MENULIS SEUMUR HIDUP

Umur Satu Cita, Jauh Lebih Panjang Daripada Umur Orang

Posted on: October 20, 2013

“Umur Satu Cita, Jauh Lebih Panjang Daripada Umur Orang” (HAMKA)

Penggalan kalimat di atas ditulis oleh Prof Buya Hamka dan dimuat di majalah Hikmah 11 Desember 1954 pada rubrik luar negeri – dunia Islam dalam tulisannya berjudul “Tjita-tjita Al-Ichwanul Muslimin Tetap Hidup”

Kini, selang 60 tahun kemudian, qt mendapati kenyataan bahwa apa yg beliau (Hamka) katakan adalah benar adanya. Cita-cita untuk menjadikan Mesir hidup mulia di bawah panji Islam yang digelorakan Ikhwanul Muslimin lewat pendirinya Imam Syahid Hasan Al-Banna masih tetap hidup dan akan terus hidup meski sang imam telah syahid pada tanggal 12 Februari 1949. Dan akan menemukan momentum sejarahnya cepat atau lambat, insya Allah.

Seperti yang kita ketahui, sejak didirikan di tahun 1928, Ikhwanul Muslimin sudah 3 kali dibubarkan oleh otoritas pemerintahan Mesir hingga saat ini. Pertama di tahun 1948, kedua di tahun 1954, dan teranyar di tanggal 29 September 2013 yang lalu. Tentu tuduhannya bermacam-macam. Tapi semua tuduhan itu hanyalah akal bulus pihak militer dan kaum sekuler-liberal-koptik untuk tetap melanggengkan kekuasaan serta tidak ingin membiarkan kaum Muslimin berkuasa di Bumi Mesir.

Sejarah Ikhwanul Muslimin adalah sejarah tentang keteguhan, kesabaran dan pengorbanan para qiyadah (pemimpin) dan kader-kadernya. Hukuman gantung, penjara seumur hidup, penyiksaan dan pembunuhan, adalah episode yang mewarnai latar perjuangan hidup menegakkan kebenaran di negeri mereka.

Merefleksikan sejarah Ikhwanul Muslimin ini, kita akan dapati satu aksioma hidup yang harus dipegang oleh aktivis Islam di seluruh dunia bahwa cita-cita yang besar nan luhur, tak kan pernah mati meski menghadapi makar sehebat apapun dan selama apapun. Dan Ikhwanul Muslimin akan membuktikan itu di Mesir cepat atau lambat.

Bukankah Rasullah SAW pernah bersabda: “Akan senantiasa ada dalam umatku, golongan yang senantiasa menegakkan kebenaran, musuh-musuh mereka tidak mampu membahayakan mereka saat Allah menentukan urusannya” (HR Bukhari Muslim)

Maka teruslah berjuang wahai tentara Allah. Mari senandungkan lirik nasyid berikut dalam hati sanubari kita yang terdalam:
“Kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang / walau tertatih kaki ini berjalan / jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan / wahai tentara Allah bertahanlah / jangan menangis walau jasadmu terluka / sebelum engkau bergelar syuhada / tetaplah bertahan dan bersiap siagalah”

Allahu Akbar …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Total Kunjungan:

  • 519,989 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di:

%d bloggers like this: