Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘HNW – DJR’ Category

  • Twips, lg ikut buka puasa bareng nih di HidayatDidik Center. #BukberHDC
  • Pas banget saat ini Bang @hnurwahid memberikan sambutan. #BukberHDC
  • Bang @hnurwahid: berdasarkan data ICW, semua kandidat melakukan money politic, hanya no.4 (HidayatDidik) n no.5 yg tidak. #BukberHDC
  • “Qt tdk bs memaksa kehendak pd masy meski banyak hal baik yg qt tawarkan tk masy” #BukberHDC
  • “Tp sbg seorang muslim, tak ada kata berhenti bekerja dan berjuang” #BukberHDC
  • “Teruslah berjuang dan gapailah limpahan pahala atas kerja2 qt” #BukberHDC
  • Terakhir bg @hnurwahid menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungannya selama pilkada pd semua elemen masy #BukberHDC
  • Sekarang dilanjutkan sambutan dr KH. Luthfi Hasan Ishaq selaku Presiden PKS. #BukberHDC
  • Pak luthfi turut memuji ttg keteladanan Bang @hnurwahid#BukberHDC
  • “Apabila segala usaha telah dikerahkan, maka urusan hasil adl domainnya Allah” #BukberHDC
  • “Terkait dgn peta koalisi, qt masih melakukan riset sambil mendengarkan masukan2 dr setiap elemen” #BukberHDC
  • “Setidaknya ada 3 pilihan: ke no.1, no.2 atau tdk memberikan pd kedua-duanya. Masing2 ada sisi positif dan negatifnya” #BukberHDC
  • Hadirin memberikan aplaus yg meriah saat pilihan ke tiga dipaparkan oleh bapak Presiden..heehe #BukberHDC
  • “Apapun pilihan qt, qt akan tetap berjuang untuk membela umat kita” #BukberHDC
  • Demikian sedikit pidato dr KH. Luthfi Hasan Ishaq. Hehe #BukberHDC
  • Yg mau kasih masukan terkait pilihan koalisi, mungkin bs sampaikan ke sobat kita, cc @HidayatDidik. Hehe #BukberHDC
  • Time to do’a #BukberHDC

“kekalahan” bukan akhir dari hidup. “kekalahan” berarti berhenti sejenak untuk melompat lebih tinggi hingga menembus batas cakrawala. pada dasarnya kita sudah menang karena kejujuran yang jadi pondasi kita melangkah. orang/kelompok/organisasi/jamaah yang berjuang dengan kejujuran sedari awal, sudahlah menang sejak dalam hatinya, apalagi dalam kenyatannya. betapa indah memperjuangkan sesuatu dengan kejujuran. dan orang/kelompok/organisasi/jamaah yang seperti ini, tak pantas untuk ditinggalkan. bahkan kita harus mengikatnya erat-erat dalam hati sanubari kita dan menjadikannya sebagai langkah hati kita membangun peradaban. dan peradaban itu adalah keniscayaan yang harus kita semai dalam hidup. selamat berjuang saudaraku. lanjutkan perjuangan. enyahkan segala kesedihan dan kegalauan. lalui semuanya dengan penuh semangat dan senyum merekah bak putri terpingit. ganjaran pahala menantimu di surga abadi.

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

JAKARTA (14/6) – KPK mengumumkan harta kekayaan enam pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Pengumuman itu dilakukan di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan Kuningan, Kamis (14/6/2012).

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Di antara semua kandidat, cagub nomor urut 5 Faisal Batubara (Faisal Basri), menempati posisi paling bawah dengan total kekayaan Rp4.136.226.211. Namun, bila dihitung secara kolektif, maka pasangan Hidayat-Didik menduduki posisi paling buncit, yakni dengan komulatif kekayaan sebesar Rp 19.937.783.408 dan US$ 15.842.

Jumlah itu terdiri dari harta kekayaan Hidayat yang disampaikannya justru lebih didominasi oleh harta istrinya. Total kekayaan Hidayat yang dihitung oleh LHKBN senilai Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030. Sementara total kekayaan Didik senilai Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.342.

Berikut adalah daftar kekayaan cagub dan cawagub DKI periode 2012-2017:

Fauzi Bowo per tanggal 14 Maret 2012 senilai Rp 59.389.281.068 dan US$ 325.000

Nachrowi Ramli per 30 Maret 2012 senilai Rp 15.784.271.234 dan US$ 30.003

Hendardji Soepandji per 12 April 2012 Rp 32.182.924.751 dan US$ 405.537

Ahmad Riza Patria per 29 Maret 2012 Rp 2.789.050.923

Joko Widodo per 31 Maret 2012 Rp 27.255.767.435 dan US$ 9.876

Basuki Tjahaja Purnama per 22 Maret 2012 Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030

Hidayat Nur Wahid per 28 Maret 2012 Rp 12.145.267.142 dan US$ 7.500

Didik Junaedi Rachbini per 22 Maret Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.324

Faisal Batubara per 12 Maret 2012 Rp 4.136.226.211

Biem Triani Benjamin per 12 Maret 2012 Rp 33.029.189.336

Alex Noerdin per 15 Maret 2012 Rp 19.694.375.836

Nono Sampono per 1 Maret 2012 Rp 13.712.659.591. ***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Jakarta (14/6) – Salah satu amanat Undang-undang Dasar (UUD) yang hingga kini belum terlaksana dengan baik adalah masalah pendidikan. Meski pemerintah berkomitmen mengalokasikan 20% dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan, namun nyatanya masih banyak warga yang belum bisa mengecap pendidikan layak.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, menegaskan jika dipercaya memimpin DKI Jakarta, dirinya siap untuk membebaskan biaya pendidikan, bukan hanya untuk sekolah negeri, namun juga swasta.

“Salah satu yang dibahas dalam UUD adalah tentang pendidikan seperti tercantum dalam pasal 31 ayat 1 dan 4. Atas dasar itulah, salah satu program unggulan saya jika terpilih menjadi gubernur adalah sekolah gratis baik negeri maupun swasta,” papar Hidayat.

Hal itu dikemukakan Hidayat saat memberi sambutan pada pembukaan seminar mengenai 4 Pilar Kebangsaan, yang merupakan bagian dari acara ulang tahun (milad) Pilgrim Moslem Boutique di Ruko Centre Pilgrim, Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (14/6).

Mantan Ketua MPR itu mengemukakan alasan mengapa sekolah swasta juga perlu digratiskan, sebab UUD tidak memisahkan hak siapa pun untuk mendapatkan pendidikan.

“Dalam membayar pajak, justru yang paling besar adalah pihak swasta. Jadi mengapa mereka harus dipisahkan,” ungkap calon gubernur nomor urut 4 tersebut.

Ditambahkan Hidayat, sebagai bangsa yang besar, Indonesia dibangun oleh kekuatan karakter yang berlandaskan pada empat pilar kebangsaan. Keempat pilar kebangsaan itu adalah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hidayat menyampaikan, penting untuk mengetahui dan memahami empat pilar kebangsaan tersebut. “Karena dengan mengetahui dan memahami keempat pilar itu, penghargaan dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia akan lebih tertanam,” pungkas Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

JAKARTA (13/6) — Eforia Piala Eropa (EURO) 2012 terasa di mana-mana. Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini tidak mau ketinggalan merasakan eforia tersebut.

Dini hari ini, pasangan nomor urut 4 ini pun nonton bareng warga laga Belanda Vs Jerman di RT 016 RW 03 di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (14/6/2012).

Hidayat dan Didik tiba, Rabu (13/6) pukul 23.00 WIB. Kehadiran Hidayat-Didik ke tempat nobar cukup mengejutkan sekitar ratusan warga setempat. Sebabnya, tempat nobar mereka yang tepat di pinggir kali Ciliwung ternyata disinggahi calon gubernur.

Sebelum nobar, Mantan Ketua MPR RI ini  tidak lupa melapor ke ketua RT setempat terlebih dahulu.

“Kita kan tahu aturan. Indonesia kan negara hukum,” ujar Hidayat saat bertamu ke rumah ketua RT 016, Wawan Sarwani.

Wawan pun menyambut baik kehadiran Hidayat dan Didik di kediamannya.

“Tentu kami senang, Pak Hidayat dan Pak Didik berkenan nobar di sini sama warga. Kita juga bisa sekalian curhat tentang Jakarta,” kata Wawan yang disambut gelak tawa warga.

Warga RT 016 memang biasa menggelar acara nobar, apa lagi dengan adanya Piala Eropa. Bahkan warga setempat menyediakan tempat khusus nobar. Tempat yang berlokasi di pekarangan kosong warga yang bersampingan dengan kali ciliwung selalu ramai dikunjungi warga.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Pelantikan-Rumah-Relawan-01

Pelantikan-Rumah-Relawan-01

Pilkada DKI makin memanas, setiap calon terus mengadakan penggalangan dukungan masyarakat.
Pendukung Hidayat Nur Wahid yang tergabung dalam Relawan Hidayat menyelenggarakan gathering di posko pusat Relawan Hidayat.
Salah satu program Relawan Hidayat adalah menjadikan rumah mereka sebagai Rumah Relawan Hidayat.
Rumah ini akan menjadi posko pemenangan Hidayat-Didik yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta.
Sekitar 600 orang Relawan Hidayat, yang kebanyakan adalah Ibu Rumah Tangga,  mengucapkan ikrar pemenangan Hidayat di seluruh TPS dalam pilkada Jakarta. Antusiasme terlihat dari semangat para peserta yang mengucapkan deklarasi pemenangan Hidayat-Didik. Sebagian dari mereka tampak terharu dan menitikan air mata saat pembacaan doa.


Total Kunjungan:

  • 641,440 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: