Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Betawi’ Category

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

JAKARTA (13/6) — Eforia Piala Eropa (EURO) 2012 terasa di mana-mana. Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini tidak mau ketinggalan merasakan eforia tersebut.

Dini hari ini, pasangan nomor urut 4 ini pun nonton bareng warga laga Belanda Vs Jerman di RT 016 RW 03 di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (14/6/2012).

Hidayat dan Didik tiba, Rabu (13/6) pukul 23.00 WIB. Kehadiran Hidayat-Didik ke tempat nobar cukup mengejutkan sekitar ratusan warga setempat. Sebabnya, tempat nobar mereka yang tepat di pinggir kali Ciliwung ternyata disinggahi calon gubernur.

Sebelum nobar, Mantan Ketua MPR RI ini  tidak lupa melapor ke ketua RT setempat terlebih dahulu.

“Kita kan tahu aturan. Indonesia kan negara hukum,” ujar Hidayat saat bertamu ke rumah ketua RT 016, Wawan Sarwani.

Wawan pun menyambut baik kehadiran Hidayat dan Didik di kediamannya.

“Tentu kami senang, Pak Hidayat dan Pak Didik berkenan nobar di sini sama warga. Kita juga bisa sekalian curhat tentang Jakarta,” kata Wawan yang disambut gelak tawa warga.

Warga RT 016 memang biasa menggelar acara nobar, apa lagi dengan adanya Piala Eropa. Bahkan warga setempat menyediakan tempat khusus nobar. Tempat yang berlokasi di pekarangan kosong warga yang bersampingan dengan kali ciliwung selalu ramai dikunjungi warga.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Jakarta (13/6) – Sampah adalah permasalahan serius yang sering dipandang remeh oleh sebagian masyarakat. Padahal, sampah yang tidak diurus dengan baik, akan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sendiri.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Rabu (13/6) siang,  mendatangi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Rawasari, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Selain berdialog dengan pengelola TPST Rawasari, Hidayat-Didik juga menyempatkan untuk mencoba melakukan proses penyaringan sampah.

Bahkan, Hidayat-Didik menyatakan ketertarikannya menjadi duta lingkungan hidup dan bergabung menjadi relawan Indonesia Solid Waste Association (InSWA), selaku pengelola TPST Rawasari.

“Kami datang untuk mengetahui dan mempelajari bahwa sampah dapat difungsikan dengan lebih baik. Sebab, sampah adalah persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Hidayat.

Hidayat menilai upaya positif yang sudah dilakukan pengelola TPST Rawasari harus dilanjutkan. Calon gubernur nomor urut 4 itu pun memberi apresiasi dan penghargaan atas perjuangan pengelola TPST yang telah memperjuangkan apa yang mungkin tidak dilakukan oleh banyak orang.

Sementara Didik mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. “Nantinya, pengolahan sampah akan kita awali dari hulu, sehingga tidak hanya membebani bagian hilir. Untuk itu, diperlukan collective action,” ujar Didik.

Mengubah Sampah jadi Lebih Berguna

Ketua InSWA, Sri Bebassari, menjelaskan, pengolahan sampah terpadu ini membantu mengurangi pembuangan sampah ke TPA Bantar Gebang, Bekasi hingga 70%. “Kita upayakan yang dibawa ke Bantar Gebang hanya tersisa 30%,” ungkap Sri.

Pengolahan sampah dilakukan dengan mengubah sampah menjadi suatu yang bermanfaat, seperti menjadi pupuk kompos. Selain itu, InSWA juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk melahirkan kreativitas dengan membuat kerajinan dari bekas bungkus permen.

Wira, salah seorang warga yang telah menghasilkan banyak kerajianan dari bekas bungkus permen menjelaskan, mereka melakukan aktivitas tersebut sekaligus untuk mengisi waktu luang bagi ibu-ibu rumah tangga.

Berdirinya TPST Rawasari diawali adanya kerjasama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan pemerintah daerah dalam melakukan penelitian tentang sampah. Saat ini, pengolahan sampah di TPST Rawasari dikelola oleh InSWA.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Batik Beresin Jakarta Menyimpan Nilai Pelestarian Budaya dan Unsur Kemodernan

Batik Beresin Jakarta Menyimpan Nilai Pelestarian Budaya dan Unsur Kemodernan

JAKARTA (13/6) – Kostum Batik Beresin Jakarta menjadi brand image bagi pasangan calon Gubernur DKI no urut 4, Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini.

Hidayat memaparkan nilai dan pesan yang tersirat dalam batik tersebut di kediamannya, Jalan Kemang Selatan IV Nomor 79, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2012).

Hidayat menyampaikan bahwa makna dari desain batik yang digunakan adalah pelestarian budaya serta menyeimbangkannya dengan unsur kemodernan.

“Intinya kita menyampaikan pesan ayo beresin Jakarta.Kita tawarkan unsur kemodernan tanpa mencabut akar budaya sendiri,” ungkapnya

Batik Beresin Jakarta menjadi media sosialisai dan asosiasi pencalonan Hidayat-Didik sebagai Gubernur Jakarta.

Hidayat menjelaskan bahwa dengan media batik, kita mensosialisaikan nilai budaya Indonesia yang juga menjadi warisan budaya dunia. Batik bukan hanya milik Solo, Pekalongan atau Yogya, tapi Jakarta punya Jakarta. Sementara itu,warna oranye yang mendominasi, menyampaikan kekhasan Jakarta.

Pada Batik Beresin Jakarta terdapat gambar pohon yang memilki arti bahwa kita berniat untuk lebih menghijaukan Jakarta.

“Saat ini di Kemang sudah sulit menemukan pohon Kemang, di Rambutan mungkin tidak ada lagi pohon rambutan. Jadinya, kita akan coba mengembalikan itu” ujar mantan ketua MPR ini.

Kemudian, pada batik juga terdapat gambar monas dan gedung yang merepresentasikan nilai-nilai kemodernan. Jakarta sebagai ibukota memang tak bisa dipisahkan dengan unsur kemodernan.

Sebagai peresmiannya, Hidayat menyampaikan bahwa Batik Beresin Jakarta sudah dilaunching di Thamrin City pada bulan Mei lalu.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Jakarta (12/6)–Semakin dekatnya waktu pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, pasangan nomor urut 4, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini terus menuai dukungan dari masyarakat.

Kali ini dukungan datang dari warga di kawasan Mampang VI, Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ratusan warga, yang terdiri dari bapak-bapak, kaum ibu serta pemuda, antusias menyambut kehadiran Hidayat Nurwahid, Selasa (12/6) malam.

Pada acara tersebut sekaligus juga dilakukan deklarasi dukungan warga Tegal Parang untuk memenangkan pasangan Hidayat-Didik.

Dalam sambutannya, Hidayat meluruskan fitnah yang menyebut dirinya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) anti Maulid. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak beralasan karena dirinya kerap menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Soleh Rahmani, tokoh masyarakat Mampang yang juga sempat belajar bersama Hidayat di Madinah, Arab Saudi, mengungkapkan, walaupun berbeda aktivitas, dirinya dan Hidayat tetap menekuni jalan dakwah.

“Sekarang, saya dan Ustadz Hidayat tetap sama-sama memperjuangkan dakwah, namun cara dan jalannya agak berbeda,” ungkap Soleh.

Ia juga menyampaikan harapan agar Hidayat bisa berhasil dalam pemilukada Juli mendatang, karena diharapkan kemenangan tersebut akan sangat membantu perjuangan dakwah.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Pedagang Pasar Resmikan Dukungan buat Hidayat-Didik

Pedagang Pasar Resmikan Dukungan buat Hidayat-Didik

Jakarta (12/6)–Menjelang pemilukada Juli mendatang, para pedagang pasar akhirnya meresmikan dukungannya pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini.

Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pasangan calon gubernur nomor urut 4 tersebut dengan Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI).

Acara penandatanganan nota kesepakatan berlangsung di kediaman Dewan Pembina FOPPI, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, di jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/6) malam.

Acara tersebut juga dihadiri Sujianto dan Sutama, selaku presiden dan wakil presiden FOPPI. Turut hadir pula Irfan Melayu selaku penasehat hukum FOPPI serta puluhan pedagang pasar tradisional.

Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah menyampaikan, momen dukungan ini akan menjadi pertemuan bersejarah.
Sebab upaya untuk memperjuangkan nasib pedagang pasar sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun belum mencapai harapan.

“Perjuangan dalam membangun pasar dilakukan oleh para pedagang, tapi setelah pasar besar, pedagangnya malah digusur,” ungkap Gus Sholah, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Menurut Gus Sholah, apa yang sedang diperjuangkan bukan dalam rangka mengejar kekuasaan, melainkan untuk memperjuangkan aspirasi pedagang.

Menanggapi dukungan para pedagang, Hidayat Nurwahid menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kita akan berjuang menyejahterakan rakyat. Pedagang adalah bagian dari yang akan disejahterakan itu,” ujar Hidayat.

Mantan ketua MPR ini juga mengatakan, dalam berjuang diperlukan kerjasama, karena dalam sistem demokrasi, satu suara rakyat jelata sama dengan satu suara pejabat. “Mau pejabat atau rakyat biasa, suaranya cuma satu” tukas Hidayat.

Pedagang Siap Menangkan Hidayat-Didik

Sedangkan Presiden FOPPI, Sujianto, menjelaskan saat ini peran kaum kapitalis diibaratkan sebagai bentuk penjajahan gaya baru. “Perselingkuhan penguasa dengan oknum hanya menyisakan penindasan terhadap rakyat,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Sujianto mengajak semua pedagang untuk tidak saja mencoblos Hidayat saat pemilukada mendatang, melainkan juga ikut memenangkan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

“Nasib ada pada kaki kita sendiri.
Selama ini kita diinjak dan saat ini kita harus bangkit,” tegas Sujianto.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Kunjungi Festival Palang Pintu Kemang, Hidayat Budaya Betawi Harus Dilestarikan

Kunjungi Festival Palang Pintu Kemang, Hidayat Budaya Betawi Harus Dilestarikan

JAKARTA (11/6) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Kemang selalu mengadakan Festival Palang Pintu. Tujuan untuk menyambut hari Ulang Tahun Jakarta dan melestarikan budaya betawi.

“Ini adalah bagian dari budaya, kita harus melestarikannya,” ujar Hidayat ditengah-tengah kerumunan pengunjung Festival Palang Pintu, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/6/2012) malam.
Tidak ada pengawalan khusus, Cagub DKI Jakarta nomor 4 ini pun ikut berdesak desakan dengan pengunjung lainnya.
Tidak sedikit pengunjung festival yang baru menyadari kehadiran Hidayat setelah disapa. Tak mau kehilangan kesempatan, para pengunjungpun banyak yang minta foto bersama dengan Mantan Ketua MPR RI ini.
Setelah menyaksikan pertunjukan seni betawi, Hidayat pun melangkah pulang.***
Ribuan Hidayat Fans Club Dukung Hidayat-Didik untuk Pimpin Jakarta

Ribuan Hidayat Fans Club Dukung Hidayat-Didik untuk Pimpin Jakarta

JAKARTA (10/6) – Ketokohan Cagub DKI Jakarta Hidayat Nurwahid tidak diragukan lagi. Tokoh nasional yang pernah memimpin lembaga tinggi negara MPR RI Periode 2004-2009 ini terkenal dengan kesederhanaannya dan dekat dengan rakyat.

Karena kesederhanaan inilah, banyak dukungan mengalir kepada Hidayat Nurwahid dan pasangannya, Didik J Rachbini.

Kali ini dukungan datang dari ribuan warga Cempaka Putih yang menamakan diri mereka sebagai Hidayat Fans Club. Deklarasi dukungan digelar di sebuah lapangan terbuka, Minggu (10/6/2012).

Tercatat sejumlah komunitas yang bergabung, antara lain dari Komunitas Tukang Pecel Lele, Tukang Kerupuk, Majelis Taklim Cempaka Putih, Garda Keadilan, Komunitas Gowes Cempaka Putih, Jawara Betawi Cempaka Putih, Pemuda Karang Taruna, dan komunitas Qasidah.

Ketua Hidayat Fans Club, Andi Burhanudin, dalam pembacaan naskah deklarasinya menyatakan siap memenangkan pasangan Cagub – Cawagub Hidayat Nur Wahid – Didik Junaedi Rachbini sebagai pemenang dalam pilkada DKI Jakarta 11 Juli nanti.

“Ini baru awalan, insya Allah akan segera menyusul di tempat-tempat lain,” tutur Andi.

Hidayat menanggapi baik inisiatif dukungan yang diberikan warga. Bahkan Hidayat terkesan takjub dengan dukungan yang diberikan.

“Saya sangat takjub. Deklarasi ini baru pertama kali di Jakarta ini,” katanya.

Cagub Jakarta yang kerap berbatik oranye ini mengatakan bahwa deklarasi Hidayat Fans Club merupakan wujud nyata bahwa warga Jakarta ingin lebih baik.

“Ini adalah sebuah petanda, bahwa warga Jakarta menginginkan perubahan,” pungkas Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Susuri Gang-gang Sempit, Hidayat Sapa Warga di 3 Pemukiman Terpadat di Jakbar

Susuri Gang-gang Sempit, Hidayat Sapa Warga di 3 Pemukiman Terpadat di Jakbar

JAKARTA (9/6)– Calon Gubernur DKI Hidayat Nurwahid tidak lelah untuk terus menyapa dan bersilaturahmi dengan warga Jakarta dari berbagai status sosial, mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga Jakarta yang tinggal di gang-gang sempit dan becek.

Kali ini 3 kecamatan di Jakarta Barat dikunjungi Hidayat. 8 Jam non stop Hidayat berkeliling di pemukiman di Kembangan, Tambora dan Taman Sari sejak pukul 13.00 WIB hingga 20.30 WIB malam, Sabtu (9/6/2012).

Hidayat menyusuri pemukiman padat dengan gang-gang sempit kurang dari satu meter.  Meski siang hari, daerah ini tampak gelap karena terlalu padat dengan rumah-rumah kecil yang berhimpitan.

Disepanjang gang-gang yang dilaluinya, Hidayat tak henti menebar senyum dan melambaikan tangan. Warga Taman Sari tampak antusias menyambut Hidayat, mereka meminta untuk berfoto bersama.

Seorang ibu rumah tangga, Atisah, langsung meminta foto saat Hidayat melintas di depan rumahnya. Hidayat juga berfoto bersama di pos kamling, pangkalan ojek, kedai bakso, dan di setiap kerumunan warga yang dilaluinya.

Meski demikian, Hidayat tak lupa untuk tetap menunaikan shalat tepat waktu. Saat azan Ashar berkumandang, Hidayat shalat di masjid Nurul Hidayah yang terletak di salah satu gang sempit.

Abdul Rahman salah seorang jamaah masjid merasa senang bisa bertemu Hidayat. Kakek berusia 68 tahun ini terharu saat bisa bersalaman langsung dengan calon gubernur.

Usai shalat, Hidayat bercengkrama dengan pengurus masjid, H Marhani.  Ketua Yayasan Masjid Nurul Hidayat ini mendoakan Hidayat agar bisa memimpin Jakarta.

Menurutnya Hidayat cocok memimpin Jakarta karena seorang tokoh besar dan amanah.

” Ya, kami berdoa semoga kita diberikan seorang pemimpin yg amanah. Kami mendukung Insya Allah, karena dia orangnya baik,” tuturnya.

Armini (52) merasa senang sekali saat kampungnya dikunjungi Hidayat, karena belum pernah ada calon gubernur yang mau singgah di lingkungannya.  Ati, ibu muda berusia 23 tahun, juga menampakan hal yang sama, dia bahkan menerikanan yel-yel dukungan kepada Hidayat.

“Nomor 4,  jangan lupa bulan Juli, Hidup Pak Hidayat, maju terus nomor 4,” teriaknya semangat.

Hal yang lebih mengharukan diperlihatkan Ibu Oning. Wanita yang sudah memiliki cucu ini merasa terharu saat Hidayat menyalaminya.

“Seneng banget dia mau datang ke daerah kumuh begini. Semoga dia yg jadi, agar cucu ibu sekolahnya tidak bayar,” tuturnya sambil menitikkan air mata.

Di sepanjang jalan yang dilalui Hidayat, tim marawis tak henti-hentinya menyenandungkan salawat seraya menabuh rabbana.

Selepas Maghrib, mantan Ketua MPR ini kembali menyusuri gang-gang sempit di wilayah Tambora. Hidayat menyalami para pedagang dan warga yang menunggunya di sepanjang rel kereta Pekojan di Kampung Janis Tambora.

Di lokasi ini, Hidayat menyempatkan diri berkunjung ke salah seorang tokoh Madura H Osai yang mewadahi warga Madura asal Bangkalan, Sampan, Sumenep.  Hidayat juga bercengkrama denga Ketua RW setempat yang mengeluhkan tunjangan RW yang selalu lambat untuk dicairkan.***

sumber: http://hidayatdidik.net/

Sarapan Bareng Warga Pejaten, Hidayat Ajak Hijaukan Jakarta

Sarapan Bareng Warga Pejaten, Hidayat Ajak Hijaukan Jakarta

JAKARTA (9/6) – Sabtu pagi menjadi hari yang menyenangkan bagi warga Pejaten Barat. Usai melaksanakan jalan pagi, mereka berkumpul di rumah salah seorang  warga di bilangan Pejaten Barat. Tidak kurang dari 300 warga  hadir untuk mengikuti makan bersama calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid.

Di sisi kiri rumah tersedia berbagai makanan menu sarapan pagi, mulai dari nasi uduk lengkap dengan ayam goreng, tempe dan tahu serta kerupuk. Tersedia pula lontong sayur hingga bubur ayam. Mereka langsung menyantap aneka sarapan pagi tersebut setibanya di lokasi acara.

Usai bersantap bersama para warga dan tokoh Pejaten Barat, Hidayat membagikan doorprize kepada para hadirin. Pada kesempatan itu Hidayat mengatakan bahwa banyak tradisi Jakarta yang hilang. Dulu, lanjut Hidayat, Pasar Minggu kayak dengan tanaman buah-buahan, tapi sekarang tidak lagi.

“Duren tiga tapi tidak ada pohon durian, Dukuh atas tapi atas tidak ada pohon dukuhnya, begitu juga di Gandaria sudah tidak ada  pohon gandarianya. Saya sendiri tinggal di Kemang tapi tidak pernah melihat ada pohon kemang,” papar Hidayat.

Karenanya Hidayat bertekad untuk mengembalikan kembali Jakarta menjadi Jakarta yang hijau dan indah.

“Burung-burung, kupu-kupu dan lebah akan kembali berterbangan di langit Jakarta,” harap Hidayat optimis.

Usai acara Hidayat mengunjungi pengobatan Gratis di Poltangan Pasar Minggu. Ratusan warga tampak tertib antri untuk mendapatkan pengobatan gratis. Mereka membawa kupon pengobatan dan sembako murah.

Pada kesempatan itu Hidayat mengatakan kesehatan adalah masalah krusial bagi warga Jakarta, karenanya ia bertekad untuk menghadirkan berobat  gratis di rumah sakit  bagi warga tidak mampu. “Warga yang susah jangan dibikin susah, harus dimudahkan hak-haknya, jangan dipimpong,” cetus Hidayat.

Ibu since, salah seorang warga di Pejaten Timur merasa bersyukur memperolah pengobatan gratis. Wanita tua yang datang bersama seorang anak dan tiga cucu orang yang masih kecil-kecil ini, berharap kegiatan semacam ini bisa terus diadakan.

“Anak saya demam jadi berobat. Ya lumayan, kan gratis. Tadi juga ikut jalan santai, badan jadi bergerak, jadi sehat,” ujarnya.

Ia juga senang bisa melihat calon gubernur secara langsung. “Baru kali ini lihat Pak Hidayat langsung.  Orangnya kayaknya baik ya,” selorohnya. ***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/


Total Kunjungan:

  • 659,630 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: