MENULIS SEUMUR HIDUP

“Percayalah Bahwa Engkau Hanya Akan Menemukan Kebaikan di Dalam Diri ini”

Posted on: June 14, 2011

Wajahnya cemberut. Mesem. Kedua alisnya bertemu pada satu titik membentuk huruf “V”. Ia begitu murka. Ingin marah. Ingin berteriak. Ingin lari dari semua kenyataan yang ada dihadapannya. “Mengapakah aku harus dijodohkan dengan lelaki tua berusia 80 tahun yang di tempurung kepalanya itu tak kulihat sehelaipun rambut berwarna hitam. Seluruhnya putih. Seluruhnya dipenuhi uban. Aku tak sudi menikah dengannya”. Begitulah pemberontakan seorang gadis cantik belia yang hendak dijodohkan orang tuanya.

Sang kakek –kalau boleh kita menyebutnya seperti itu- bisa membaca arti dari mimik wajah gadis belia nan semlohai itu. Lantas dengan bijaknya, ia berkata pada Naila yang berasal dari negeri Syam tersebut: “Engkau kaget dengan semua uban yang tumbuh di kepala ini? Jika demikian adanya, percayalah bahwa engkau hanya akan mendapati kebaikan yang ada di dalamnya”. Selanjutnya adalah pembuktian.

Lambat laun seiring waktu silih berganti, malam ditelan siang, siang pun berganti ditelan malam, benar seluruhnya adalah kebaikan. Kakek berusia 80 tahun yang kepalanya dipenuh uban itu, yang kelak kita ketahui bernama Utsman Bin Affan –khalifah ketiga umat Islam- benar-benar membuktikan ucapannya dengan tindakan dan cinta yang tulus sejiwa raga. Tak ada yang meragukan kapasitas kepribadiannya. Ia mampu memimpin umat ini, maka ia pasti mempunyai sesuatu yang tak dimiliki oleh banyak orang lain di muka bumi. Beliau adalah seorang ulama. Beliau juga salah seorang pengusaha terkaya yang hidup pada zaman Rasulullah. Beliau salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Allah. Maka segalanya ada di dalam diri kakek tua itu. Segala kebajikan. Segala kebaikan. Segala keluhuran. Segala kedermawanan. Segala keshalihan. Segala kecintaan. Dan segala-galanya. Inilah jawaban dari rasa cintanya pada sang gadis.

Hanya ini yang bisa kita simpulkan di akhir cerita: Bahwa setelah kematian Utsman, Naila yang merupakan istri terakhir khalifah, tak sudi lagi untuk menikah dengan sesiapapun sekepergian Utsman. Ia mengambil cara yang tak lazim untuk menolak semua pingitan pria-pria lain yang ada di Jazirah Arab pada saat itu. Ia merusak dan mencakar-cakar wajahnya hingga penuh dengan luka dan berharap tak akan ada lagi pria yang mau untuk menikahinya. Itulah bukti perkataan sang khalifah: “Percayalah bahwa engkau hanya akan melihat kebaikan yang ada di dalam diri ini”.

1 Response to "“Percayalah Bahwa Engkau Hanya Akan Menemukan Kebaikan di Dalam Diri ini”"

luar biasa,,
terkadang kita hanya melihatnya dari tampilan luarnya saja….

salam kenal..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,816 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: