MENULIS SEUMUR HIDUP

Hamba Cinta Mereka Karena Engkau Ya Allah

Posted on: February 8, 2012

seseorang dari mereka bertanya: “kak, pacaran boleh gak sich??”. saya tercenung sebentar, lantas berkata: “boleh gak yeahhhhh…hehehehe”. selanjutnya, saya tidak mengatakan bahwa pacaran itu tidak boleh, bahwa pacaran itu haram, bahwa kalian harus menjauhi itu yang namanya pacaran. saya tidak mau mengekang itu pada mereka saat ini. karena jelas, sangat-sangat beresiko. sekali lagi, sangat-sangat beresiko. maklum lah, mereka kan baru kelas satu dan baru mentoring. kalo saya larang mereka untuk pacaran saat ini, takutnya mereka malah mental dan gak mau mentoring-mentoring lagi. berabe toh??

alih-alih menjelaskan tentang hukum pacaran, saya malah menanyakan pada mereka satu-satu tentang gimana pendapat mereka mengenai pacaran. satu persatu dari mereka menjawab. ada yang bilang gak boleh karena mendekati zina. ada yang bilang haram. ada pula yang bilang, boleh kalo itu sifatnya positif dan gak boleh kalo sifatnya negatif. saya pun bertanya pada orang yang bersangkutan, maksudnya pacaran yang positif dan negatif itu gimana? “maksunnya gini kak. kan kita biasanya suka tuh dapet semangat dari doi. misal: jadi rajin belajar, ngebangunin tahajjud, ngigetin pr, dan lain sebagainya. kalo yang negatif itu, ya yang ngedeketin zina itu (pegangan tangan, ciuman, memandang dengan nafsu syahwat, jalan berduaan, dll)”. lantas saya bertanya lagi pada mereka, “pacaran jaman sekarang itu emang kayak gimana?”. dengan malu-malu, merekapun menjawab, “pacaran yang negatif itu kak, yang ngedeketin zina”. sampai di sini, saya tidak melanjutkan dan tidak menyimpulkan bahwa pacaran itu haram karena cenderung mendekati zina atau malah bahkan sudah berbuat zina. nah yang paling membuat saya bingung adalah saat mereka menanyakan hal ini: “kakak pacaran gak?”. *jleeebbbbb… bingung saya mau jawab apa. hehe

saya berpikiran, tahap awal yang harus saya bangun dengan mereka adalah kedekatan secara hati, emosi dan pikiran. adapun pelarangan-pelarangan dengan mengatakan pacaran itu tidak boleh, tidak dibenarkan dalam islam. atau jangan main band, dan lain sebagainya, benar-benar saya hindari saat ini. kebetulan minggu kemaren ada salah seorang dari mereka yang ijin gak ikut mentoring karena mau ngeband. tapi saya senang, karena sebelum ngeband, ia datang dulu menemui saya, setelah itu shalat ashar, baru kemudian ia berangkat dengan grup bandnya yang memang sudah terbentuk sejak kelas 3 smp.

saya justru senang saat mereka menanyakan pada saya apakah pacaran itu boleh atau tidak. karena itu berarti, sudah mulai ada sedikit “warning” di otak mereka dari mentoring yang biasa kita lakukan selama seminggu sekali. tidak pernah, sama sekali tidak pernah saya melarang mereka saat mereka melakukan ini, melakukan itu atau melakukan ono. yang saya lakukan adalah mencoba untuk menerangkan konsep-konsep islam berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, surga, neraka, kematian, konsep hidup sukses, al-qur’an, sunnah, hablum minallah, hablum minannas, beramal shalih, tujuan hidup dan lain-lainnya. saya mencoba untuk menjelaskan itu semua dengan sesering mungkin melibatkan mereka dengan diskusi. saya berpikiran, insyaAllah kalo mereka paham dengan hal-hal tersebut, akan dengan sendirinya mereka menjauhi segala sesuatu yang memang dilarang dalam agama.

dan yang membuat saya tercengang adalah ini: kita mulai mentoring biasanya jam3 sore, dan baru selesai biasanya pas isya. setelah shalat isya berjamaah, baru kita semua pulang ke “kandang” masing-masing. kita memang menyelingi selang waktu tersebut dengan belajar matematika. tapi itu bisanya setelah mentoring (di akhir-akhir). dan belajar matematikanya jauh lebih sedikit ketimbang mentoringnya. entahlah, saya pun dibuat terheran-heran oleh mereka. karena gini, mereka ini kan baru mentoring, tapi gairah “diskusinya” jelas-jelas hidup di dalam diri mereka. dan alhamdulillahnya, sayapun masih kuat untuk meladeni mereka hingga mereka sendiri yang bilang: “okeh kak sampe di sini dulu. udah malem”. atau kita baru berhenti saat penjaga sekolah memanggil kita seraya berkata: “ini gak pada pulang apa udah malem?”. biasanya dijawab oleh anak-anak dengan jawaban: “iya pak sebentar lagi. nanggung ini”.

saya hanya bisa berkata dalam hati: “ya Allah, hamba cinta mereka karena Engkau. berilah hidayah pada mereka. dan jadikan mereka merupakan orang-orang yang kelak memiliki komitmen yang kuat dengan dakwah dan tarbiyah. rahmati dan berkahilah kami semua. amin”.

2 Responses to "Hamba Cinta Mereka Karena Engkau Ya Allah"

wah matapzz sekali ganzz.. emang kalau menerut ane kt gk boleh ksh tau ini itu haram, dilarang, dll… biasanya sih mereka udah ngerti sendiri, tapi mereka ingin tau pendapat kita tentang hal tersebut supaya mereka lebih yakin..

wow, sipks mantapks gan. hehehe😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,123 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: