Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Buku & Ebook’ Category

Saya teringat akan sebuah pernyataan: Jika ingin mengenal seseorang, maka lihatlah apa yang dia baca (buku)!! Lama sudah saya mendengar dan mengetahui pernyataan ini. Adapun saya, sependapat juga dengan pernyataan tersebut bahwa orang memang bisa dilihat dari buku apa yang dia baca. Secara lebih spesifik saya akan mengatakan, buku apa yang paling memenuhi rak pikirannya. Misalkan seseorang menyenangi buku-buku yang berkaitan dengan psikologi. Maka secara otomatis, pikirannya akan cenderung dominan dengan hal-hal yang berkaitan dengan psikologi. Maka kita bisa sedikit membaca seperti apa orang itu. Ada juga misalkan orang yang suka membaca buku-buku yang, katakanlah lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya. Maka kita juga akan bisa menyimpulkan seperti apa orang tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin mencoba sedikit mengevaluasi diri sendiri. Tentunya terkait dengan buku apa saja yang paling sering saya baca. Atau yang paling banyak memenuhi rak buku dan pikiran saya. Perlu saya akui bahwa selama ini, buku-buku yang saya baca adalah buku-buku yang memang secara langsung ingin saya baca –tema yang paling saya senangi-, bukan buku-buku yang harus saya baca. Padahal sebaiknya, seseorang membaca buku-buku yang memang harus dia baca. InsyaAllah kedepannya saya akan mengganti bahan-bahan bacaan yang tidak asal senang, tapi juga yang memang harus saya baca.

Saya mulai menyadari buku-buku apa saja yang sering saya baca saat saya mulai memikirkannya dan melihat rak buku yang ada di rumah. Ternyata ada tiga kategori buku yang paling dominan saya baca. Buku-buku tersebut adalah yang berkaitan dengan: Pengembangan diri, Sastra dan Agama. Terus terang, untuk ketiga tema tersebut saya memiliki pengalaman yang lumayan panjang.

Buku-buku sastra –termasuk di dalamnya: novel, cerpen dan puisi- telah banyak saya baca saat saya duduk di kelas 3 SLTP. Saya ingat buku sastra yang pertama kali saya baca adalah novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk serta Di Bawah Naungan Ka’bah yang kebetulan keduanya adalah karya Buya Hamka. Saya menyenangi karya-karya Pramoedya Ananta Toer, Andrea Hirata, Habiburrahman El-Shierazy dan beberapa penulis luar. Adapun membaca sastra, terus berlanjut hingga sekarang. Dampaknya bagi saya hingga sekarang ini adalah keinginan yang bisa dikatakan menggebu-gebu untuk terus menulis. Dan bisa jadi, jiwa halus sastra mengalir juga dalam diri saya. Hehehe.

Adapun pengalaman saya dengan buku-buku agama dimulai ketika saya masuk di SLTP. Kebetulan waktu itu saya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah yang bisa dibilang pelajaran agamanya dominan. Berlanjut hingga saya kuliah. Nah di kuliah ini, saya terlibat aktif di rohis kampus. Maka secara tidak langsung, saya banyak membaca buku-buku islam yang berkaitan dengan keagamaan, tasawuf dan pemikiran islam. Adapun hingga sekarang, saya masih terus membaca buku-buku yang berkaitan dengan islam dan pemikiran islam. Dan bagi saya, membaca buku-buku islam adalah sebuah kemestian yang harus saya lakukan hingga akhir hayat. Karena dari sinilah pengetahuan tentang ketuhanan –basic seorang muslim- saya dapatkan.

Sedang buku-buku yang berkaitan dengan pengembangan diri baru mulai saya selami saat saya kuliah, saat saya mulai mengalami “split” jiwa. Hahaha. Di kuliah ini saya mulai menemukan banyak sekali masalah-masalah yang berkaitan dengan kepribadian. Dan pelarian saya tentunya ke-dua hal: buku-buku dan mentor (guru). Adapun buku, maka buku-buku pengembangan dirilah yang menjadi tempat pelarian saya untuk menyelami samudera dari segala masalah dan potensi yang ada di dalam diri. Memang harusnya, buku-buku seperti ini sudah kita baca sejak kita duduk di bangku SLTP. Tapi bagi saya, tidak ada kata terlambat untuk memulai daripada tidak sama sekali memulai. Setuju tidak? Hehehe.

Kedepannya, saya akan mencoba (dan memang harus) membaca buku-buku yang memang mesti dibaca. Mungkin itu buku-buku yang berkaitan dengan bisnis, kenegaraan, pemikiran, dan lain-lainnya. Tentunya setelah saya lulus dari matematika UI.

Bagi saya, membaca buku itu adalah sebuah kehidupan. Karena dengan membaca buku, berarti saya telah memberikan kehidupan “yang luar biasa” bagi diri saya sendiri. Memang membaca buku sudah menjadi hobi tersendiri bagi saya, tapi saya menyadari bahwa membaca buku yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan adalah yang harus menjadi prioritas.

Sekarang, bagaimana dengan rekan-rekan sekalian. Buku-buku apa yang paling sering rekan-rekan baca? Apa dampaknya bagi rekan-rekan hingga saat ini? Dan buku-buku apa yang harusnya banyak rekan-rekan baca kedepannya?

Tags:

bismillahir rahmanir rahim.

Tadi sore, waktu saya sedang main di kamar teman yang kebetulan satu kost-an, saya melihat Tafsir Fi-Zhilal Qur’an buah karya Sayyid Quthb. Kan rekan-rekan semua sudah tau tafsir itu, kan? Sebagai selingan matematika, saya ambil tafsir itu dan saya baca. Mulanya daftar isi, koment-koment para tokoh di bagian sampul belakang, dan sampai pada kata pengantar dari sang perakit buku. Memang tafsir ini dikenal oleh khalayak sebagai tafsir yang ditulis dengan bahasa sastrawi. Dan inilah salah satu mengapa saya lebih menyukai tafsir Fi-Zhilal dibanding tafsir-tafsir yang lain.

Saya baca halaman demi halaman hingga akhirnya saya sampai pada untaian kalimat berikut:

“Selama menjalani kehidupan –di bawah naungan Al-Qur’an- saya akhirnya sampai pada keyakinan yang pasti dan tegas bahwa tidak ada kebaikan bagi bumi ini, tidak ada kedamaian bagi umat manusia, tidak ada ketenangan bagi manusia ini, tidak ada martabat, keberkahan dan kesucian, tidak ada keharmonisan bersama sunnah-sunnah kauniyah dan fitrah kehidupan.. kecuali dengan kembali kepada Allah.
sedangkan kembali kepada Allah –seperti nampak jelas di bawah naungan Al-Qur’an- hanya memiliki satu gambaran dan satu jalan.. hanya satu tiada duanya.. Yaitu mengembalikan seluruh kehidupan kepada manhaj Allah yang telah digariskan-Nya untuk umat manusia di dalam Kitab-Nya yang mulia. Yakni menjadikan Kitab Allah satu-satunya sumber hukum dalam kehidupannya dan hanya berhakim kepadanya dalam semua urusan. Jika tidak, maka pasti akan terjadi kerusakan di muka bumi, kenestapaan bagi umat manusia, keterpurukan ke dalam lumpur kehinaan dan kejahiliahan yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan selain Allah.”

Ah, sungguh sebuah pernyataan yang keluar tidak asal sembarang keluar. Pastilah ia keluar dari hasil renungan yang mendalam. Mengingatkan kepada kita untuk kembali menengok kitab suci Al-Qur’an yang telah berdebu di rak sana.

Saya juga teringat akan sepanduk-sepanduk yang bertebaran di sekitar depok baru-baru ini yang mengingatkan khalayak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya dalam kehidupannya. Namun hati ini kadang suka berbisik, “engkau sudah cukup tua untuk belajar Al-Qur’an?”. Namun seketika juga suara lain membela, “janganlah engkau berputus asa duhai teman. Lihatlah para sahabat. Bukankah kebanyakan mereka baru bertemu Al-Qur’an saat usia sudah puluhan tahun. Abu Bakar contohnya di usia 38 tahun yang baru belajar Al-Qur’an. Masih berkecil hati?”

“yaya, tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Harus dimulai dari sekarang. Bismillah.”

alhmadulillah, baru aja saya menyelesaikan buku ke-dua dari tetralogi buru milik bang Pram (lengkapnya: Pramoedya Ananta Toer). buku pertama: Bumi Manusia. buku ke-dua: Anak Semua Bangsa. butuh waktu tiga hari untuk merampungkan membaca ke-dua buku ini. kesan yang saya dapet dari buku ini adalah, singkat: LUAR BIASA. saya jadi tidak sangsi atas banyaknya pujian yang datang pada bang Pram. dan saya baru menyadari mengapa dialah satu-satunya orang indonesia yang pernah dinominasikan untuk menyabet penghargaan bergengsi: nobel sastra.

sebenarnya saya masih ingin melanjutkan “mengunyah” serial lanjutan dari tetralogi ini: Jejak Langkah (buku ke-tiga) serta Rumah Kaca (buku ke-empat). tapi agaknya saya harus menahan-nahan hasrat keinginan. harus menyelesaikan urusan saya dengan MATEMATIKA. hehe.

tunggulah wahai kawan
sampai waktu itu kan datang
kunikmati semuanya darimu

SERIAL PEMBELAJARAN: ini buku yang sangat ingin ane baca. ane belum tau apakah sudah terbit atau masih dalam proses penulisan. karena lagi sibuk kuliah, akhirnya ane tahan-tahan dulu untuk hunting buku “sakti” yang satu ini. kenapa “sakti”? karena, baru baca judulnya aja ane udah merinding plus bergetar. maklum, ane pecinta filosofi: BELAJAR. buat agan-agan yang mo tau cover depannya, ini dia di bawah:

buku serial pembelajaran ini adalah buku lanjutan serial-serial sebelumnya: SERIAL KEPAHLAWANAN (MENCARI PAHLAWAN INDONESIA) dan SERIAL CINTA karya Anis Matta. selain sebagai seorang penulis, beliau adalah seorang politisi ulung dari PKS (Partai Keren Sekali) yang menjabat sebagai Sekertaris Jenderal-nya. merangkap juga sebagai wakil ketua DPR RI. hebat yach gan?

jujur, ane penggemar berat tulisan-tulisan beliau. suatu saat, ane pasti bisa menghasilkan tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran cemerlang kayak beliau. tapi butuh waktu tentunya. hehe.

btw, buat agan-agan yang pengin baca beberapa artikel dari SERIAL PEMBELAJARAN ini, monggo cekidot dimari:
http://muchlisin.blogspot.com/2009/12/serial-pembelajaran.html

semoga bermanfaat 😛

Ebook Motivasi

buat rekan-rekan semua, yang tertarik dengan dunia motivasi atau yang lagi butuh tambahan motivasi. monggo ke alamat ini; http://www.ziddu.com/download/8696538/BukuMotivasi.zip.html

silakan disedot dan dibaca-baca. file sizenya cuma 639,7 KB kok. ga perlu nunggu lama-lama. kali-kali aja dapet yang sedang dicari-cari.

okelah kalo beg beg begitu. selamat menikmati

kawan, di FIB UI ada pameran buku lho. kebetulan kemari saya pergi ke sana. iseng-iseng aja. memang bukunya ga sebanyak yang ada di GRAMEDIA depok (ya iya lah). tapi lumayan cukup lah untuk ukuran pameran buku yang ada di kampus. ada banyak beragam buku bacaan di sana. mulai dari: komik, cerita-cerita rakyat, puisi, novel, marketing, bisnis, agama, komputer hingga majalah. tentunya masih banyak lagi yang lain yang belum saya sebutkan.

untuk hari kemarin, kebetulan ada acara bedah bukunya juga. dengan menghadirkan penulis baru bernama Chris X yang juga pernah menjadi produser dan bekerja di Productin House itu, ia membedah buku pertamanya yang berjudul Jejak Darah. bukan main kawan, buku ini telah menajadi best seller dan telah naik cetak untuk yang ke dua sejak diterbitkan pada bulan Agustus lalu. bukunya ini terispirasi dari kisah nyata tentang plasma yang ternyata banyak digunakan untuk produk kecantikan yang biasa digunakan oleh para kaum wanita.

ada sedikit kejadian lucu di sana. pas sang MC memanggil mas Kris ini naik ke podium pembicara, banyak penonton yang sedikit terperangah melihat baby face dari sang pembicara itu. harin ada yang berseloroh, “jangan-jangan pembicaranya ini juga pengonsumsi produk kecantikan itu”. tapi segera di jawab oleh mas Kris kalo dia memang berwajah baby face. namun dia tidak lebay-lebay gitu dan juga tidak menggunakan produk kecantikan.

di sana saya menelurkan sebuah pertanyaan pada sang pembicara. saya menanyakan tentang proses kreatif dari penulis ketikan menulis novel yang katanya ditulis hanya dalam waktu satu minggu itu. wah-wah. saya juga menanyakan kiat-kiat menulis ala mas kris.

jawabannya memberikan saya sedikit inspirasi.

katanya, dia tidak mengalami kesulitan ketika menuliskan novelnya itu. meski novel itu adalah buku pertama yang dia buat. namun, jika ditanya proses kreatif, sebenarnya dia juga agak bingun menjawabnya. yang jelas, ada beberapa hal yang mendasarinya bisa mudah dalam menulis. yang pertama adalah karena dia sudah banyak sekali membaca. dia membaca buku apa saja. laliu, dia jaga mengatakan kalo dia juga penggemar film. banyak sudah film yang ia tonton. dan yang terakhir, dia punya basik sarjana arsitek. jadi, mudah bagi dia untuk berimajinasi ketika menggambarkan lingkungan yang ingin dia gambarkan.

untuk kiat-kita menulis ala mas kris, dia bilang satu cara yang paling efektif adalah dengan terus menulis, menulis, menulis. sejelek apapun hasil tulisan kita, yang penting tulis, tulis,  dan tulis tersus. beliau mengisahkan kisahnya dulu ketika pertama kali membuat buku saat kuliah. bukunya jadi setebal 400 halaman. namun, kemudian, buku itu hanya menjadi bahan tertawaan teman-temannya. bukunya jelek seloroh teman-temannya. tapi itu tidak meruntuhkan mentanya untuk terus menulis. dia masih terus menulis, menulis dan menulis hingga kini.

by the way teman, mas kris ini, meski baru menulis buku, dia sudah terbiasa menulis. dia merupakan penulis naskah skenario. dari sanalah dia belajar.

adapun pesan utama yang ingin disampaikan oleh sang penulis adalah jangan pernah menyerah menghadapi kehidupan.

kebetulan saya belum membeli dan membacanya. semoga nanti bisa membacanya.

kemarin saya baru saja membaca dua buah buku yang merupakan kumpulan dua puisi. saya membacanya di perpustakaan pusat UI. kebetulan sudah cukup lama saya tidak ke sana. niatnya memang sengaja untuk membaca buku di sana. tapi, saat curi-curi pandang ke rak-rak buku yang ada di sana, saya menemukan dua buah buku yang merupakan kumpulan puisi. yang pertama adalah kumpulan puisinya Khalil Gibran tentang cinta. dan yang ke dua adalah kumpulan puisinya Anand Krishna yang berjudul Jala Sutera. bukunya Khalil Gibran saya baca di tempat sedang bukunya Anand Krisna saya selesaikan di BTA.

nah kawan, dari bukunya Khalil Gibran saya mulai membuka pikiran saya ini untuk satu tema yang lain, yaitu CINTA. memang belum banyak yang saya ketahui tentang tema yang satu ini. namun saya juga punya sumber rujukan yang lain tentang tema yang satu ini, yaitu bukunya Anis Matta yang berjudul Serial Cinta. itu buku yang satu ini saya sudah membacanya sebanyak tiga kali. buku ini sangat bagus menurut saya. kembetulan saya dapet banyak inspirasi dari buku ini. harapannya, semoga saya lebih banyak lagi mengetahui tentang tema yang satu ini. bukan untuk gaya-gayaan tetunya. tapi lebih dikarenakan akan pentingnya tema yang satu ini untuk dipelajari.

di buku yang ke dua, bukunya Anand Krishna yang berjudul Jala Sutera itu, sebenarnya banyak juga ngebahas tema CINTA. namun buku itu lebih mengkhususkan tentang Cinta seorang hamba pada Tuhannya. biasalah, mirip-mirip sufi gitu. kalo bukunya Khalil Gibran yang saya sebutin di atas kan Cinta makhluk terhadap makhluk.

semoga benih cinta bisa tumbuh dalam jiwa ini

agar ia terus menerangi jiwa ini dengan keindahan

semoga cinta bisa membuat segalanya menjadi indah

seperti apa yang dikatakan oleh sang guru Khalil Gibran

manusia tanpa cinta akan mati

maka, anugerahkanlah cinta duhai Rabi ke dalam dada ini

anak betawi_2

kawanku yang kucintai karena Allah. ni Ali, anak betawi. wuizzzz, kawan, daku baru dapet buku yang menurut daku amazing. judul buku ini seperti yang tertera di atas: “Anak Betawi Diburu Intel Yahudi” karya maestro betawi bang Ridwan Saidi. sebuah novel.

kawan, karya masterpiece ini, bagiku, saat ini, sekarang ini, adalah satu-satunya buku yang mampu mengobarkan semangat patriotismeku dengan budayaku betawi itu. buku ini membuat daku bangga untuk mengatakan bahwa daku, ali, adalah si entong anak betawi. asli betawi. daku menyebutnya betawi tujuh turunan. karena memang tidak ada percampuran dari budaya yang lain dalam silsilah klan keluarga besar kami. satu hal yang sebenarnya, diam-diam, enggan kuakui pada diri sendiri maupun orang lain sejak dahulu kala. namun, dengan hadirnya buku ini ke pangkuanku, bukan main rasanya, seperti seorang anak muda yang sejak dahulu merindukan bidadari turun dari kayangan. pas bertemu dengan sang bidadari itu, anak muda ini enggan barang sejenak untuk meninggalkannya. maunya, ngejogrok aja di pangguan sang bidadari. dan ia pun akan mengakui segala hal yang telah menjadi rahasia hidupnya itu demi sang peri. duh

pertanyaan sedikit kritis yang harus kawanku tanyakan pada si entong Ali ini adalah, mengapa jiwa patriotisme ala betawiku ini bisa muncul gara-gara ini buku. duhai, ada apa gerang? apa the secreat dari buku ini?

begini ceritanya kawan

kenal tak dengan penulisnya? bang Ridwan Saidi, engkong yang dilahirkan 67 tahun silam ini. siapakah orang ini? beliau adalah salah satu cendekiawan yang dimiliki oleh jakarte kite ini. ia lulusan Fakultas Hukum dan IPK Universitas Indonesia (sekarang FISIP UI). di bukunya itu -dan ini juga penuturan seorang kawan dan berdasarkan buku yang saya baca itu (jika ada kesalahan ya mohon di maafkan saja)-, beliau ini “bisa” bahasa: betawi (jelas lah ya. penyusun glosari / kamus bahasa betawi juga), jawa, Belanda, Arab, Inggris, Jepang, Cina dan yang menakjubkan adalah bahasa Ibrani. bahasanya orang Yahudi itu. dan ternyata kawan, beliau ini juga mendapat julukan Pakar Zionis. selain julukannya yang lain sebagai kamus bahasa betawi berjalan. wuih-wuih-wuih dahsyat betul.

riwayat pengalaman hidup dan organisasinya pun lumaya banyak. beliau pernah menjadi: ketua Umum Partai Masyumi (1995-2002), Ketua Steering Comittee Kongres Kebudayaan (2003), Direktur Eksekutif Indonesia Democracy Watch, Ketua Komite Waspada Komunisme, Sekjen PP Muslimin Indonesia (1985-1987), Ketua Departeman Pemilihan Umum DPP PPP (1984-1987), Anggota DPR RI (1977-1987), Ketua Umum PB HMI (1974-1976), Sekertaris Jendral Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (1973-1975), dan saya yakin masih banyak yang lainnya. beliau juga sering mengadakan lawatan ke luar negeri. jangan sekali-kali membicarakan tentang komunis dan zionis di hadapannya jika ada tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ke dua hal itu. apa lagi mengajak berdebat. bisa-bisa anda mirip kebo yang hidungnya sudah dicocrok. ga berkutik.

politisi dan budayawan Indonesia ini juga telah mengarang puluhan judul buku. diantaranya:

  • Golkar Pascapemilu 1992, 1993
  • Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996. sekarang naik naik cetak yang ke dua pada tahun 2008
  • Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997
  • Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007

daku bangga karena dari sukuku ini ada orang yang bisa kujadikan sebagai panutan. harapannya adalah semoga ia bisa menjadi inspirasiku yang lain layaknya Andrea Hirata, Anis Matta, Shofwan Al-Banna, Ridwansyah Yusuf Achmad (ketua KM ITB) menginspirasiku.

kalo teman ingin mengetahui seperti apa adat budaya betawi, ya buku ini sangat pas sekali untuk teman baca. kalo teman ingin mengetahui perbendaharaan kosa kata dalam bahasa betawi, ya teman baca buku ini. kalo temanku ingin tertawa-tawa sendiri, ya baca buku ini. kalo teman ingin menangis karena terharu akan ruh jihad, ya teman baca buku ini. insya-Allah buku ini banyak manfaatnya.

semoga bermanfaat

Nb: ini foto bang Ridwan Saidi

Ridwan Saisi

Tags:

Tarbiyah+Ruhiyah

Buku                : Tarbiyah Ruhiyah

Pengarang        : DR. Abdullah Nashih Ulwan

  1. 1. RUHIYAH SEORANG DA’I

Iman, ikhlas, sabar, dan optimisme adalah sifat-sifat fundamental dalam mencetak jiwa seorang da’i.

Jalan Memperoleh Ketinggian Ruhiyah

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu ‘furqan’ dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (Al-Anfal: 29)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu bisa berjalan dan dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( Al-Hadid: 28)

Jadi, takwa kepada Allah adalah modal kekayaan inspirasi, sumber cahaya dan karunia yang melimpah.

Sayyid Qutb Rahimallah berkata, “Inilah bekal tersebut dan persiapan perjalanan…bekal ketakwaan yang selalu menggugah hati dan membuatnya selalu terjaga, waspad, hati-hati, serta selalu dalam konsentrasi penuh…bekal cahata yang menerangi liku-liku perjalanan sepanjang mata memandang. Orang bertakwa tidak akan tertipu oleh bayangan semu yang menghalangi pandangannya yang jelas dan benar…itulah bekal penghapus segala kesalahan, bekal yang menjanjikan kedamaian dan ketentraman, bekal yang membawa harapan atau karunia Allah; disaat bekal-bekal lain sudah sirna dan semua amal tak lagi berguna…

Hawa nafsulah yang menebar kesuraman, menghalangi penglihatan, dan mengaburkan arah tujuan… Hawa nafsu tidak bisa disingkirkan dengan dalil-dalil. Dia hanya bisa disingkirkan dengan takwa. Dia hanya bisa dienyahkan dengan rasa takut kepada Allah dan terus menerus muraqobah terhadap-Nya baik dalam keadaan sunyi atau terang-terangan…

Hakikat Takwa

Takwa berdasarkan definisi Umar bin Khattab dan Ubai bin Ka’ab: suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang takwa. Ubai menjawab, “Bukankah anda pernah melewati jalan yang penuh dengan duri?”. “Ya”, jawab Umar. “Apa yang Anda lakukan saat ini?”. “Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati”. “Itulah takwa”.

Sedang berdasarkan definisi Sayyid Qutb dalam bukunya Fi Zhilalil Qur’an: “Itulah takwa, kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut terus menerus, selalu waspada dan hati-hati jangan sampai kena duri jalanan…jalan kehidupan yang selalu ditaburi duri-duri godaan dah syahwat, kerakusan dan angan-angan, kekhawatiran dan keraguan, harapan semu atas segala sesuatu yang tidak bisa diharapkan. Ketakutan palsu dari sesuatu yang tidak pantas untuk ditakuti…dan masih banyak duri-duri yang lainnya”.

Jalan Mencapai Sifat Takwa

v     Mu’ahadah (Mengingat Perjanjian)

Landasan: “Dan tepatilah perjanjian dengan Alah apabila kamu berjanji…”. (An-Nahl: 91)

Cara Mu’ahadah

Berkhalwat (menyendiri) antara dia dan Allah untuk mengintrospeksi diri seraya mengatakan, “Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan”. (Al-Fatihah: 5). Apabila kita komitmen terhadap janji ini, maka kita telah meniti tangga menuju takwa.

v       Muroqobah (Merasakan Kesertaan Allah)

Landasan: “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badannya diantara orang-orang yang sujud”. (Asy-Syu’ara: 218-219)

Makna dan Cara Muroqobah

Makna: Merasakan keagungan Allah Azza wa jalla di setiap waktu dan keadaan serta merasakan kebersamaan-Nya di kala sepi ataupun ramai.

Cara: Niat ikhlas karena mencari ridho Allah.

Macam-macam Muroqobah

  1. Muroqobah dalam melaksanakan ketaatan adalah dengan ikhlas kepda-Nya
  2. Muroqobah dalam kemaksiatan adalah dengan taubat
  3. Muroqobah dalam hal-hal yang mubah adalah dengan menjaga adab-adab terhadap Allah dan bersyukur atas segala nikmat
  4. Muroqobah dalam musibah adalah dengan ridha kepada ketentuan Allah

v       Muhasabah (Introspeksi Diri)

Landasan: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr: 18)

Seorang mukmin hendaknya mewajibkan diri dan meminta perjanjian untuk memperbaiki niat, melaksanakan taat, memenuhi segala kewajiban, dan membebaskan diri dari riya…demikian pula di sore hari, semestinya ia punya waktu untuk berkhalwat dengan dirinya guna memperhitungkan semua yang telah dilakukannya.

v       Mu’aqobah (Pemberi Sanksi)

Landasan: “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”. (Al-Baqarah: 179)

Pemberian sanksi yang mubah di sini sangat penting sebab membiarkan diri dalam kesalahan akan mempermudah terlanggarnya kesalahan-kesalahan yang lain dan akan semakin sulit untuk meninggalkannya.

Contoh: Suatu ketika Umar bin Khathab pernah disibukkan dengan suatu urusan sehingga waktu Maghrib lewat sampai muncul dua bintang. Maka setelah melaksanakan shalat Maghrib beliau memerdekakan dua orang budak.

v       Mujahadah (Optimalisasi)

Landasan: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut: 69)

Makna Mujahadah: Apabila seorang mukmin terseret dalam kemalasan, santai, cinta dunia dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah serta ketaatan yang lainnya tepat pada waktunya, maka ia harus memaksa dirinya melakukan amal-amal sunnah lebih banyak dari sebelumnya.

Contoh: Umar bin Khattab pernah ketinggalan shalat jamaah lalu malam harinya beliau isi dengan ibadah dan tidak tidur. Amr bin Abdi Qois selalu shalat seribu rakaat setiap harinya. Masruq ketika melaksanakan ibadah haji tidak pernah tidur kecuali sambil sujud.

  1. 2. FAKTOR – FAKTOR YANG MENUMBUH SUBURKAN RUHIYAH

a) Faktor – Faktor Yang Berkaitan Dengan Kepekaan Jiwa

  • Senantiasa melakukan muroqobah kepada Allah
  • Mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya
  • Membayangkan kehidupan akhirat beserta seluruh peristiwanya (Semua manusia dikumpulkan dengan telanjang bulat dan tanpa alas kaki, Matahari sangat dekat di atas kepala, Bumi menjadi saksi atas apa yang kita lakukan di dunia, Anggota badan menjadi saksi, Neraka yang sangat gelap dan pekat, Lembah-lembah jahannam, Minuman dan makanan ahli neraka, Tangisan ahli neraka, de el el)

b) Faktor – Faktor Amaliyah Yang Menumbuhkan Ruhiyah

  • Memperbanyak tilawah Al-Qur’an dengan tadabbur
  • Hidup bersama Rasulullah melalui sirahnya yang harum semerbak

–         Mencontoh ibadah nabi: beliau beribadah sepanjang malam, hanya sedikit beliau sisakan untuk istirahat. Bahkan bertahajjud malam hari sampai tumitnya bengkak.

–         Mencontoh kezuhudan nabi: Beliau tidak pernah makan roti sampai kenyang dalam tempo tiga hari berturut-turut.

–         Mencontoh ketakwaan nabi: Beliau duduk tanpa alas, makan bersama pembantunya, menjahit sendiri pakaiannya, membantu pekerjaan istrinya.

–         Mencontoh kesabaran dan kelembutan nabi

–         Mencontoh keteguhan nabi dalam mempertahankan prinsip

–         Mencontoh kekuatan fisiknya: Beliau mampu meladeni tantangan Ubai bin Kholaf di perang Uhud

–         Mencontoh keberania nabi

c) Selalu Menyertai Orang – Orang Pilihan, Yakni Mereka Yang Berhati Bersih dan Mengenal Allah

Ciri-ciri orang pilihan yang mengenal Allah:

–         Komitmen dengan syariat Islam

–         Tidak tampak adanya kemaksiatan dalam diri mereka

–         Menyibukkan diri dengan kelemahan dan aib sendiri

–         Amar ma’ruf nahi munkar

–         Di wajah mereka tampak adanya cahaya keimanan dan takwa

–         Memperhatikan umat Islam

–         Bergerak secara jujur

d) Dzikir Kepada Allah di Setiap Waktu dan Keadaan

Yang dimaksud dengan dzikir adalah merasakan keagungan Allah dalam semua kondisi. Bisa berupa dzikir pikiran, hati, lisan, atau perbuatan. Dzikir perbuatan mencakup tilawah, ibadah, dan keilmuwan. Termasuk dzikir lisan adalah semua doa dan ma’tsurat yang diriwayatkan secara shahih dari nabi.

e) Menangis Karena Takut Kepada Allah di Saat Berkhalwat (Menyendiri)

Keutamaan:

–         Mereka berada di bawah naungan Allah di hari kiamat

–         Mereka terbebas dari azab Allah

–         Mereka berada dalam limpahan cinta kasih ilahi

–         Mereka berada dalam ampunan dan maghfirahnya

f) Bersungguh – Sungguh Membekali Diri Dengan Ibadah – Ibadah Nafilah (Sunah)

  • Shalat Nafilah (Shalat Dhuha, Shalat Awwaabain: shalat sunnah enam rakaat setelah shalat maghrib, Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid, Shalat Sunnah Wudlu’, Shalat Malam, Shalat Tarawih)
  • Shaum Nafilah (Puasa Arafah, Puasa Asyuro dan Tasu’a, Shaum enam hari pada bulan syawal, Shaum tiga hari bidh (putih), Shaum hari Senin dan Kamis, Shaum sehari dan buka sehari)
  • Shadaqah Nafilah
  • Ibadah Haji dan Umrah Nafilah
  1. 3. PENGARUH TARBIYAH RUHIYAH DALAM PEMBINAAN, PERBAIKAN DAN PEMBARUAN UMAT

Tatkala jiwa seorang da’i memancarkan rohani, berhubungan erat dengan Allah, dan memiliki ketakwaan tersingkaplah baginya berbagai hakikat dan makna. Terbukalah rahasia-rahasia yang tak dimengerti kecuali orang-orang yang jenius dan bertakwa.

Guru besar Muhammad Abu Zahroh Rahimallah berkata, “Tarbiyah ruhiyah sebagaimana dikatakan oleh ustadz Faudah akhir-akhir ini mempunyai berbagai keistimewaan. Dia mempunyai pengaruh yang sangat jelas. Misalnya kaum muslimin di Afrika, baik bagia barat, tengah atau bagian selatan. Keimanan yang mereka miliki merupakan hasil dari tarbiyah ruhiyah.

Tags:

Graphic2

Graphic3

teman, buku di atas saya beli beberapa hari yang lalu di TM bookstore lantai dua Detos. saya membelinya karena saya ingin mengetahui pohon-pohon apa saja yang ada di UI itu. selama ini, saya hanya menjadi penikmat daya tarik dari pemandangan indah yang ada di UI tanpa mengetahui nama-nama dari makhluk hidup yang ada di sana. nah, unutk mengetahui nama-nama dari pohon-pohon yang ada di kampus berperingkat 201 di tahun 2009 itu, akhirnya saya membeli buku di atas. judulnya adalah “Galeri TANAMAN HIAS LANSKAP” karangan dua orang penulis muda asala IPB Bogor: Garsinia Lestari dan Ira Puspa Kencana.

setiap pagi, sambil berangkat kuliah, saya akan sengaja berjalan-jalan keliling UI sambil menenteng buku itu dan mencocokkan antara gambar yang ada di buku dengan pohon-pohon yang ada di UI. ajaib, sekarang saya banyak tahu nama-nama pohon itu. saya senang.

namun ada sedikit masalah di sini

begini, saya kepergok teman saya dari jurusan FISIKA. ia melihat saya saat menenteng-nenteng buku itu. lalu ia bertanya, buku siapa itu bang?

saya menjawab dengan enteng kalo ini buku saya.

“ente bukan anak biologi kan bang?”

“emang kenapa kalo ane bukan anak biologi?”

“ya enggak, aneh aja”

lalu di rumah, saat kakak saya mengetahui kalo saya beli buku yang bisa dibilang ga murah itu, dengan enteng dia mencibir, “kamu li beli itu buat siap-siap bikin rumah?!”

dalam hati saya bergumam, “gimana bikin rumah, orang … aja saya belom”

Tags:

Total Kunjungan:

  • 659,175 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: