Nur Ali Muchtar

Perbedaan-Perbedaan Antara Pengusaha dengan Karyawan

Posted on: October 12, 2013

Buat yang sekarang masih jadi pegawai kantoran (karyawan), mudah-mudahan gak marah yaahh baca postingan berikut. Mudah-mudahan ini bisa jadi batu lecutan untuk bisa beralih dari karyawan menjadi entrepreneur (pengusaha). Soalnya, list berikut ini, suka gak suka, memang ada benarnya. Coba deh direnungin dalem-dalem. Dan bukan berarti, jadi pegawai (karyawan) itu buruk. Cuma, alangkah baiknya jika kita bisa beralih dari seorang pegawai (karyawan) menjadi seorang pengusaha 😀

Berikut perbedaan-prebedaan antara pengusaha dengan pegawai

Pegawai: Paling takut di PHK
Pengusaha: Nggak ada PHK. Bangkrut? Bangkit lagi!

Pegawai: Jumlah gaji ditentukan atasan
Pengusaha: Gaji diatur sendiri sesukanya

Pegawai: Digaji orang (tangan di bawah)
Pengusaha: Mengaji diri sendiri dan orang lain (tangan di atas)
Sesuai  pepatah Tangan diatas lebih baik (mulia) dari tangan dibawah

Pegawai: Tidak bisa kaya karena gaji sudah diatur (kecuali berani Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
Pengusaha: Bisa kaya dan mengayakan orang lain karena jika usaha menjadi besar akan menghasilkan juga keuntungan besar.

Pegawai: Jujur dengan nggak jujur nasibnya hampir sama saja, tapi lebih banyak yang nggak jujur dan hidupnya di dunia keliatan enak dan tampilannya sukses. Tapi diakhirat hanya Allah yang tau
Pengusaha:  Jujur Insya Allah lambat laun akan jadi sukses dan Kaya.

Pegawai: Jam kerja diatur bos dan kantor
Pengusaha: Jam kerja atur sendiri

Pegawai: Diatur-atur bos
Pengusaha: Bisa atur segala sesuatunya sendiri

Pegawai: Tidak masuk kerja harus minta ijin ke kantor
Pengusaha:  (Suka-suka) It’s my own business!

Pegawai: Kalau salah dihukum
Pengusaha: Kalau salah, rugi duit, tapi nggak dimarahin

Pegawai: Dimarahi bos
Pengusaha: Siapa yang berani marahi saya???

Pegawai : Kerja tapi ada salah lebih sering dibahas salahnya daripada kerjanya. Nggak ada salah karena jarang kerja lebih dianggap bagus (betul) karena udah pasti nggak kerja nggak ada salahnya dan sering pegawai yang seperti itu selamat hidupnya hingga bisa mempengaruhi mental pegawai lainnya (jadi males kerja).
Pengusaha:  Kalau ndak kerja (usaha) pasti tidak berhasil, kalau kerja (usaha) insya Allah berhasil

Pegawai: Kelamaan jadi pegawai bisa membuat mental jadi buruk karena nunggu disuruh dulu baru kerja
Pengusaha: Kelamaan jadi pengusaha bisa membuat mental jadi baik karena kita harus menghidupi keluarga dan karyawan kita sehingga membuat kita menjadi lebih fokus dalam usaha

Pegawai : Tidak boleh shopping pada jam kerja
Pengusaha: Bisa Shopping kapan aja.

Pegawai:  Awal bulan rajin kerja karena baru terima gaji, tengah dan akhir bulan malas kerja karena gaji udah habis
Pengusaha: Rajin terus tiap saat

Pegawai: Kalau kerja bagus kadang dikasih penghargaan, tapi sering tidak dikasih penghargaan karena sudah digaji.
Pengusaha: Kalau usaha bagus Insya Allah akan mendapatkan hasil bagus.

Pegawai: Semangat ada kalau hampir jam pulang
Pengusaha: Semangat terus karena bisa pulang kapan aja

Pegawai: Libur diatur kantor (bos)
Pengusaha: Bisa libur kapan aja

Pegawai: Terikat peraturan kantor
Pengusaha: Bebas!!!

Pegawai: Kalau nakal dimarahi bos (atasan)
Pengusaha : Kenakalan saya disebut “Kreatif”

Pegawai: Rajin kerja dengan nggak rajin kerja gajinya tetap sama (asal pandai-pandai nipu atasan)
Pengusaha : Rajin usaha insya Allah Sukses.

Pegawai: Takut pada bos (atasan)
Pengusaha: Hanya takut pada hukum dan Tuhan

Pegawai : Masuk kerja demi uang (gaji)
Pengusaha: Bisnis adalah untuk melayani orang lain & jadi profit (keuntungan)

Pegawai: Seragam anda sama dengan teman sekantor
Pengusaha: Tidak kenal seragam.

Pegawai: Mencari lapangan pekerjaan
Pengusaha: Membuka lapangan pekerjaan

Pegawai: Makin sukses makin gak punya waktu untuk keluarga
Pengusaha: Makin sukses makin punya banyak waktu untuk keluarga

Pegawai: Sulit untuk menjadi pribadi yang mandiri
Pengusaha: Lebih mudah untuk menjadi pribadi yang mandiri

Advertisements

8 Responses to "Perbedaan-Perbedaan Antara Pengusaha dengan Karyawan"

pengen jadi enterpreneur tapi gmana ya caranya?

ya belajar, pengen-pengen aja ya nda ada hasilnya

biar gaji besar tapi bosan jadi karyawan…pengen mandiri rasanya

kalo nda usaha ya bisnis aja

sedari kecil kita dididik untuk jadi karyawan atau pegawai, diperlukan perjuangan besar untuk merubah pola pikir yang sudah terbentuk dari kecil.

Saya suka dengan Komentar di atas…lebih enak tentunya menjadi Pengusaha, karena tidak terikat dengan Apapun, paling Banter terikat dengan Pernikahan…. dan yang lebih Indah yaitu Tidak ada berani Memarahi…lah wong tidak terikat dengan Institusi….

memberi inspirasi sangat. thanks for your motivation.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 562,050 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: