Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Matematika’ Category

  • kultwit ttg #matematika enak kali ya. setuju gak?
  • bingung mw kultiwit apa abisnya..haha#matematika
  • satu tema yg jarang sekali saya tulis di tulisan2 atau di kultwit2 saya. tanya kenapa? #matematika
  • mungkin karena #matematika itu dominan berisi angka-angka kali yah yg notabene susah untuk ditulis di blog ataupun di twitter.
  • atau mungkin karena sy udah agak sedikit bosan dengan #matematika? i dont know.
  • tp yg jelas, sy pernah merasakan cinta yg teramat dlm pd #matematika, yaitu saat2 SMA.
  • tak ada pelajaran yg bisa menduakan hati sy pada #matematika saat itu.
  • #matematika adl saya, dan saya adl matematika. #eaaa
  • #matematika adl separuh aku, jiwaku..#eaaa
  • belajar bahasa inggris, sy pake kalkulator. maksudnya saat pelajaran bhs inggris, sy malah belajar #matematika
  • suatu ketika pelajaran #matematika di kelas. guru suruh kerjakan satu soal sulit, dan sy bisa.
  • pulangnya salah seorang teman yg cantik katakan: “i love you Ali”. Gubrakkk
  • besoknya hidung sy kembang kempis saat berpapasan dengannya.. hehe#matematika
  • pernah lagi kelas 1 SMA. jelang ujian#matematika yg pertama kalinya setelah resmi masuk sekolah, sy diculik teman2.
  • mereka minta ajarin #matematika untuk persiapan besok.
  • sayapun menuruti keinginan mereka. dan ujianpun berlangsung. #matematika
  • dan subhanallah, sy dapet nilai tertinggi di kelas meski cuma 72. #matematika
  • satu permulaan yg baik, gumam sy saat itu. dan memang benar, setelah itu, nama sy meroket bak nuklir menuju angkasa.#matematika
  • banyak kawan meng-elu2kan sy, termasuk temen wanita yg cantik2..#eaaa#matematika
  • jadilah di setiap perlombaan #matematikadi manapun tempatnya, nama saya yg terpilih.
  • duta #matematika SMA, gitulah sebutan kawan2 saat itu.
  • tp sayang seribu saya, tidak banyak gelar juara yg sy raih di tingkat luar sekolah. susah. #matematika
  • saingannya org2 sipit yg kemampuan#matematika nya bisa dibilang “gila”. makan apa ya mereka? tiap hr makan rumus kali ya?
  • namun tetep ada beberapa prestasi#matematika yg tertoreh. juara 2 pelangi matematika Jabodetabek UNJ, 15 besar olimpiade math se-Jakarta
  • yg lainnya cuma sebagai partisipan: logika matematika UI, matematika ria ipb, pelangi airlangga, dll. #matematika
  • di kelas tiga guru saya tanpa ragu kasih nilai 100 di dua kali nilai rapor. entah apa alasannya. #matematika
  • di UN sy dapet 9.44 tk nilai #matematika.
  • itu sekelumit cerita ttg diri sy dgn#matematika. tak ada yg spesial memang. tp sy merasakan bhw saat itu matematika adl jiwa sy.
  • maka tanpa ragu sy pilih jurusan#matematika UI pasca lulus. dan sekang alhamdulillah sudah lulus dr sana.
  • dan anehnya, sy merasa agak sedikit bosa dgn #matematika. justru lebih tertarik dgn dunia macam: agama, politik, sosial, olahraga, bisnis
  • hikmahnya buat saya adl bahwa hidup ini bukan cuma #matematika. hidup ini luas. so, harus belajar dan bs banyak hal.
  • tentu biar hidup semakin hidup. wasalam,,#matematika

Sebagai landasan matematika, aksioma dapat diperoleh dari dunia nyata atau alam sekitar, sebagai sumber inspirasi yang selanjutnya diabstraksikan dan digeneralisasikan dengan menggunakan simbol-sombol. Dengan menggunakan bahasa matematika yang penalarannya deduktif, diperoleh teorema, yang kemudian dikembangkan menjadi teorema-teorema yang pada akhirnya dapat diaplikasikan terhadap ilmu-ilmu lain, yang bermanfaat untuk kehidupan di dunia ini.

Sumber: Mathematical Intelegence (Moch. Masykur Ag & Abdul Halim Fathani)

Matematika itu hadir untuk mempermudah setiap permasalahan. Maka sudah selayaknya ia mudah untuk di pelajari. –Ali

Nemu tulisan bagus di blog seseorang (http://paktoyibin.blogspot.com/) seputar matematika. Saya posting di blog ini sebagai arsip pribadi saya dengan sedikit editan. Tujuannya: biar suatu saat saya bisa dengan mudah membacanya kembali.  Yang tertarik, silakan dibaca.

Perkembangan IPTEK sekarang ini di satu sisi memungkinkan untuk memperoleh banyak informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai tempat di dunia, di sisi lain tidak mungkin untuk mempelajari keseluruhan informasi dan pengetahuan yang ada, karena sangat banyak dan tidak semuanya diperlukan. Karena itu diperlukan kemampuan cara mendapatkan, memilih, dan mengolah informasi.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dituntut sumber daya yang handal dan mampu berkompetisi secara global, sehingga diperlukan ketrampilan tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan melalui matematika. Hal ini sangat dimungkinkan karena matematika memiliki struktur dengan keterkaitan yang kuat dan jelas satu dengan lainnya serta berpola pikir yang bersifat deduktif dan konsisten.

Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah.
Pentingnya matematika tidak lepas dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan.

Matematika bisa membantu menyederhanakan permasalahan yang tadinya ngejelimet atau bahkan tidak bisa diselesaikan sebelumnya. Dengan bantuan matematika, masalah-masalah yang ada dimodelkan ke dalam bentuk matematika. Apabila telah terbentuk ke dalam model matematika, maka solusinya akan bisa kita temukan.

Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.

Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, orang dapat menyampaikan informasi dengan bahasa matematika, misalnya menyajikan persoalan atau masalah ke dalam model matematika yang dapat berupa diagram, persamaan matematika, grafik, ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa matematika justru lebih praktis, sistematis, dan efisien. Begitu pentingnya matematika sehingga bahasa matematika merupakan bagian dari bahasa yang digunakan dalam masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya peran dan fungsi matematika, terutama sebagai sarana untuk memecahkan masalah baik pada matematika maupun dalam bidang lainnya.

sumber: sini

Karena alasan inilah saya belajar matematika:

matematika adalah permainan logika.
semakin kita ahli dalam matematika.
semakin terasah logika kita. yang artinya semakin tajam kemampuan analisis dan berpikir kita.
dan itu sangat bermanfaat sekali.

sumber: http://www.forumsains.com/matematika/manfaat-matematika/

ceritanya mo gaya-gayaan nieh gan. ane mencoba untuk mendeklarasikan kembali satu hal yang sempat menghilang dalam diri ane. penasaran? langsung aja yuk liat gambar di bawah ini.
sumber: sini
hehehe. sekarang giliran agan-agan sekalian. pada suka gak dengan matematika? menurut agan-agan sekalian, matematika itu seperti apa yach? asyik gak?

Tags:



tulisan ini diikutsertakan dalam ajang kompetisi blog (kompetiblog2010) studi di Belanda yang diadakan oleh Nuffic Neso Indonesia dengan tema: “Dutch innovation, in my opinion”

Pada umumnya, negara-negara di Eropa memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang sangat mengagumkan. Tak terkecuali dengan Belanda. Negara yang memiliki nama asli Koninkrijk der Nederlanden (Kerajaan Tanah-Tanah Rendah) ini terkenal dengan beragam inovasinya di dalam ilmu pengetahuan. Dan, ketika membicarakan ilmu pengetahuan, tidak lengkap jika tidak menyebutkan matematika sebagai salah satu unsur penunjang di dalamnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling penting dalam membangun inovasi suatu negara di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Mungkin karena matematika merupakan ratu sekaligus pelayan dari ilmu-ilmu lain yang menyebabkan matematika menempati ruang spesial dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu eksak.

Kita menyadari bahwa sejak dahulu kala, Belanda memegang peranan yang sangat penting dalam budaya ilmu pengetahuan dunia. Kita dapat menemukan sederetan tokoh asal Belanda yang menghasilkan penemuan-penemuan penting yang sangat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk bisa mengecap manisnya menuntut ilmu di sana. Tak terkecuali dengan senior saya di Matematika UI. Namanya Novi Herawati Bong. Berbekal predikat lulusan terbaik UI tahun 2008 dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3.93, dia berangkat ke Negeri Dam itu untuk melanjutkan studi masternya di bidang matematika. Universitas Leiden yang merupakan universitas dengan peringkat 60 dunia (versi THE-QS) menjadi batu loncatan beliau untuk merengkuh mimpinya menjadi matematikawan jempolan Indonesia di masa yang akan datang.

Tidak hanya senior saya tadi, masih banyak sekali matematikawan jempolan asal Indonesia yang merupakan jebolan salah satu universitas negeri keju itu. Satu diantaranya adalah Hadi Susanto. Pria muda yang berhasil menggondol gelar doktor di usia 27 tahun ini merupakan lulusan Universitas Twente Belanda. Ia yang juga merupakan lulusan terbaik ITB tahun 2002, yang telah memproduksi 26 karya tulis internasional, kini mengajar di Universitas Nottingham, Inggris sambil terus memahatkan namanya dalam legenda matematikawan dunia.

Contoh lainnya adalah Yogi Ahmad Erlangga. Ia menyelesaikan program doktornya dari Universitas Delft (peringkat 78 dunia versi THE-QS) Belanda. Urang asli Tasikmalaya yang juga merupakan lulusan Teknik Penerbangan ITB dengan predikat cum laude ini namanya mencuat kepermukaan setelah dirinya berhasil memecahkan Persamaan Helmholtz yang sudah berumur 30 tahun (belum terpecahkan selama 30 tahun). Penemuan ini menjadi tonggak penting perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Dan salah satu aplikasinya adalah bisa digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi.

Deretan tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas hanyalah segelintir orang Indonesia lulusan salah satu universitas terbaik Belanda. Tentunya masih banyak sekali yang tidak saya sebutkan disini. Ini hanyalah segelintir contoh saja bahwa universitas-universitas top Belanda bisa dijadikan sebagai alternatif bagi kita untuk menimba ilmu yang tinggi dan mendalam. Dalam hal ini adalah matematika.

Jika tadi kita membicarakan orang-orang Indonesia yang merantau hingga ke negeri Holland untuk belajar matematika, maka sekarang kita akan melihat para pujangga matematika yang mereka miliki. Hal ini tentu sangat berkaitan sekali mengingat kita tidak bisa mengklaim suatu negara maju disuatu bidang ilmu pengetahuan sedang mereka tidak memiliki stok yang melimpah bagi para penggeraknya.

Sama seperti Amerika dan negara-negara Eropa lain semisal: Yunani, Perancis, Jerman dan Itali, Belanda memiliki sederetan pakar matematika jempolan tingkat dunia. Mulai dari matematikawan sekaligus fisikawan lulusan Universitas Leiden, Hans Kristian Huygens yang hidup pada periode 1629-1695 M. Hingga Hans Freudenthal yang hidup pada periode 1905-1990 M yang merupakan penggagas RME (Realistic Mathematic Education) dan merupakan pendiri Freudenthal Institute. Disamping kedua orang tersebut, Belanda masih memiliki banyak matematikawan gaek yang lain seperti: Jacobus Hendricus Van Lint, Willebrord Snellius, Frederik Van Der Blij, Isaac Beeckman, Thomas Joannes Stieltjes, Luitzen Egbertus Jan Brouwer, Daniel Bernoulli, dan lain-lain.

Hans Freudenthal

sumber gambar: sini

Di atas telah sedikit disinggung mengenai RME (Realistic Mathematic Education) atau Pendidikan Matematika Realistik. RME ini merupakan inovasi teranyar buah karya bangsa Belanda yang saat ini banyak diadopsi oleh bangsa-bangsa lain di dunia seperti: Amerika Serikat, Afrika Selatan, Beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika Latin. RME dikembangkan oleh Hans Freudental pada tahun 1973 (sekitar 35-40 tahun yang lalu) yang merupakan suatu model baru dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis RME ini lebih menekankan pada pemberdayaan siswa. Artinya, guru tidak lagi memegang peran sentral dalam proses belajar mengajar dengan cara menjejali siswa dengan setumpuk materi. Akan tetapi dalam RME ini, pola tradisional seperti itu telah dihilangkan. Siswalah yang harus berperan aktif dalam memecahkan masalah. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang terus memberikan pengarahan serta terus mengayomi siswa didiknya. Sehingga terjadi suatu perubahan paradigma pembelajaran dari mengajar menjadi belajar disini.

Di Indonesia sendiri, RME telah diadaptasi menjadi suatu gerakan yang dinamakan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dengan sedikit penyesuaian dalam konteks ke-Indonesiaan: Budaya, Alam, Sistem Sosial, dan lain-lainnya. Terbentuknya PRMI di Indonesia merupakan sebuah upaya untuk mereformasi pendidikan matematika di Indonesia yang dimotori oleh Prof. RK Sembiring dkk.

Adapun sebagai upaya untuk terus memperdalam konsep RME ini, pemerintah melalui diknas telah mengirim belasan dosen dari universitas-universitas yang tersebar di seluruh Indonesia untuk belajar dari negeri asalnya, Belanda. Dan hingga sekarang, telah ada sekitar 500 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Indonesia. Tentu hal ini masih belum cukup sehingga masih perlu untuk terus dikembangkan dan disempurnakan.

Dari sekelumit uraian di atas, kita menyadari bahwa bangsa kita masih perlu belajar dari negar-negara maju seperti Belanda. Bolehlah kita pakai kalimat: “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Belanda” untuk memotivasi kita agar tak pernah ada kata puas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang setiap harinya. Jika bangsa kita tidak ingin terus tertinggal dan tergerus oleh arus zaman, sekaranglah saatnya untuk mengembangkan inovasi di setiap bidang. Dan sebagai langkah awalnya, memang kita harus belajar dari bangsa lain seperti bangsa Belanda yang sudah maju lebih dahulu. Jadi, kapan giliran Anda belajar hingga ke negeri Belanda? 😛

Bendera Belanda
sumber: sini

referensi:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
2. http://www.topuniversities.com/
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Dutch_mathematicians
4. http://www.pmri.or.id/

Pada umumnya, negara-negara di Eropa memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Tak terkecuali dengan Belanda. Negara yang memiliki nama asli Koninkrijk der Nederlanden (Kerajaan Tanah-Tanah Rendah) ini terkenal dengan beragam inovasinya di dalam ilmu pengetahuan. Dan, ketika membicarakan ilmu pengetahuan, tidak lengkap jika tidak menyebutkan matematika sebagai salah satu unsur penunjang di dalamnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling penting dalam membangun inovasi suatu negara di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Mungkin karena matematika merupakan ratu sekaligus pelayan dari ilmu-ilmu lain yang menyebabkan matematika menempati ruang spesial dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu eksak.

Kita menyadari bahwa sejak dahulu kala, Belanda memegang peranan yang sangat penting dalam budaya ilmu pengetahuan dunia. Kita dapat menemukan sederetan tokoh asal Belanda yang menghasilkan penemuan-penemuan penting yang sangat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk bisa mengecap manisnya menuntut ilmu di sana. Tak terkecuali dengan senior saya di Matematika UI. Namanya Novi Herawati Bong. Berbekal predikat lulusan terbaik UI tahun 2008 dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3.93, dia berangkat ke Negeri Dam itu untuk melanjutkan studi masternya di bidang matematika. Universitas Leiden yang merupakan universitas dengan peringkat 60 dunia (versi THE-QS: http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2009/results) menjadi batu loncatan beliau untuk merengkuh mimpinya menjadi matematikawan jempolan Indonesia di masa yang akan datang.

Tidak hanya senior saya tadi, masih banyak sekali matematikawan jempolan asal Indonesia yang merupakan jebolan salah satu universitas negeri keju itu. Satu diantaranya adalah Hadi Susanto. Pria muda yang berhasil menggondol gelar doktor di usia 27 tahun ini merupakan lulusan Universitas Twente Belanda. Ia yang juga merupakan lulusan terbaik ITB tahun 2002, yang telah memproduksi 26 karya tulis internasional, kini mengajar di Universitas Nottingham, Inggris sambil terus memahatkan namanya dalam legenda matematikawan dunia.

Contoh lainnya adalah Yogi Ahmad Erlangga. Ia menyelesaikan program doktornya dari Universitas Delft (peringkat 78 dunia versi THE-QS) Belanda. Urang asli Tasikmalaya yang juga merupakan lulusan Teknik Penerbangan ITB dengan predikat cum laude ini namanya mencuat kepermukaan setelah dirinya berhasil memecahkan Persamaan Helmholtz yang sudah berumur 30 tahun (belum terpecahkan selama 30 tahun). Penemuan ini menjadi tonggak penting perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Dan salah satu aplikasinya adalah bisa digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi.

Deretan tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas hanyalah segelintir orang Indonesia lulusan salah satu universitas terbaik negeri Belanda. Tentunya masih banyak sekali yang tidak saya sebutkan disini. Ini hanyalah segelintir contoh saja bahwa universitas-universitas top Belanda bisa dijadikan sebagai alternatif bagi kita untuk menimba ilmu yang tinggi dan mendalam. Dalam hal ini adalah matematika.

Jika tadi kita membicarakan orang-orang Indonesia yang merantau hingga ke negeri Holland untuk belajar matematika, maka sekarang kita akan melihat para pujangga matematika yang mereka miliki. Hal ini tentu sangat berkaitan sekali mengingat kita tidak bisa mengklaim suatu negara maju disuatu bidang ilmu pengetahuan sedang mereka tidak memiliki stok yang melimpah bagi para penggeraknya.

Sama seperti Amerika dan negara-negara Eropa lain semisal: Yunani, Perancis, Jerman dan Itali, Belanda memiliki sederetan pakar matematika jempolan tingkat dunia. Mulai dari matematikawan sekaligus fisikawan lulusan Universitas Leiden, Hans Kristian Huygens yang hidup pada periode 1629-1695 M. Hingga Hans Freudenthal yang hidup pada periode 1905-1990 M yang merupakan penggagas RME (Realistic Mathematic Education) dan merupakan pendiri Freudenthal Institute. Disamping kedua orang tersebut, Belanda masih memiliki banyak matematikawan gaek yang lain seperti: Jacobus Hendricus Van Lint, Willebrord Snellius, Frederik Van Der Blij, Isaac Beeckman, Thomas Joannes Stieltjes, Luitzen Egbertus Jan Brouwer, Daniel Bernoulli, dan lain-lain.

Di atas telah sedikit disinggung mengenai RME (Realistic Mathematic Education) atau Pendidikan Matematika Realistik. RME ini merupakan inovasi teranyar buah karya bangsa Belanda yang saat ini banyak diadopsi oleh bangsa-bangsa lain di dunia seperti: Amerika Serikat, Afrika Selatan, Beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika Latin. RME dikembangkan oleh Hans Freudental pada tahun 1973 (sekitar 35-40 tahun yang lalu) yang merupakan suatu model baru dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis RME ini lebih menekankan pada pemberdayaan siswa. Artinya, guru tidak lagi memegang peran sentral dalam proses belajar mengajar dengan cara menjejali siswa dengan setumpuk materi. Akan tetapi dalam RME ini, pola tradisional seperti itu telah dihilangkan. Siswalah yang harus berperan aktif dalam memecahkan masalah. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang terus memberikan pengarahan serta terus mengayomi siswa didiknya. Sehingga terjadi suatu perubahan paradigma pembelajaran dari belajar menjadi mengajar disini.

Di Indonesia sendiri, RME telah diadaptasi menjadi suatu gerakan yang dinamakan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dengan sedikit penyesuaian dalam konteks ke-Indonesiaan: Budaya, Alam, Sistem Sosial, dan lain-lainnya. Terbentuknya PRMI di Indonesia merupakan sebuah upaya untuk mereformasi pendidikan matematika di Indonesia yang dimotori oleh Prof. RK Sembiring dkk.

Adapun sebagai upaya untuk terus memperdalam konsep RME ini, pemerintah melalui diknas telah mengirim belasan dosen dari universitas-universitas yang tersebar di seluruh Indonesia untuk belajar dari negeri asalnya, Belanda. Dan hingga sekarang, telah ada sekitar 500 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Indonesia. Tentu hal ini masih belum cukup sehingga masih perlu untuk terus dikembangkan dan disempurnakan.

Dari sekelumit uraian di atas, kita menyadari bahwa bangsa kita masih perlu belajar dari negar-negara maju seperti Belanda. Bolehlah kita pakai kalimat: “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Belanda” untuk memotivasi kita agar tak pernah ada kata puas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang setiap harinya. Jika bangsa kita tidak ingin terus tertinggal dan tergerus oleh arus zaman, sekaranglah saatnya untuk mengembangkan inovasi di setiap bidang. Dan sebagai langkah awalnya, memang kita harus belajar dari bangsa lain seperti bangsa Belanda yang sudah maju lebih dahulu. Jadi, kapan giliran anda belajar hingga ke negeri Belanda?

gan, tadi siang ane baru aja ujian geometri. sengaja ane ketik ulang buat agan-agan sekalian. kali aja ada yang tertarik dan tertantang untuk ngerjain. monggo dah, silakan kerjain. tapi perhatian buat yang gak suka. jangan muntah yach. huehuehue…

ini udah ane ubah bentuknya jadi pdf. langsung aja dipencet
Soal UTS Geometri Tadi Siang Gan

oh ya gan, tadi ada kejadian lucu pas lagi ujian. waktunya kan 100 menit. nah, pas waktu tinggal 45 menit, ucluk-ucluk ada temen ane yang baru dateng. sempet dimarahi juga ma pengawas ujian. malangnya, temen ane ini sama sekali gak dikasih tambahan waktu semenpun. fiuhhhh. kasian juga dech.

trus pas pulang, ane liat ada wajah-wajah yang tersenyum sumringah (pastilah rekan ane yang ini bisa ngerjain) dan ada juga yang gontai tertunduk lesu (yang ini yang patut diselidiki. ada apakah gerangan?).
ane sempet gabung juga dengan gengan “berandal” matematika. sebagian besar adalah yang tertunduk lesu tadi. termasuk juga ane. wkwkwkwk. ane liat, buat ngilangin stress, mereka langsung gonjrang-ganjreng maen gitar. asap rokok terkepul lewat hidung dan mulut. tentunya ini dilakukan diluar gedung. begitulah cara ngilangin stress sebagian sohib-sohib ane di matematik.

lagi nongkrong-nongkrong gitu, ane liat ada sepasang dosen ane (bener-bener suami istri yang ngajar di departemen ane) yang kebetulan lewat bersama anaknya (umuran anak SMA). “ah, benar-benar keluarga intelek”, gumam ane di dalam hati. gimana enggak gan, dosen ane yang suami istri itu, keduanya adalah lulusan universitas di Amerika untuk bidang yang sama, Matematika Komputasi. kalo inget pasangan dosen ane itu, ane jadi ketawa sendiri. bayangkan gan, mereka berdua dulu kuliah S1 di matematika UI. trus, yang ane tau mereka berdua sama-sama kuliah di Amerika ambil S3 untuk bidang yang sama. sama-sama menggondol gelar PhD. dan kini sama-sama ngajar di Matematika UI. duh-duh, benar-benar pasangan sejoli khan gan.
ane cuma mikir, betapa bangganya ya anaknya itu terlahir ke dunia ini dengan kedua orang tuanya adalah penggondol gelar PhD. jadi ngingetin ane dengan cerita yang ane dapet dari sebuah milis. yang mo baca, ceritanya cukup inspiratif lho, monggo dimari:

S3 Siapa Takut

ada satu lagi gan. pas ane pulang naek motor. ane kaget liat senior ane yang kebetulan udah lulus tapi masih sering maen ke departemen matematika. yang buat ane kaget adalah ane liat dia lagi nongkrong seorang diri di pinggir jalan yang mo ke arah perpus pusat dari MIPA. deket gedung dekanat FMIPA UI dan gedung rektorat UI. dia lagi tertunduk khusyu seorang diri di pinggir jalan di bawah pohon karet yang besar di pinggir jalan. pas ane tegor, dia belom nyadar. sejurus setelah beberapa detik, dia baru nyadar kalo yang manggil itu ane, juniornya dia. ane tanya, “kak, lagi ngapain”. awalnya jawabnya ga jelas gitu. tapi pas nyawanya dah terkumpul kembali, baru dia jawab: “lagi mikirin soal”. gubrakkkk…
emang dah, senior ane yang satu ini gila mikir. orangnya emang jenius. mungkin karena tadi, suka mikir kayak Albert Einstein. nah, buat agan-agan semua, yang mo jadi ahli matematika, keknya perlu dech memiliki kesukaan mikir kayak senior ane tadi. mau?

okeh gan, kita lanjutin yukz belajar Maple-nya. begini, kang maple ini ternyata tidak hanya bisa menggambarkan grafik dari sebuah persamaan (yang rumit sekalian) saja. lebih dari itu, kita bisa melihat hasil grafik yang ditampilkan oleh akang maple ini dengan lebih jelas. maksudnya, kita bisa melihat-lihat hasil grafiknya itu dari berbagai sisi. kalo misalkan grafiknya itu berada di dalam ruang, kita bisa melihatnya dari oktan (ada 8 oktan) manapun.

okelah, dari pada bingung, langsung aja yukz kita study kasus.
misalkan begini:
kita mo ngegambar sebuah grafik yang persamaannya sebagai berikut:

r = (1.3)^x*sin(y)

dengan domain daerahnya adalah:

r = 0,1..5

x = -1..2π

y = 0..π

ini gambar grafiknya: (dipencet kalo mo gede)

ini diliat dari sisi yang berbeda (diliat dari oktan berapa ya gan kira-kira?):

ini lagi:

gimana, lebih jelas khan, puas-puas?

Tags:

Total Kunjungan:

  • 659,178 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: