisa kita dapatkan berkat penglihatan yang hanya sekilas saja dari penampilan luar kita.

Saya mau juga menyorotinya ke kondisi rumah tangga (Mohon maaf apabila terkesan sok tau perihal satu ini, padahal saya belum menikah. Makanya di sini saya ingin merujuk pada sebuah buku. Biar terhindar dari mengatakan/menuliskan sesuatu tapi belum mempraktekkannya. Anggap saja apa yang saya tulis ini sebagai bekal saya di kemudian hari dan sebagai pelecut bagi saya untuk lebih keras lagi mempraktekkan apa-apa yang saya tulis). Belum lama saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh seorang wanita. Isi dalam buku ini perihal pria egois dan pria idaman. Nah, ada bagian tertentu dari buku ini yang cukup menarik bagi saya. Yaitu bagian ketika sang penulis membahas perihal kerapihan dan kebersihan tubuh suami.

Selama ini kan kebanyakan istri yang selalu berdandan untuk suaminya. Istri disuruh bersolek setiap saat. Disuruh berdandan setiap waktu. Intinya, setiap istri harus siap untuk melayani sang suami kapanpun sang suami menginginkannya. Istri harus menyediakan waktunya selama 24 jam untuk selalu menjaga kebersihannya. Sedang di sisi yang lain –sisi dimana sang penulis terkesan agak sinis terhadap kaum pria- tidak demikian demikian dengan suami. Suami justru berkebalikan dengan istri. Disaat suami menuntut istrinya untuk menjaga tubuhnya setiap saat, tapi justru suami malah kurang atau bahkan tidak menjaganya. Bau keringat sepulang kerja, bau mulut yang tidak sedap baik dari rokok ataupun keengganannya untuk bersikat gigi secara rutin, penampilan yang tidak dirawat, dan lain sebagainya. Inilah letak pangkal masalahnya. Akibat perawata dan kebersihan tubuh yang kurang diperhatikan oleh salah satu pihak, menyebabkan hubungan menjadi kurang harmonis.

Dan yang menurut saya ada benarnya juga dengan apa yang dipaparkan sang penulis adalah bahwa Allah itu Maha Indah dan mencinta keindahan. Tuntutan untuk membersihkan diri ini bukan hanya menjadi kewajiban seorang istri. Lebih jauh, suami pun harus memperhatikannya. “Kebersihan adalah sebagian dari iman”, bukankah kalimat ini yang terus didengung-dengungkan saat kita SD dulu. Rasul itu kan orang yang sangat care dengan keberihan tubuhnya? Bukankah Nabi kita Muhammad pernah berkata bahwa ada lima hal yang harus dijaga terkait kebersihan oleh seorang muslim yaitu mencukur kumisnya, bersiwak, memotong kuku, memotong bulu ketiak, memotong bulu kemaluan. Bahkan Rasul menganjurkan kita untuk memakai wangi-wangian. Bukankah tubuhnya selalu wangi sepanjang hari?

Jadi kesimpulannya, kewajiban menjaga kebersihan tubuh bukan hanya milik seorang istri. Ini juga kewajiban seorang suami. Tentu jika kedua pasang suami istri bisa terus menjaga kebersihan tubuhnya, bisa berdampak pada kelanggengan dan keharmonisan bahtera rumah tangga yang mereka bina.

Berbicara mengenai tubuh, saya juga ingin menyoroti perihal sikap care kita terhadap kesehatan tubuh. Untuk mencapai kondisi tubuh yang sehat tentu kita harus memperhatikan tiga hal berikut: gizi yang cukup dan seimbang, istirahat yang cukup, dan olahraga secara rutin. Jika ketiganya konsisten untuk kita jaga, maka kondisi fisik yang ideal insyaAllah bisa kita peroleh. Tubuh kita menjadi sehat, lincah, bugar dan berenergi. Orang lain pasti senang melihat kita meski mungkin wajah kita kurang tampan atau kurang cantik.

Menjaga fisik ini juga penting untuk bisa membawa beban kerja berat kita setiap hari. Memang banyak kita lihat ada orang yang fisiknya tidak terlalu bagus tapi mampu bekerja dengan sangat-sangat produktif. Bahkan produktifitasnya melebihi orang yang jauh lebih sehat ketimbang dia. Boleh saja seseorang bekerja sangat giat, bersemangat dan tanpa kenal lelah. Bergadang, tidur hanya beberapa jam dalam satu hari, merokok, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Tapi percayalah bahwa tubuhnya pasti akan rontok suatu ketika.

Baru kemarin saya mengalami hal ini. Bekerja dengan sangat semangatnya. Saya harus bergadang untuk mengerjakan skripsi yang semakin dekat dari batas waktu pengumpulan. Skripsi selesai, ada hal lain lagi yang cukup menguras energi yaitu berkas-berkas pendaftaran sidang. Kemarin itu saya seharian bolak balik kampus-tempat print, harus mengetik, mengedit skripsi, minta tanda tangan dosen dan sebagainya. Luar biasa, kemarin itu saya merasakan betapa besarnya energi saya. Tapi kawan tau, apa yang terjadi setelah saya pulang sampai kost-an. Kaki saya seperti mau copot. Alhasil, saya harus tidur lebih banyak semalam untuk mengembalikan tubuh saya bugar seperti semula. Jika kondisi fisik saya lemah, bisa jadi hari ini saya sakit. Tapi alhamdulillah itu tidak terjadi pada saya. Kesimpulannya: beban berat harus diimbangi juga dengan fisik yang prima.

Ada hal yang membuat saya sampai sekarang bersemangat untuk terus menjaga fisik saya yaitu kenyataan bahwa kita tidak hanya hidup untuk hari ini, esok, lusa, sebulan, atau setahun. Kita akan hidup berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun lamanya. Nah pertanyaan yang harus kita jawab adalah: Apa yang akan terjadi dengan tubuh saya disaat usia saya menginjak 40, 50, >60 tahun? Dari pertanyaan inilah saya mendapatakan penyadaran untuk terus menjaga tubuh saya mulai hari ini. Tujuannya: agar disaat usia saya telah memasuki rentang di atas 40 tahun kondisi tubuh saya masih sehat dan bugar. Harapannya adalah saya tetap bisa produktif di usia-usia ini. Semoga.

Yuk jaga, rawat, pelihara hal-hal berikut ini: kebersihan tubuh kita, performance luar kita, kondisi fisik kita. Semoga dengan kita menjaganya, kita tetap bisa mejaga bubungan baik dengan orang lain (termasuk keromantisan dengan pasangan kita), kita tetap terlihat baik di mata orang lain, dan kita tetap sehat hingga usia tua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,656 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: