MENULIS SEUMUR HIDUP

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Posted on: June 14, 2012

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Jakarta (13/6) – Sampah adalah permasalahan serius yang sering dipandang remeh oleh sebagian masyarakat. Padahal, sampah yang tidak diurus dengan baik, akan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sendiri.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Rabu (13/6) siang,  mendatangi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Rawasari, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Selain berdialog dengan pengelola TPST Rawasari, Hidayat-Didik juga menyempatkan untuk mencoba melakukan proses penyaringan sampah.

Bahkan, Hidayat-Didik menyatakan ketertarikannya menjadi duta lingkungan hidup dan bergabung menjadi relawan Indonesia Solid Waste Association (InSWA), selaku pengelola TPST Rawasari.

“Kami datang untuk mengetahui dan mempelajari bahwa sampah dapat difungsikan dengan lebih baik. Sebab, sampah adalah persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Hidayat.

Hidayat menilai upaya positif yang sudah dilakukan pengelola TPST Rawasari harus dilanjutkan. Calon gubernur nomor urut 4 itu pun memberi apresiasi dan penghargaan atas perjuangan pengelola TPST yang telah memperjuangkan apa yang mungkin tidak dilakukan oleh banyak orang.

Sementara Didik mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. “Nantinya, pengolahan sampah akan kita awali dari hulu, sehingga tidak hanya membebani bagian hilir. Untuk itu, diperlukan collective action,” ujar Didik.

Mengubah Sampah jadi Lebih Berguna

Ketua InSWA, Sri Bebassari, menjelaskan, pengolahan sampah terpadu ini membantu mengurangi pembuangan sampah ke TPA Bantar Gebang, Bekasi hingga 70%. “Kita upayakan yang dibawa ke Bantar Gebang hanya tersisa 30%,” ungkap Sri.

Pengolahan sampah dilakukan dengan mengubah sampah menjadi suatu yang bermanfaat, seperti menjadi pupuk kompos. Selain itu, InSWA juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk melahirkan kreativitas dengan membuat kerajinan dari bekas bungkus permen.

Wira, salah seorang warga yang telah menghasilkan banyak kerajianan dari bekas bungkus permen menjelaskan, mereka melakukan aktivitas tersebut sekaligus untuk mengisi waktu luang bagi ibu-ibu rumah tangga.

Berdirinya TPST Rawasari diawali adanya kerjasama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan pemerintah daerah dalam melakukan penelitian tentang sampah. Saat ini, pengolahan sampah di TPST Rawasari dikelola oleh InSWA.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

1 Response to "Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah"

termakasih infonya, sangat bermanfaat , Abdukrahman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 520,163 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: