Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Pelangi 06’ Category

tulisan mengenai STRATEGI PKS MENGHADAPI PEMILU 2014 ini saya tulis untuk sekedar sharing-sharing dengan teman-teman saya di PELANGI 06 (Alumni-alumni FMIPA UI 06 yang aktif di Rohis MIPA yaitu Mushollah Izzatul Islam). enggak serius, cuma sekedar sedikit analisis saya melihat fenomena kecil yang terjadi di internet terkait Partai Keadilan Sejahtera. jadi mohon maaf kalau tulisannya kurang nancep di hati pembaca.

sekarang, coba agan n sis ketik PKS di google.co.id. apa yang keluar?? situs-situs seperti: pk-sejahtera.org/, beritapks.com/, http://www.pkspiyungan.org/, pkswatch.blogspot.com/, http://www.pks-jakarta.or.id/, http://www.pksbandung.org/, pks-jabar.org/, http://www.pks-sleman.org/, pks-jepang.org/ dan seterusnya dan seterusnya diisi oleh web-web atau blog-blog pks daerah dan mancan negara. sampe page 10 pun teman-teman masih akan melihat tak ada habisnya situs-situs atau blog-blog pks (di partai lain insyaAllah websitenya paling paling cuma satu dua). ini artinya apa? artinya bahwa PKS ingin “menyerang” indonesia lewat media internet (online). (bayangkan berapa orang indonesia yang bisa menyentuh internet di tahun 2014?!). bisa jadi mungkin karena inilah sarana yang paling murah meriah ketimbang beriklan di televisi, misalnya. bahkan ada tulisan yang menurut saya cukup menarik yang mengatakan bahwa tahun 2014 (saat pemilihan presiden) adalah era-nya politik 2.0. mau tau apa kamsudnya mending agan n sis sekalian baca di link berikut: http://lewatmulut.com/2011/11/era-politik-social-media/. disitu dikatakan bahwa media internet memegang peranan yang sangat besar terkait kemenangan yang diraih oleh obama menjadi presiden. bahkan obama pun dijuluki presiden sosial media. memang fb, twitter, linkdin, media sosial yang lain adalah bagian dari strategi yang membuat obama menang. tapi pusatnya ada di website pribadinya obama yang dihubungkan ke media-media tersebut. udah keliat donks salah satu manfaat dari website pribadi??

terlebih, kan pak Tiffatul Sembiring dan para pakar internet bilang, cara yang paling efektif untuk menghalau konten-konten negatif adalah dengan membuat sebanyak-banyaknya konten-konten positif. kita udah liat langkah itu diambil oleh PKS dengan membuat banyak sekali website dan blog. pasti dong konten-konten yang akan ditampilkan oleh situs-situs tersebut adalah konten-konten yang mengandung muatan positif!! terlebih misalnya, agan n sista di PELANGI 06 semuanya punya blog trus rajin nulis tentang apa saja yang baik-baik. toh udah turut menyumbang konten positif kan? belom lagi kalo mahasiswa-mahasiswa yang ada di seluruh indonesia berperan aktif dalam dunia perbloggingan. tak bisa dibayangkan akan banyak sekali konten-konten positif yang muncul. ada artikel, ada makalah, ada proposal, ada video-video ceramah, video-video kuliah, dan sebagainya dan sebagainya. tentu semua ini positif toh?

jadi, sapa yang mau buat blog dan berjanji konsisten untuk update dengan tulisan-tulisan sendiri cung kaki?

postingan kali ini sebenernya untuk memotivasi temen-temen ane di grup FB PELANGI 06. PELANGI 06 ini adalah sohib-sohib ane yang merupakan alumni-alumni FMIPA UI angkatan 06. tapi yang aktif di Mushollah Izzatul Islam FMIPA UI. sengaja ane kasih judul “GARA-GARA BANG SANI”. maksudnya, gara-gara sebelumnya ane posting “BANG SANI ABANG KITA” dan “BANG SANI PKS“, dan ternyata blog ane punya posisi yang cukup berwibawa di mata paman gugel, jadinya ane coba memotivasi sohib-sohib ane itu untuk buat blog juga. berikut kata-kata lecutannya:

agan n sista sekalian, ane mao sedikit share tentang kedahsyatan sebuah blog gratisan. bukan untuk ngebanggain blog ane lho. hihihi… baru semalem iseng-iseng ane tulis tentang bang sani di https://alymerenung.wordpress.com/, beneran cuma iseng-iseng doank. nulis yang ringan-ringan aja seputar bang sani. curhatan lah lebih tepatnya. tapi agan n sista sekalian bisa liat sekarang kalo blog ane udah punya posisi “gagah” di mata om gugel. mau bukti? nyok kita buktikan. silakan agan n sista sekalian ketik kata-kata berikut: “BANG SANI” atau “BANG SANI PKS” atau “BANG SANI JAKARTA” atau “BANG SANI ABANG KITA” atau “ANE DUKUNG BANG SANI“. insyaAllah dengan ijin Allah dan ijin paman gugel blog ane udah nangkring di page one atao paling jauh di page two / tri. berarti blog ane mampu toh bersaing dengan media-media online yang ada di internet indonesia? lantas apa untungnya? buset dah pake tanya apa untungnya. kalo mau tau apa untungnya, ya renungin aja sendiri. hehehe…
sekali lagi ini bukan untuk ngebangga-banggain (ashobiyah kata pak ustadz) blog ane. ane cuma pengin share ama temen-temen dan pengen ngajak untuk yang kesekian kalinya, nyok kita buat blog dari sekarang. kalo udah buat, tinggal komitmen untuk selalu update blog dengan tulisan-tulisan kita sendiri. insyaAllah bakal banyak manfaatnya. itung-itung kita latihan nulis. akur gak nih??? yang akur cung kaki? hihi

Oii, ikwah fillah sekalian yang berbahagia dan dirahmati Allah (amin). Kita buat buku baru nyok?? Kali ini bukunya kita persembahkan untuk “bocah-bocah” ADK MIPA UI. Perihal konten tulisan, gak usah ngebayangin yang muluk-muluk dulu. Yang sederhanan aja dulu. Gak usah ngebayangi sebuah buku seumpama “Renovasi Dakwah Kampus” karya Arya Sandi Yudha itu. Gak usah yang kayak gitu dulu. Kita orang-orang yang simpel dalam berpikir. Gak usah yang ngejelimet-ngejelimet dulu. Kita buat buku yang sederhana. Tapi kalo bisa meninggalkan banyak kesan di hati pembaca.

Buat buku gak susah kan yah ternyata? Buktinya, buku yang kita persembahkan pada saudariku, saudari kamu, saudari kita semua, Purwanita Jayanti, bisa kita rampungkan hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Nah tak menutup kemungkinan buku-buku setelah itu, mudah pula untuk kita ciptakan. Gak usah nunggu sampe ada yang walimahan lagi baru kita buat. Kalo sekarang emang bisa kita buat bareng-bareng, kenapa pilih waktu lebih lama? Tunggu apa lagi. Yuk kita buat. Hehehe…

Begini, ane pikir, adalah hal yang sederhana ketika ada sebuah buku dibuat oleh hanya satu orang. Kenapa? Karena di sana hanya ada satu kepala. Di sana hanya ada satu personal. Di sana hanya ada satu latar belakang dan pengalaman (meski mungkin seseorang itu bermacam-macam pengalamannya, tapi tetep aja dia hanya satu individu). Tapi hal yang jauh lebih menakjubkan, hal yang jauh lebih menggairahkan, hal yang jauh lebih mengesankan, adalah ketika kita menulis buku bareng-bareng. Tidak hanya ada satu kepala yang bercokol di sana, tapi belasan, puluhan atau bahkan ratusan kepala dengan berbagai macam latar belakangan dan pengalamannya masing-masing. Ada nilai-nilai ukhuwah yang ingin kita tanamkan di sana. Plus juga ada suatu hal yang ingin kita kabarkan pada dunia bahwa PELANGI muncul dalam kesejarahan umat manusia adalah untuk menghiasi keindahan langit dengan varian-variannya yang beragam namun tetap satu jua. Tetap satu visi: membawa masyarakat bumi pada kebahagiaan sejati di jalan-Nya. InsyaAllah.

Adapun perihal konten, ini yang ada di bayangan kepala ane sekarang:

  1. “Curhatan-curhatan” pengalaman kita yang sangat-sangat dan paling-paling berkesan selama menjadi Aktivis Dakwah Kampus khususnya di MIPA UI. Bisa berupa kepanitiaan yang pernah kita ikuti, bisa juga acara-acara yang pernah kita hadiri, atau rihlah-rihlah yang pernah kita lewati. Ceritain aja tuh asik-asiknya kayak gimana. Kalo perlu, ceritain juga sedih-sedihnya gimana. Pokoknya segala unek-unek yang ada di kepala dan batin teman-teman semua, tumpain aja di situ. Pasti akan jauh lebih meninggalkan goresan kesan baik untuk kita pun untuk pembaca.
  2. Sharing-sharing pengenalan medan dakwah kampus khususnya di MIPA (di jurusan kita masing-masing).
  3. Kasih tips-tips sukses dakwah agar aktivitas dakwah kita di kampus lebih “nampol” dan “menggigit”.
  4. Gimana caranya agar tetep bisa istiqomah jadi ADK di tengah guncangan badai yang terus menerus menderu menggempur sisi-sisi pedalaman kita baik sebagai aktivis ataupun sebagai mahasiswa?
  5. Kiat-kiat menyeimbangkan kuliah dengan dakwah. Artinya, kuliah jalan, dakwah juga jalan. Dan dua-dunya ok dari segi pencapaian (achievment).
  6. Manisnya ukhuwah. Ceritain aja gimana cara ngebentuk tim yang solid dan kompak, ukhuwah yang benar-benar terasa, dan lain sebagainya.
  7. AWAS!! ADA BAHAYA VIRUS MERAH JAMBU YANG SEDANG MENGINTAI. WASPADALAH!! WASPADALAH!!. (hahahaha).
  8. Optimalisasi syura. Gimana caranya?
  9. Saran-saran program yang harus difokuskan oleh ADK-ADK MIPA ke depannya.
  10. Kiat-kiat membangun komunikasi dengan ADKP (Aktivis Dakwah Kampus Permanen).
  11. Lain-lainnya lah pokoknya. Monggo yang mau nambain sendiri. Tambain aja sesuka hati. Hahahaha…

By The Way, kenapa kita harus menulisnya sekarang? Begini, tentu mewariskan pengalaman-pengalaman kita dalam bentuk tulisan pada adik-adik kita jauh lebih baik ketimbang tidak menuliskannya sama sekali. Kan gitu? Nah ane pikir, saat yang paling tepat untuk kita menuliskannya adalah saat ini juga. Sekarang ini juga coz memori-memori kita tentang segala kegiatan dan aktivitas kita sebagai ADK masih sedang “hot-hot” nya (hahahaha. af1). Ane takut kalo kita tidak menuliskannya sekarang, artinya menunggu hingga nanti-nanti (apa lagi kalo sudah nikah..upsss…), kenangan-kenangan yang penah teman-teman alami selama masa menjadi ADK sudah banyak yang terlupakan. Atau kalaupun tidak, ia sudah tidak hangat lagi. Sudah menjadi dingin. Jadi gak enak ketika kita menuliskannya. Sensasinya, baik untuk kita ataupun yang membaca, sudah tidak kena lagi. Bukankah nasi kurang terlalu enak dimakannya kalo sudah menjadi dingin?

Ane ngebayangin betapa hebatnya jika semua dari kita menyumbangkan tulisan-tulisan terbaiknya untuk proyek buku ini. Kan hampir semua dari kita (kecuali ane. ahahahahah) pernah menjadi petinggi-petinggi lembaga, mas’ul-mas’ul lajnah, pemimpin-pemimpin puncak suatu kepanitiaan, koordinator-koordinator acara baik untuk tingkat nasional ataupun internasional. Kan gitu kan? Nah ane ngebayangin betapa hebatnya tuh pengalaman jika berhasil kita abadikan dalam sebuah goresan pena yang untuk kemudian kita persembahkan untuk adik-adik kita tercinta di kampus. Ane aja yang bukan siapa-siapa di kampus berani tuh menuliskan/mewariskan sesuatu berupa tulisan untuk mereka (minimal tulisan untuk buku ini). Apalagi rekan-rekan sekalian yang sudah malang melintang makan asam garam dunia dakwah kampus selama lima tahun. Kan gitu?

Hilang sudah riuh riang kegaduhan itu. Negeri Pelangi kini kembali tenang dan damai. Tenang setenang buaya kala mengincar mangsa. Damai sedamai hidup di dalam surga. Seluruh penduduk yang berdomisili di sana, kini bahagia. Banyak senyum menguncup merekahkan layu dunia. Ada berita langit yang membuat hati mereka senang bukan alang kepalang. Adakah lagi berita yang membuat jiwa menjadi lebih bergairah bagi seorang bujang dan bujangwati ketimbang kabar berita tentang pernikahan sepasang anak manusia dari klan Adam dan Hawa? Terlebih spesialnya, berita yang sampai ke teling-telinga mereka adalah berita bahagia tentang perkawinan salah seorang penduduk mereka sendiri. Teman sejawat mereka sendiri. Teman sepermainan mereka sendiri. Teman seperjuangan mereka sendiri. Teman sepenasib mereka sendiri. Teman sekelahiran mereka sendiri. Teman sekena-kenanya teman mereka. Maka wajarlah mereka gembira. Kini mereka berpesta. Merayakan kebahagiaan dengan sesama. Menyunggingkan senyum pada semesta. Hingga tak ada lagi yang lebih bahagia di dunia ini ketimbang mereka, para kawula Pelangi, sahabat-sahabat Nidji.

Itu cuma sedikit prologo dari saya. Tulisan sederhana ini saya persembahkan untuk saudariku, saudari kamu, saudari kita semua, Purwanita Jayanti. Hahaha…

Sebelumnya saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena mungkin udah punya banyak dosa pada dirimu, Nita. Terlebih waktu kita sama-sama berjuang di MII kala dulu. Tak terhitung banyaknya dosa telah saya buat. Tak tertampung derai tangis yang terburai. Dan tak terbayang peluh kesah yang terurai. Hanya satu kata yang diri ini ingin ucap: maafkan untuk semua kesalahan-kesalahan tempo doeloe yang pernah tersemai. Sudi kiranya memaafkan? Biar terucap Alhamdulillah. Biar tenang hati ini menjalani hidup. Biar ada sesungging senyum terus tersemat di bibir kering ini.

Bulan ini adalah bulan bahagia untuk saudariku, saudari kamu, saudari kita semua, Purwanita Jayanti. Karena di bulan ini, status Nita berubah total. Dari seorang perawan ting-ting, berubah menjadi seorang Istri. Dari seorang diri, bentar lagi membelah jadi dua. Dari yang selalu menahan pandang pada semua ihwan, kini bebas memandang ihwannya sendiri (ups…). Dari yang tadinya melulu seorang diri bergulat dengan masalah, kini ada tempat untuk berbagi dan mencurah. Dari yang tadinya haram, menjadi halal. Ente pertamaxxx Nit untuk ahwatnya. Dirgahayu saya ucapkan. Salam jaya selalu. Seperti namamu: Jayanti. Hehehe…

Untuk mas Anggun Ardiyanto yang akan menjadi suami Nita, saya telah mengenal beliau sejak lama sewaktu saya tinggal di BTA beberapa tahun silam. Pertemuan kita kali pertama ya di sana, di BTA. Dan satu hal yang paling berkesan dari mas Ardi pada saya sejak saat itu adalah kelembutan perangainya, kehalusan tutur katanya, dan ketenangan jiwanya. Saya memang tidak banyak mengenal Nita, tapi buat saya, Nita dengan mas Anggun, ibarat dua kutub berbeda yang akan bisa saling lengkap melengkapi. Seperti pertemuan dua kutub negatif dan positif yang bisa mengalirkan arus listrik. Kutub jiwa seperti ini, InsyaAllah akan membawa kelanggengan bahtera rumah tangga. InsyaAllah.

Saya sangat menghormati beliau karena dari sikap beliau, sepertinya beliau sangat-sangat dewasa sekali. Meski lulusan universitas swasta, apalah arti kampus swasta negeri. Sama saja menurut saya. Yang penting adalah produknya. Yang penting adalah kemampuannya. Yang penting adalah kualitasnya. Mau dia dari negeri kek kalo emang kualitas dirinya kurang bagus, ya masih lebih mending lulusan swasta yang kualitas dirinya bagus. Kan gitu? Sama-sama kita ketahui pula, mas Ardi kan sudah bisa dibilang mapan yah? Beliau kan dulu pernah kerja di Bank Syariah Mandiri MIPA kan yah (jangan-jangan kalian ketemuannya di sini lagi? hahahaha). Sekarang dipindain kan ke cabang Margonda kalo gak salah yah? Nah yang terpenting kan sudah mapannya itu kan yah? Alhamdulillah mas Ardi bisa dibilang sudah mapan kan yah?

Tau tak kalau beliau ini adalah murabinya teman saya? Dan saya bisa menyimpulkan kalo yang nikah itu adalah Nita dengan mas Ardi salah satu klunya ya dari teman saya yang dibina mas Ardi itu. Temen saya itu bilang kalo murabinya mau nikah sekitar bulan Juni/Juli. Tapi dia tidak tahu ahwatnya itu siapa. Setelah itu coba saya selidiki lebih detail. Saya coba selidiki lewat interaksi-interaksi di grup pelangi dan kenyataan di lapangan. Biasanya, ahwat yang akan menikah itu adalah yang paling tak banyak cakap jika kasus pernikahannya diungkap-ungkap. Dan kenyataan di lapangan jauh lebih meyakinkan saya bahwa tidak mungkin ahwat yang akan menikah itu adalah ahwat yang belum lulus. Terlebih yang sedang bertempur dengan skripsinya. Pasti yang akan menikah itu adalah ahwat yang sudah lulus. Tak bisa ditawar-tawar lagi. Setelah melakukan tapa di gua kasur selama berhari-hari dan bermalam-malam, akhirnya saya yakin-seyakin yakinnya kalo yang akan nikah itu adalah Nita sebelum dia upload undangannya kemarin di milis. Bener kan akhirnya?. “Buaya” gitu, mau ditantangin. Hahaha…

Saya ucapkan selamat pada Nita. Dirgahayu. Jaya selalu Nit. Banyak sekali keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari menikah. Mulai dari nilai ibadahnya yang luar biasa hingga keuntungan-keuntungan ketika kita hidup bermasyarakat. InsyaAllah agama Nita telah sempurna dengan menikah ini. Tinggal menjaga keimanan kepada Allah Swt. aja yang harus terus dijaga dan dipupuk selalu. Lewat nikah ini, biasanya orang juga akan lebih cepat dewasanya ketimbang orang-orang yang belum menikah. Mungkin karena statusnya berubah dan tanggung jawab yang diemban juga jauh lebih besar dari melajang. Kalo Nita, belum menikah aja udah segitu dewasanya, apalagi setelah nikah? Manthabbb dah.

Kita semua berdoa pada Allah, semoga pernikahan Nita dengan Mas Anggun Ardiyanto ini berkah. Diridhai Allah Swt. Terus dinaungi rahmat-Nya. Tetep langgeng hingga akhir hayat. Dijadikan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Dikarunia banyak anak yang sahalih dan shalihah yang kelak akan meneruskan tongkat estafet bagi kejayaan umat ini. Semoga dengan adanya ikatan kuat ini, bisa memberikan banyak kebahagiaan buat Nita dan keluarga. Semoga cinta Nita pada mas Ardi dan cinta mas Ardi pada Nita tak akan pernah layu meski didera angin puyuh kehidupan, digoncang berbagai macam gelombang dan badai, digoda berbagai macam mara bahaya. Semoga cinta kalian terus mekar mengharumkan bumi dengan semerbaknya yang mewangi sepajang sejarah kehidupan kalian. Semoga dengan menikah ini, kehidupan kalian jadi jauh lebih produktif ketimbang saat melajang dulu. Semoga tetap bisa menjadi bagian dari pergerakan dakwah ini. Semoga segala kebaikan tetap tercurah pada kalian. InsyaAllah. Amin.

Bunga itu mekar kini
Karena telah ada yang menyirami
Biarkan cinta kan bersemi
Menyemai kisah yang kan abadi

Hidup ini sebentar saja
Tak ada yang membuatnya menjadi lama
Kecuali itu satu kalimat saja:
Hidup berdua untuk selamanya

Selamat duhai saudari
Kau beroleh surga duniawi
Semoga kelak tak pernah ada rasa tersakiti
Suatu saat dalam cerita hidup kalian ini

Berdoalah pada Sang Kuasa
Biar terus menghidupi asa
Karena dari sana engkau kan bahagia
Selamanya tak ada derita

Alhamdulillah, gua mau bersyukur sekarang. Gua punya temen-temen terbaik dalam hidup gua. Temen-temen terbaik gua ini adalah anak-anak rohis MIPA UI angkatan 06. Kebanyakan dari kita, meskipun sudah angkatan tua, tapi belom pada lulus. Teman harap maklum semua, ada alasan yang cukup logis sebenarnya yang melatari menapa kita belum lulus dan baru akan lulus di semester 10 ini. Satu hal yang paling melatarinya adalah: kesibukan organisasi. Sebenarnya gua dan kita semua ga ingin mencari kambing hitam untuk hal ini. Tapi nyatanya, hal inilah yang menjadi faktor kunci akan ketelatan kita untuk lulus. Hampir semua dari kita, dulunya adalah “petinggi-petinggi” organisasi kampus, mulai dari: ketua rohis MIPA, wakil ketua rohis MIPA, ketua BEM MIPA, wakil BEM MIPA, ketua HMD masing-masing jurusan, ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa/MPR-nya mahasiswa untuk tingkat fakultas), petinggi-petinggi di lembaga dakwah kampus tingkat UI (SALAM), BEM UI, hingga ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa/MPR-nya mahasiswa untuk tingkat universitas) UI.

Yang gua senang dari kesemuanya adalah agenda rutin kita –kalo bisa dibilang begitu- untuk futsalan. Biasanya kita mengagendakan setiap seminggu sekali untuk futsalan. Biasanya di malam Sabtu. Kalo sudah kumpul untuk futsalan, duh, bukan maen dah asiknya. Disana kita melebur jadi satu. Tertawa dan bercanda bareng. Gak pernah ada rasa gap antara satu dengan yang lainnya. Gak pernah ada rasa iri satu dengan yang lainnya (terkait dengan kesuksesan di kampus). Gak pernah ada rasa enggan satu dengan yang lain. Semuanya, satu sama lain, menjujung tinggi asas persaudaraan. Dan memang sangat terlihat rasa persaudaraan ini karena mungkin, berdasarkan tesis gua, kita sudah bekerja bersama-sama sejak awal masa kuliah kita dahulu di tahun 2006. Dan kini, ketika pensiun dari semua kegiatan, dan hanya tinggal menyelesaikan tugas akhir (skripsi), rasa persaudaraan itu kian kental. Bersatu kita padu, bercerai kita runtuh kalo kata pepatah.

Sebelumnya, perlu sedikit gua kenalin, kita menamai “komplotan” kita ini dengan sebutan PELANGI 06. Termasuk pula ahwatnya di dalam. Hanya saja, belakangan (tepatnya tadi malam sehabis maen putsal), kita punya julukan baru untuk anggota geng pria dengan sebutan PILUS (PelangI belum LuluS). Maklum lah, isu yang paling hangat yang menyeruak pada kesatuan kita ini adalah kelulusan. Dan untuk kelulusan ini, satu makhluk yang akan menjadi partner tanding kita adalah SKRIPSI. Teman camkan itu baik-baik: S K R I P S I. Dua makhluk inilah (lulus dan skripsi) yang selalu menjadi percandaan hangat di antara kita. Kita senang meski bisa dibilang lulusnya agak telat sedikit, tapi kita bisa lulus (insyaAllah) bareng-bareng. Dan yang paling membuat kita bahagia adalah ketika membayangkan bahwa kita akan lulus sama-sama semester 10 ini. Bertogaan bareng di balairung UI, tertawa dan bercanda mengingat masa lalu yang penuh dengan kenangan, berfoto ria sambil menyunggingkan senyum dan berkata pada dunia:

Pelangi, kami akan selalu bersama. Layaknya pelangi di angkasa, kami akan memberikan warna pada dunia. Tidak untuk Indonesia, tapi untuk dunia. Kami ingin datang untuk memberikan secercah harapan bagi bangsa ini dan bagi kemanusiaan. Kami adalah bagian yang terlahir untuk menyempurnakan langit dunia, karena dengan Pelangi, langit indah tak terperi. Karena dengan Pelangi, hujan badai terasa lengkap untuk dimaknai sebagai sebuah kehidupan milik-Nya. Kami, Pelangi, ingin ada untuk dunia. Yah, kami ingin ada untuk semesta.

Ah, semuanya begitu cepat berlalu…


Total Kunjungan:

  • 659,225 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: