Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Pilkada DKI 2012’ Category

  • Barusan baca majalah “Media Umat” milik #HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yg terbaru. Topik yg mereka bahas mengenai Freeport.
  • Tp ada satu berita di dlmnya yg berkaitan dgn Pilkada DKI Jakarta. #HTI
  • Dan “jengkelnya”, berita itu mengulas ttg PKS dan @hnurwahid(Bang Hidayat). Apa kata mereka di tulisan itu? #HTI
  • Judul tulisannya adl “Plin-Plan atau Malah Cari Aman?”. Isi ya “nyindir” @pksejahtera gitu. #HTI
  • Mereka mengatakan @pksejahtera ini inkonsisten, cari aman, dsbg. Intinya, sama lah dgn bullyan2 pihak2 lain yg tak senang dgn PKS. #HTI
  • Sebenernya itu hak mereka untuk nulis apa saja. Bukankah itu salah satu berkah Demokrasi? Ups, demokrasi, mereka gak setuju pasti. #HTI
  • Tapi kadang buat jengkel juga. Qt ini sama2 org Islam, dan punya tujuan yg sama. Yg beda hanya masalah manhaj (metode) dakwah saja. #HTI
  • Anda gerak di luar sistem karena Anda tak setuju dgn sistem Demokrasi. PKS gerak di dlm sistem karena qt ingin manfaatin demokrasi. #HTI
  • Qt yg di dalem ini siap menerima resiko apapun, termasuk cap kafir dan zalim yg Anda alamatkan itu. Anda yg di luar ngapain? #HTI
  • Biasanya org2 yg di luar sistem paling banyak energinya dihabiskan untuk mencerca, menghina, dan mencemooh pemimpin2 yg ada skrg.#HTI
  • Musuh kami bukan Anda (#HTI). Anda adl saudara kami. Musuh kami adl org kafir, zionis yahudi israel, dan org2 yg memerangi kami. #HTI
  • Oleh karena itu, selayaknya lah qt saling mendukung, kawan. Bukan malah ikut2an yg lain: ngebully, mencerca, mencemooh, dll. #HTI
  • Sy mau tanya, kl ada momen2 pilkada, pemilu, dsbg, suara Anda ke mana? Golput kan? #HTI
  • Skrg kl kasusnya kayak Pilkada Jakarta skrg ini gimana: yg masuk final malah Foke yg gagal dan Ahok yg kafir? #HTI
  • Kmrn yg jelas2 ada seorang ustadz gak Anda pilih. Dan lagi2, Anda hanya mengatakan: memilih pemimpin yg ada skrg adl haram. Gubrak. #HTI
  • Memang percuma berdebat panjang dgn Anda, gak bakal ketemu. Mungkin ketemunya nanti kl sudah tegaknya sistem islam di dunia ini.#HTI
  • Oleh karena itu, yuk saling berjuang. Caramu, caramu. Cara qt, cara qt. Jangan lg ngebully-bully qt. Okesip? #HTI. Was,,
Tags:
  • Setelah baca kultwitnya arya sandhiyudha, sy tambah yakin kl kubu@jokowi_do2 pake “m*n*y p*l*t*c*” di lapangan ->http://www.pkspiyungan.org/2012/09/cuma-jualan-citra-semua-orang-tahu-kau.html …
  • Jd tambah semangat untuk ungkap topeng yg selama ini ditutup-tutupi Jokowi cs lewat pencitraan medianya.
  • Tambahan lg, apa iya media mau sedemikian besar mengekspose sosok #jokowi ini tanpa adanya bayaran? Sy ragu.
  • Tiba2 sy merasa kasihan pd para “pengunyah” media yg katanya cerdas itu. Mereka bela mati2an #jokowi. Tp tak tau apa yg sebenarnya terjadi
  • Kasusnya mirip2 saat rakyat Indonesia mengelu2kan SBY waktu itu. Rakyat tertipu dgn pencitraan manisnya. Skrg apa yg terjadi? #jokowi
  • Seperti yg qt lihat saat ini: mayoritas rakyat tak puas dgn kinerja SBY. Siapa yg patut disalahkan? Kita sendiri lah. #jokowi
  • Sapa suruh gampang ketipu oleh “pencitraan” semu. Sekarang nyesel sendiri dah. Rasain. #jokowi
  • Mending gini deh, sebelom kite2 ini kena tipu lg sama makhluk bernama “pencitraan”, qt balikin logic qt. Alih2 milih pake perasaan.
  • Yuk sama2 kita katakan: “Buka dulu topengmu. Biar kulihat wajahmu”. #jokowi
  • segitu dulu ya kultwit singkat tentang #jokowi. ada baiknya tuips2 sekalian telaah kultwit2nya @triomacan2000. bnyk benarnya jg menurut sy
  • Twips, lg ikut buka puasa bareng nih di HidayatDidik Center. #BukberHDC
  • Pas banget saat ini Bang @hnurwahid memberikan sambutan. #BukberHDC
  • Bang @hnurwahid: berdasarkan data ICW, semua kandidat melakukan money politic, hanya no.4 (HidayatDidik) n no.5 yg tidak. #BukberHDC
  • “Qt tdk bs memaksa kehendak pd masy meski banyak hal baik yg qt tawarkan tk masy” #BukberHDC
  • “Tp sbg seorang muslim, tak ada kata berhenti bekerja dan berjuang” #BukberHDC
  • “Teruslah berjuang dan gapailah limpahan pahala atas kerja2 qt” #BukberHDC
  • Terakhir bg @hnurwahid menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungannya selama pilkada pd semua elemen masy #BukberHDC
  • Sekarang dilanjutkan sambutan dr KH. Luthfi Hasan Ishaq selaku Presiden PKS. #BukberHDC
  • Pak luthfi turut memuji ttg keteladanan Bang @hnurwahid#BukberHDC
  • “Apabila segala usaha telah dikerahkan, maka urusan hasil adl domainnya Allah” #BukberHDC
  • “Terkait dgn peta koalisi, qt masih melakukan riset sambil mendengarkan masukan2 dr setiap elemen” #BukberHDC
  • “Setidaknya ada 3 pilihan: ke no.1, no.2 atau tdk memberikan pd kedua-duanya. Masing2 ada sisi positif dan negatifnya” #BukberHDC
  • Hadirin memberikan aplaus yg meriah saat pilihan ke tiga dipaparkan oleh bapak Presiden..heehe #BukberHDC
  • “Apapun pilihan qt, qt akan tetap berjuang untuk membela umat kita” #BukberHDC
  • Demikian sedikit pidato dr KH. Luthfi Hasan Ishaq. Hehe #BukberHDC
  • Yg mau kasih masukan terkait pilihan koalisi, mungkin bs sampaikan ke sobat kita, cc @HidayatDidik. Hehe #BukberHDC
  • Time to do’a #BukberHDC
Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

JAKARTA (14/6) – KPK mengumumkan harta kekayaan enam pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Pengumuman itu dilakukan di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan Kuningan, Kamis (14/6/2012).

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Di antara semua kandidat, cagub nomor urut 5 Faisal Batubara (Faisal Basri), menempati posisi paling bawah dengan total kekayaan Rp4.136.226.211. Namun, bila dihitung secara kolektif, maka pasangan Hidayat-Didik menduduki posisi paling buncit, yakni dengan komulatif kekayaan sebesar Rp 19.937.783.408 dan US$ 15.842.

Jumlah itu terdiri dari harta kekayaan Hidayat yang disampaikannya justru lebih didominasi oleh harta istrinya. Total kekayaan Hidayat yang dihitung oleh LHKBN senilai Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030. Sementara total kekayaan Didik senilai Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.342.

Berikut adalah daftar kekayaan cagub dan cawagub DKI periode 2012-2017:

Fauzi Bowo per tanggal 14 Maret 2012 senilai Rp 59.389.281.068 dan US$ 325.000

Nachrowi Ramli per 30 Maret 2012 senilai Rp 15.784.271.234 dan US$ 30.003

Hendardji Soepandji per 12 April 2012 Rp 32.182.924.751 dan US$ 405.537

Ahmad Riza Patria per 29 Maret 2012 Rp 2.789.050.923

Joko Widodo per 31 Maret 2012 Rp 27.255.767.435 dan US$ 9.876

Basuki Tjahaja Purnama per 22 Maret 2012 Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030

Hidayat Nur Wahid per 28 Maret 2012 Rp 12.145.267.142 dan US$ 7.500

Didik Junaedi Rachbini per 22 Maret Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.324

Faisal Batubara per 12 Maret 2012 Rp 4.136.226.211

Biem Triani Benjamin per 12 Maret 2012 Rp 33.029.189.336

Alex Noerdin per 15 Maret 2012 Rp 19.694.375.836

Nono Sampono per 1 Maret 2012 Rp 13.712.659.591. ***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Jakarta (14/6) – Salah satu amanat Undang-undang Dasar (UUD) yang hingga kini belum terlaksana dengan baik adalah masalah pendidikan. Meski pemerintah berkomitmen mengalokasikan 20% dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan, namun nyatanya masih banyak warga yang belum bisa mengecap pendidikan layak.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, menegaskan jika dipercaya memimpin DKI Jakarta, dirinya siap untuk membebaskan biaya pendidikan, bukan hanya untuk sekolah negeri, namun juga swasta.

“Salah satu yang dibahas dalam UUD adalah tentang pendidikan seperti tercantum dalam pasal 31 ayat 1 dan 4. Atas dasar itulah, salah satu program unggulan saya jika terpilih menjadi gubernur adalah sekolah gratis baik negeri maupun swasta,” papar Hidayat.

Hal itu dikemukakan Hidayat saat memberi sambutan pada pembukaan seminar mengenai 4 Pilar Kebangsaan, yang merupakan bagian dari acara ulang tahun (milad) Pilgrim Moslem Boutique di Ruko Centre Pilgrim, Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (14/6).

Mantan Ketua MPR itu mengemukakan alasan mengapa sekolah swasta juga perlu digratiskan, sebab UUD tidak memisahkan hak siapa pun untuk mendapatkan pendidikan.

“Dalam membayar pajak, justru yang paling besar adalah pihak swasta. Jadi mengapa mereka harus dipisahkan,” ungkap calon gubernur nomor urut 4 tersebut.

Ditambahkan Hidayat, sebagai bangsa yang besar, Indonesia dibangun oleh kekuatan karakter yang berlandaskan pada empat pilar kebangsaan. Keempat pilar kebangsaan itu adalah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hidayat menyampaikan, penting untuk mengetahui dan memahami empat pilar kebangsaan tersebut. “Karena dengan mengetahui dan memahami keempat pilar itu, penghargaan dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia akan lebih tertanam,” pungkas Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/


Total Kunjungan:

  • 641,440 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: