MENULIS SEUMUR HIDUP

Pikiran Pendek Para Penjual Tanah

Posted on: November 5, 2011

begitulah cara orang-orang yang pendek pikirannya. punya tanah yang luas di jakarta, pengen buru-buru dijual secepatnya. duitnya? dihabiskan untuk konsumsi. 90% dihabiskan untuk sesuatu yang tidak menghasilkan duit lagi. 10% baru digunakan untuk investasi. investasinya juga simpel. buat kontrakan. sudah seperti itu saja. maka, untuk orang-orang seperti ini, duit tak ubahnya diperoleh dari memenangkan lotere atau kupon undian. duit yang diperoleh begitu saja tanpa usaha keras, dijamin: mudah sekali dihabiskan.

jika melihat ada orang yang berbuat seperti ini -karena banyak di lingkungan tempat saya tinggal-, saya hanya bisa tersenyum. jualah. jual semua yang engkau miliki. lihat saja apa yang akan terjadi padamu sepuluh, dua puluh, atau tiga puluh tahun ke depan. saya jamin, jangankan punya duit, rumahpun kau akan ngontrak. dan lihatlah nanti, kau akan mengemis-ngemis dengan para pendatang di kampungmu sendiri. istilah sastranya: merantau di kampung sendiri.

tanah, sama seperti porperti dan emas, adalah investasi. saya sendiri belom pernah melihat ada tanah yang harganya malah turun tiap tahun berganti. justru sebaliknya, selalu naik. studi kasus, dulu, sekitar 10 tahun yang lalu, tanah di sekitar rumah saya, di pinggiran Jakarta Utara, harganya hanya berkisar 250rb per meter persegi. sekarang? udah nyampe kali 1,7juta per meter persegi. lihatlah berapa kali lipet kenaikannya? mencengangkan bukan?

saya sering menasihati orang-orang yang ingin menjual tanahnya secepat kilat saat ada orang kaya menawar tanahnya. tapi sering tak dihiraukan. bagi mereka, ini kesempatan emas untuk menjadi orang kaya mendadak. tapi bagi saya, mereka hanya orang-orang bodoh yang ingin cepat kaya dan ingin menghabiskan duitnya secepat kilat. sama seperti saat mereka mendapatkan duit, duit diperoleh secepat kilat, habis secepat kilat juga. mereka tidak pernah berpikir dalam hitungan anak atau cucu. yang mereka pikirkan adalah, gimana caranya saat saya masih hidup, saya bisa menikmati hasil jual tanah ini. mereka tidak pernah memikirkan anak-anak mereka atau bahkan cucu-cucu mereka kelak. mereka tidak peduli anak-anak dan cucu-cucu mereka nanti makan apa. mereka juga tidak pernah berpikir untuk berinvestasi untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka investasi berupa pendidikan. alih-alih menabungkan atau menginvestasikan duit yang diperoleh dari jual tanah pada hal-hal lain yang bisa menghasilkan duit untuk digunakan sebagai biaya pendidikan anak-anak dan cucu-cucu mereka, duitnya malah digunakan untuk konsumsi. seperti yang saya katakan. 90% digunakan untuk konsumsi. benerin rumah, beli perabotan-perabotan rumah, pergi haji, nikain anak, beli mobil, beli motor, beli baju, beli makanan-makanan enak, dan beli-beli yang lain yang sifatnya konsumsi. inilah yang disebut oleh salah seorang ulama sebagai over-akting. ghirahnya meledak-ledak karena telah merasa menjadi orang kaya. padahal, kekayaan yang diperoleh semudah membalik telapak tangan itu, akan mudah juga hilangnya. mereka tidak menyadari hal itu. dikarenakan apa? tak banyak pengetahuan yang menjelma menjadi kesadaran. itulah penyebabnya.

saya berdoa, semoga kita semua terhindar dari perbuatan-perbuatan bodoh seperti itu. semoga kita bisa lebih bijak mengelola duit dan investasi-investasi yang kita miliki. semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang berharta sekaligus bijak. biar manfaatnya bisa menembus tidak hanya keluarga kita, tapi juga menembus dunia. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,989 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: