Nur Ali Muchtar

Archive for the ‘Puisi’ Category

di luar sana, kulihat dunia penuh dengan kegaduhan
ada orang yang dizalimi
ada orang yang sedang menzalimi
kebenaran dan kezaliman saling bertempur untuk kuasai dunia
yang rakus kekuasaan menggilas kebenaran tanpa pandang bulu
segala cara ditempuh demi takhta dan kuasa
persetan dengan neraka
“surgaku, duniaku”

sejenak aku berpikir
berpikir dalam-dalam
gerangan apa yang terjadi dengan duniaku?

ahhh…biarlah…
biarlah semuanya terjadi
dalam pandang kita
dalam pandang manusia
semua kita tak tahu mana yang terbaik bagi kita dan dunia kita
karena skenario kehidupan ini adalah hak prerogatif Sang Kuasa di langit sana
dan akupun memilih untuk menikmati hidayah yang telah Ia beri sambil terus berdoa: semoga duniaku adil dan sejahtera

Milad PKS ke 14

Kawan, kuucapkan padamu: “SELAMAT MILAD YANG KE 14 YA”.
Usiamu terus beranjak dewasa.
Dan oleh karena itu, kontribusimu terus ditunggu Indonesia raya.
Kawan, teruslah bekerja untuk Indonesia.
Teruslah membangun bangsa ini agar kelak menjadi bangsa yang jaya.
Teruslah berkarya dengan amalan-amalan nyata.
Teruslah memperjuangkan Indonesia yang adil dan sejahtera.
Teruslah mencerdaskan bangsa ini dengan segenap cinta.
Teruslah mentarbiyah (mendidik) kaum muda agar mereka siap memimpin Indonesia dan dunia.
Teruslah beramal dengan segenap keihlasan agar engaku mendapat ridha Yang Maha Kuasa.
Teruslah menebarkan kedamaian bagi umat seluruh alam semesta.
Engkaulah soko guru dunia.
Kepemimpinanmu ditunggu umat manusia.
Jangan pernah mundur barang sehasta.
Kuatkan kesabaran dan teruslah belajar dengan semangat kesatria.
Semoga Allah meridhai langkah kakimu dan menerima segala amal ibadah yang engkau lakukan dan memasukkan kita semua ke dalam surga.
Amin.

Milad PKS ke-14

saat kerinduan bertalu kuat di kejauhan relung
saat keinginan tak henti-hentinya terpasung
saat kesunyian berubah menjadi kidung
saat jiwa terus menerus bersenandung
saat gairah meledak menggunung-gunung
dan saat doa terus terucap mengharap mestakung
tak ada daya dan upaya selain pasrah pada Yang Maha Agung

begiulah rindu. bahwa ia akan muncul setelah perpisahan yang cukup lama. membulan, bahkan menahun. atau, mungkin juga dalam bentuk yang lain. tak pernah bertemu, tapi energi setrumnya, seperti membius pesona raga dan jiwa, seluruhnya.

dan ketika rindu itu membuncah di dalam dada, seolah ada ledakan dahsyat di dalam jiwa. menggelegar. menampar-nampar ulu hati. bahkan terkadang, membuat daya ingat hilang bak orang gila di pinggir jalan.

hanya ada satu obat rindu: pertemuan. tapi, apalah daya. kekuatan hati terkalahkan oleh kenyataan lingkungan. atau, mungkin juga azam sudah kuat, tapi ada prioritas lain yang harus ditunaikan.

maka seperti itulah dampaknya: senewen, gila, semaput, menggelepar tak berdaya. “Rabbi… Rabbi… Rabbi… tolong hamba”, begitu jerit hatinya.

Tags: ,

mengaji
sejauh apapun jaraknya, kan kususuri
demi mengharap ridah Illahi
dan surga jannati

ayo kawan, mari kita mengaji
demi kebaikan diri
dan bangsa kita ini
karena dengan mengaji, hari-hari kita berasa indah bak taman surgawi

siapa yang ingin mengaji?
tolong cung tangan dan kaki?
yang gak pengen ngaji?
ke laut aja kaliii….

tau gak agan n aganwati…??
dengan mengaji, diri kita ini seperti ada yang menjagai
bahkan tiap hari
pabila kita barengi dengan komitmen kuat berbaur niat ikhlas di hati

lewat pengajian ini
kita punya teman sejiwa hati yang mau berbagi
kala senang pun duka liri
enak kan bisa curhat dari hati ke hati??

belom lagi kalo udah bicara murabbi
duhhh… seneng deh bisa ketemu sama guru yang satu ini
udah baeekkk hati, gak sombong dan suka berbagi
pokoknya,,, the best lah gak ada yang nandingi

so, masih pikir panjang untuk mengaji?
kalo gitu, plis baca baik-baik kalimat ini:
MENGAJI MEMANG BUKAN SEGALA-GALANYA, TAPI PERCAYA DECH, SEGALA-GALANYA ITU BISA BERMULA DARI MENGAJI

Kini, disaksikan ribuan malaikat dan seluruh penduduk bumi, dinaungi ridha Ilahi, terciptalah sebuah pembebasan yang hakiki, di muka bumi ini

Tak perlu lagi mengejar waktu
Tak perlu lagi gundah gulana
Pun tak perlu lagi penyesalan

Karena di balik semua itu

Ada pembebasan
Ada gairah
Dan ada banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik

Kau bisa bebas mencari rezki tanpa adanya tekanan
Kau bisa bebas berkelana menyaksikan segala keindahan dunia
Kau pun bisa bebas menentukan arah hidupmu

Ibarat telur yang telah dierami selama bertahun-tahun, waktunya menetas, kini tiba. Bahwa sang itik, sebentar lagi, akan bisa melihat dunia dan seisinya

Belenggu itu telah kabur, kini. Terhisap oleh sebuah kenyataan: BAHWA CINTA SEBELUM ADANYA PERNIKAHAN HANYALAH BULSHIT SEMATA. Bahwa ia, cinta yang katanya sehidup semati itu, mudah sekali dikalahkan oleh sang waktu, uang, kesabaran, ketampanan / kecantikan, dan realitas-realitas hidup yang ada

Selamat kawan
Engkau telah mendapatkan apa yang selama ini kau cari
Bersyukurlah bahwa Allah senyata-nyata telah memberikan yang terbaik untukmu
Karena hanya dengan bersyukur, semuanya kan terasa indah
Selamat
Selamat kawan

Tags:

Ada surga di sini/
Di rumahku/
Di bumi tempatku berpijak/
Yang dikirim oleh Tuhan/
Berupa butiran-butiran air yang ditumpahkan dari langit/
Di petang bolong sehabis Jumat/

Cukuplah ia membawa kesegaran dan kesejukan/
Asal jangan bertamu dalam jumlah yang besar/
Karena rumah Jakartaku ini tak akan mampu menampung air meski dalam jumlah sedikit/
Apalagi dalam jumlah besar/

Semoga Engkau memberi keberkahan bagi tempatku berpijak ya Tuhan/
Agar rakyat di sini makmur dan sejahtera/
Di dalam naungan keberimanan kepada-Mu/
Karena pada siapa lagi kami memohon selain kepada-Mu/
Amin/


Total Kunjungan:

  • 639,820 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: