MENULIS SEUMUR HIDUP

Be an Entrepreneur

Posted on: June 6, 2011

Telah saya putuskan bahwa setelah lulus, saya akan “mengadu” nasib untuk menjadi seorang entrepreneur. Untuk profesi yang satu ini, kita kadang menyebutnya dengan pedagang atau bisnisman atau pengusaha atau sebutan-sebutan yang lainnya. Yang manapun Anda dan saya menyebutnya, yang jelas, pekerjaan yang ingin saya lakoni setelah lulus kuliah adalah pekerjaan yang tidak bergantung pada perusahaan orang lain. Saya ingin membangun perusahaan saya sendiri.

Sebenarnya, kalo mau dilihat berdasarkan kaca mata penglihatan saya serta atas dasar fakta-fakta yang ada di lapangan, kebanyakan lulusan UI (termasuk juga lulusan Matematika UI), setelah lulus kuliah, lebih memilih untuk bekerja di perusahaan yang tersebar di kota-kota besar yang ada di Indonesia khususnya di Jakarta ini. Baik itu di perusahaan swasta ataupun negeri. Saya tidak ingin dan mudah-mudahan tidak pernah merendahkan ataupun menghina pilihan teman-teman saya itu. Tapi yang jelas, setelah lulus kuliah, kebanyakan kita lebih memilih untuk mencari tempat aman untuk menghasilkan duit. Bahkan saking bergairahnya kita untuk mencari pekerjaan, banyak di antara kita yang meski belum lulus kuliah, ngebela-belain untuk test sana test sini, ngelamar sana ngelamar sini. Alasannya jelas: “Biar nanti setelah lulus langsung punya kerjaan”. Banyak lho teman-teman saya yang sudah mulai curi-curi start agar secepatnya dapet kerjaan. Tidak ada yang salah dengan hal ini dan saya pun tak pernah melarangnya. Saya hanya sering mendoakan, “Semoga sukses”.

Mungkin ada di antara teman-teman sekalian yang lantas bertanya, “Apa alasan saya banting setir ke dunia bisnis?”. Jika memang ada pertanyaan seperti itu, maka saya ingin sedikit menjabarkan alasan-alasannya. Berikut alasan-alasannya mengapa saya hendak menjadi seorang entrepreneur:

Pertama, kenyataan bahwa hampir semua orang-orang terkaya yang pernah hidup dan menempati ruang waktu sejarah dunia ini adalah seorang pengusaha atau pedagang atau entrepreneur atau bisnisman. Untuk hal ini, silakan rekan-rekan teliti satu persatu nama-nama orang terkaya di dunia. Apa pekerjaan mereka? Jawabannya satu: mereka adalah pedagang.

Kedua, hadits yang mengatakan bahwa “9 dari 10 pintu rezeki ada di perniagaan”. Atau hadits lain yang mengatakan “Pintu rezeki ada 20, 19 diantaranya melalui berdagang”. Lah kalo emang jelas rezeki itu paling banyak dari perniagaan/perdagangan, petanyaannya: “Ngapain kita cari tempat lain?”.

Ketiga, keharusan bahwa orang Islam musti kaya. Ini bukan parsial masalah agama. Tapi ada alasan tertentu yang mengharuskan mengapa orang Islam harus kaya. Saya meyakini bahwa ketika kekayaan itu ada di tangan orang-orang Islam yang benar-benar shalih (bukan sekadar Islam KTP), maka perputaran duitnya, insyaAllah semuanya adalah untuk hal-hal yang baik. Pun sebaliknya kalo kekayaan itu dimiliki oleh orang-orang kafir, pasti larinya pada hal-hal yang berbau maksiat. Jadi jelas toh mengapa kita harus kaya. (*Maaf udah ngomongin yang satu ini disaat saya belum merasa kaya secara materi. Hanya untuk sharing. Mohon doanya biar saya jadi orang kaya raya dan bisa menginfakkan seluruh harta saya untuk kebaikan di jalan Allah. Seperti ceritera menggumkan para sahabat nabi yang mau, berani dan ikhlas menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah nabi pada saat itu. Amin).

Keempat, kenyataan bahwa saya tidak berhasrat lagi untuk menjadi seorang ilmuwan ataupun saintis. Hahahaha. SMA memang saya sangat ingin menjadi seorang ilmuwan khususnya matematikawan besar. Tapi setelah kuliah dan merasakan seperti apa matematika itu, akhirnya saya memutuskan untuk “gantung sepatu” dari dunia matematika tingkat advance. Palingan saya masih akan terus bergelut untuk matematika setingkat di bawah kuliah. Karena bisnis awal yang saya geluti itu di bidang ini. Di bidang pendidikan.

Kelima, saya sudah “teracuni” oleh tulisan-tulisan Anis Matta tentang uang dan buku-bukunya Robert T. Kiyosaki (The Cashflow Quadrant, Rich Dan and Poor Dad, dll). Teman-teman baca aja de ya sendiri. Temukan inspirasi di sana. Have fun!!

Keenam, proyek-proyek besar dakwah kita, dakwah Islam, tidak akan jalan tanpa dooooiiiitttt. Yes?

Ketujuh, hidup akan lebih bahagia jika bisa menjadi orang kaya raya. Memang sering ada orang bilang: “Hidup gak perlu kaya. Biar miskin yang penting bahagia”. Tapi saya mau bilang, “Saya mau kaya raya dan bahagia”. Boleh kan mau kedua-duanya? Hahahaha.

Kedelapan, jujur saya tidak suka disuruh-suruh orang. Saya juga tidak terlalu suka dengan segala tetek bengek urusan birokrat, struktur, pangkat, jabatan dan lain sebagainya. Makanya saya lebih memilih menjadi seorang entrepreneur biar bisa lebih leluasa bergerak, beraksi, berkarya, serta melakukan segala macam inovasi dan kreativitas. Saya tidak mengatakan bahwa jika kita bekerja di perusahaan orang lain, maka kita tidak akan memperoleh banyak hal. Tidak. Sekali lagi tidak. Tapi saya meyakini bahwa dunia entrepreneur adalah dunia untuk kita memperoleh segala macam hal yang boleh kita sebut sebagai dunia penuh kedinamisan dan tantangan. Sungguh menggairahkan, bukan?

Kesembilan, impian-impian saya itu ada tiga (bolehkan bermimpi?) yaitu: Jadi NEGARAWAN ULUNG, PENGUSAHA SUKSES, serta PENULIS HEBAT. Amin. Nah terkait dengan menulis, saya kan telah berkomitmen untuk menulis seumur hidup, dan saya menyadari bahwa waktu paling produktif dan paling mantebs untuk saya menulis adalah pagi hari. Ba’da subuh sampe dzuhur. Nah kalo saya kerja di perusahaan orang lain, apa bisa saya menulis dari subuh sampe dzuhur? Pasti saya akan sangat sulit untuk bisa menulis di pagi hari kalo saya bekerja di tempat lain. Karena biasanya orang sudah mulai siap-siap kerja sedari pagi buta dan baru pulang di sore menjelang malam. Tapi kalo saya berbisnis, peluang untuk saya bisa menulis di pagi hari kan lebih besar. Jadi di samping berbisnis yang menghasilkan banyak fulus (amin), ada banyak tulisan yang juga bisa saya buat. Ya gak? Hehehe.

Kesepuluh, saya ingin menghargai kerja keras saya seperti apa adanya. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa ada orang yang bekerja banting tulang di perusahaan orang lain dari pagi sampe ketemu pagi lagi, tapi ia hanya mendapatkan gaji yang kecil. Nah saya tidak ingin seperti itu. Karena di bisnis, meski belum banyak yang saya alami, tapi saya meyakini bahwa kita akan mendapatkan sesuai dengan kerja keras yang kita lakukan. Kalo kita kerja setengah-setengah, ya kita akan mendapatkan hasil yang kecil. Tapi kalo kita bekerja kayak orang “kesurupan”, tentu kita akan dapat hasil yang lebih banyak. Jadi bisnis itu sesuai dengan kualitas dan kuantitas kerja kita.

Kesebelas, bokap saya seorang pedagang sejak dulu. Dan alhamdulillah dari berdagang ini, bisa menghidupi minimal sepuluh orang dalam keluarga saya (8 orang anak serta nyokap dan bokap saya sendiri).

Terlepas nanti kedepannya seperti apa, ini cuma sekedar apa yang ingin saya lakukan ke depannya. Semuanya saya yakini telah diatur sama yang di Atas. Tapi kita sebagai manusia hanya diperintahkan satu hal, bekerja sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada agar Allah mengubah hidup kita jadi lebih baik. Kan begitu? Mohon doanya dan mari saling mendoakan agar kita semua bisa merengkuh kesuksesan di masa yang akan datang. Amin.

*Mohon maaf kalo ada kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan. Sekali lagi, ini hanya sekadar apa yang ada di pikiran saya berupa sejumput ide dan sedikit curhatan. Salam. Hehehe….

8 Responses to "Be an Entrepreneur"

Ternyata kita jg satu pemikiran. Salam dan sukses..

iya… dengan menjadi wirausaha/pengusaha kita akan semakin menguatkan diri kita , toh Nabi Muhammad juga pedagang kan😀

Maaf Mbak, ada gak hadist yang mengatakan rasulullah saw yang mengatakan rasulullah saw berdagang setelah diangkat menjadi nabi dan rasul?Yang benar, rasulullah dakwah dan hari2nya siang dan malam pikirkan umat untuk menjadikan manusia bertaqwa kepada Allah. Lihat sekarang kita mengejar dunia trus, kita lupa mengajak manusia bertaqwa kepada Allah dan ini yang ditakutkan rasulullah saw :Rasulullah bersabda :

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَ………مَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رواه أبو داود وأحمد)
“Akan datang suatu masa, (ketika itu) umat lain (non Islam) akan memperebutkan kalian ibarat orang yang lapar memperebutkan makanan dalam suatu hidangan.” (sahabat) bertanya: “Apakah lantaran pada waktu itu jumlah kami (kaum muslimin) sedikit wahai Rasulullah?.” Dijawab oleh Nabi saw: “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlahmu waktu itu mayoritas, tetapi kualitas kalian ibarat buih yang terombang-ambing di atas air bah, dan diturunkan pada kalian penyakit Al wahn.” Sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud Al wahn ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Ini penyakit sekarang umat islam, terutama di arab sana, cinta dunia dan takut mati, sehingga pemimpin2 arab banyak mendukung AS dan sekutunya, ditambah kezaliman orang2 sana, Ini semua karena mereka meninggalkan dakwah seperti para sahabat, sehingga muncul penyakit “Al Wahn” ini.Terlihat zaman umat nabi2 terdahulu, begitu nabinya meninggal, maka umatnya mulai disesati oleh setan, hal ini karena gak ada yang dahwah lagi, begitu juga seperti masalah umat islam di arab dan tempat lainnya.Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ
“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dalam hadits qudsy :
يَادُنْيَا اُخْدُمِى مَنْ خَدَمَنِى وَاسْتَخْدِمِى مَنْ خَدَمَكِ (رواه القضاعى )
Wahai dunia! Berkhidmadlah kepada orang yang telah berkhidmat kepada-Ku, dan perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu (HQR Al-Qudha’iy dari Ibnu Mas’ud).Ayo dakwah2 kalian kaum hawa, sadarlah kalian penghuni neraka yang paling banyak!!Jangan ikuti ulama2 edan yang cinta dunia, kejayaan umat islam itu ada pada ketaatan kepada Allah dan amalan agama yang kaffah.“Dialah (Allah Ta’ala) yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya (agama itu) atas semua agama (lainnya), walupun orang-orang musyrik tidak menyukainya“. (QS At Taubah:33, dan QS Ash Shaff:9).

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka senantiasa menyembah-Ku (samata-mata) dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik” (QS An Nuur:55).

Semangat brow…mudah-mudah apa yang di cita2kan bisa tercapai…aminnnn..ingat brow mulai dengan hal yang sederhana…

Assalamu’ alaikum kawan…pemikiran saya dan anda sama….hehe, lulus kuliah setelah ini, saya jg mau berdagang….semoga sukses bro! Barakallah fie kum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,430 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: