Nur Ali Muchtar

Pilih Kaya dan Terkenal atau Kaya dan Gak Terkenal?

Posted on: November 26, 2011

entah kenapa, saya ngerasa bingung aja kalo ngeliat ada orang yang bercita-cinta menjadi presiden republik ini atau gubernur ibu kota atau bahkan menjadi artis. bukan masalah tidak punya cita-cita tinggi. bukan juga masalah gak punya nyali. bukan pula karena tak peduli. masalahnya, buat saya, yang namanya jabatan itu gak usah dikejar. entar juga dateng sendiri. yang penting adalah mempersiapkan diri kita untuk segala situasi. hal ini berarti mengharuskan diri kita mengupgrade kapasitas diri kita. jadi, kapanpun kita diminta amanah dan dimanapun tempatnya, insyaAllah kita siap.

lagian, alih-alih menjadi presiden, gubernur, artis, dan lain sebagainya yang syarat dengan ketenaran, buat saya sungguh sangat tidak enak. yang namanya orang terkenal dan banyak tanggung jawab, bisa dibilang hidup menjadi “serba sulit”. susah untuk ngapa-ngapain. ya kan?

saya lebih milih jadi orang kaya yang bener-bener kaya tapi gak terkenal ketimbang jadi orang kaya yang terkenal. mungkin sedikit aneh karena kebanyakan orang justru mengejar popularitas.

alasan keengganan untuk menjadi terkenal tentu karena privasi. orang yang terkenal, privasinya jelas sangat-sangat berkurang. mau ngelakuin ini diomongin orang. mau ngelakuin itu digosipin orang. mau ini, mau itu, selalu saja ada yang mengintai. lihat aja tuh pemimpin-pemimpin kita di DPR, menteri-menteri, hingga para artis. privasinya sedikit kan? enak apa kayak gitu? buat saya sih gak enak. sama sekali gak enak.

privasi adalah segalanya. dan karena tidak terkenal, kita bebas dan bisa melakukan apapun yang kita inginkan. misal: pengen jalan-jalan ke luar negeri. jelas gak ada yang ngelarang. yang pertama karena kita pergi dengan duit sendiri. yang kedua karena tidak “diperhatikan” orang/media lain karena ketidakterkenal itu. jadi bebas pergi kemanapun untuk melakukan hal apapun yang baik-baik yang kita ingin kerjakan.

tapi, tentu ada pertimbangan lain kenapa kita musti jadi figur atau sosok panutan yang juga dikenal masyarakat. satu-satunya alasan yang membuat saya tunduk adalah: alasan dakwah. kalau bukan karena alasan tersebut, saya lebih memilih untuk menjadi orang kaya raya yang tidak terkenal. BEBASSSSS BAS BAS!!! hahahaha……

Advertisements

2 Responses to "Pilih Kaya dan Terkenal atau Kaya dan Gak Terkenal?"

kaya itu pilihan, pilihan utama,
untuk mengokohkan panji perjuangan.
Aamiin…

semoga kita jadi orang kaya. kaya materi, kaya hati, kaya pikiran, kaya jiwa, kaya fisik, dan kaya-kaya yang lain (asal jangan kaya “kingkong”. hahaha. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 568,701 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: