MENULIS SEUMUR HIDUP

Emak, Maafin Ya Mak

Posted on: June 2, 2011

Tiba-tiba kangen rumah. Gerangan ada apa nian? Ahhh,, ternyata, saya udah nyuekin emak sebulan lamanya. Pantesan aja sekarang berasa kangen. Kangen amat. Saya harus pulang ke rumah hari ini. Harus minta maaf, padanya, sekarang, hari ini, saat ini juga. Dan mulai bercakap-cakap kembali dengannya seperti biasa layaknya tempo doeloe.

Jika mengingat sebabnya mengapa saya nyuekin emak, kini saya hanya bisa tertawa sendiri. Ternyata, emak yang tak pernah mengenyam secuilpun bangku pendidikan itu, memiliki mata batin yang jauh lebih dalam ketimbang saya yang telah menempuh jenjang pendidikan hingga S1. Rupanya ia mengetahui apa yang tidak saya ketahui saat ini. Mungkin karena ia telah mengandung dan membesarkan diri ini sejak keceprot hingga dewasa dan gagah perkasa seperti sekarang.

Ahhh,, emak. Tunggu anakmu ini kembali di rumahmu yang sejuk itu. Ingin rasanya mengalungkan bunga untukmu atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Betapa lacurnya diri ini yang telah mendiamkanmu sebulan lamanya hanya gara-gara hal remeh temeh yang saya kehendaki. Jelas engkau lebih tau kepentingan anakmu ini. Jelas naluri keibuanmu terlibat di sana: saat engkau tak mengizinkan keinginan anakmu ini. Dan mungkin itulah yang terbaik.

Mulanya saya merasa kecewa, bahkan amat kecewa dengan keputusan emak ini. Tapi rupanya, emak mengetahui bahwa keinginan saya itu hanyalah keinginan yang sifanya sekadar nafsu belaka. Keinginan yang sifatnya temporer. Keinginan tak berdasar atas pertimbangan yang kurang matang. Keinginan yang hanya mendatangkan kebahagiaan sesaat. Tapi malah bisa jadi suatu saat membawa petaka besar yang tak saya dan emak harapkan.

Kini ingin tak ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya buat emak tercinta. Terima kasih atas keputusan bijaksana yang telah engkau ambil. Kini, anakmu hanya ingin bertekad untuk menuruti segala macam petuahmu. Biar engkau ridha. Biar engkau senang. Biar boleh anakmu berharap surga kerana ikhlasmu. Maafkanlah anakmu ini duhai emak sayang. Doakan terus anakmu ini. Doakan yang terbaik biar beroleh segala yang terbaik dalam hidup ini. Engkau adalah emak nomor satu sedunia. Wanita yang tak ada tandingnya oleh wanita manapun di dunia ini.

2 Responses to "Emak, Maafin Ya Mak"

hehehe, saya mah seminggu sekali ketemu emak, gak bisa jauh jauh juga dengan beliau

sebenernya saya juga seminggu sekali ketemu. tapi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,803 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: