Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Allah

dunia ini ada yang nyiptain. pun demikian dengan alam semesta, manusia dan segala isinya. tidak mungkin ada dengan sendirinya. dan jelas, yang nyiptain pasti punya kekuatan tak terbatas yang takkan mungkin bisa dibandingkan dengan makhluk-makhluk citaan-Nya. karena kita diciptakan oleh Sang Pencipta, maka Sang Pencipta ini berhak untuk menentukan aturan-aturan hidup berupa perintah-perintah dan larangan-larangan. dan seperti itulah logikanya bahwa yang diciptakan ini wajib mengikuti semua aturan-aturannya dengan patuh tanpa kecuali. wong kita udah diciptain. aturan-aturan itu sudah sempurna dan terangkum dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. barang siapa yang berpegang teguh denganya, Allah yang akan ngejamin bahwa kita akan selamat dunia akhirat. insya Allah.

jadi permulaannya adalah bahwa kita dan alam semesta ini diciptakan (ada yang menciptakan). lantas untuk apa manusia hidup di dunia ini? jawabannya adalah untuk ibadah pada-Nya (Az-Zahriyat 56). maka menjadi keharusan bagi kita untuk menjadikan segala aktivitas kita di dunia ini semata-mata ikhlas karena mengharap ridha Allah SWT beserta surga-Nya. tidak untuk mengharap yang lain-lain. supaya dihitung ibadah. tugas kita yang lain adalah menegakkan risalah agung-Nya yaitu agama Islam yang lurus dan hanif di muka bumi ini. maka menjadi kewajiban bagi kita untuk menegakkan agama pencipta kita. yang harus kita yakini sebagai orang beriman adalah bahwa hanya dengan risalah Islam lah dunia ini akan adil, damai, dan sejahtera. jadi, ibartanya, kita ini adalah wakil-wakil Allah atau tentara-tentara Allah atau prajurit-prajurit Allah di muka bumi yang siap melaksanakan apapun yang Ia perintahkan dan apapun yang Ia larang. termasuk juga menegakkan kalimatnya di muka bumi ini.

lantas timbul pertanyaan di hati orang-orang yang ragu: bukankah kita tidak boleh memaksakan kehendak kita, termasuk dalam beragama? maka katakan pada orang yang ragu itu: “kalian mau selamat dunia akhirat? islam lah jalannya. bukan yang lain-lain karena agama yang diridhai Allah hanyalah agama Islam (Ali Imran 19)”.

siapkah Anda wahai orang-orang beriman untuk memikul tanggung jawab mulia ini? sungguh, betapa mulianya Islam dan orang-orang beriman itu. dan sungguh, semulia-mulianya kehidupan adalah kehidupan yang dipimpin oleh orang-orang beriman.

lewat ini semua, kelak, di hari akhirat, kita bisa mempertanggungjawabkan segala apa yang telah kita kerjakan di dunia ini. dan kita selalu berharap bawah Allah akan memasukkan kita di surga tertinggi yang kekal nan abadi itu. inilah ujung dari kehidupan, dan inilah tempat yang menjadi terminal akhir bagi seluruh makhluk-makhluk-Nya.

Yuk kawan kita renungkan ayat berikut (Ayat Kursi):

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al Baqarah 255).

Kawan, jika Allah Maha Tau akan segala sesuatu, mengapakah kita masih mudah berbuat zalim. Baik terhadap diri kita sendiri pun orang lain. Bukankah penglihatan kita hanya sebatas yang tampak? Bukankah penglihatan Allah meliputi yang tampak dan tidak? Bisikan di dalam hati kita pun Ia tahu. Pengetahuan-Nya meliputi yang telah dan akan datang. Lalu mengapa kita bisa begitu leluasanya melakukan maksiat? Astaghfirullah.

Yuk kawan sama-sama kita belajar meyakini bahwa segala sesuatu yang telah Allah tetapkan adalah yang terbaik untuk kita. Agar tak ada keluh kesah dalam diri kita menjalani senda gurau dunia ini. Agar ikhlas hati kita menerima ketetapan-Nya. Berat memang. Tapi bukanlah hal yang mustahil untuk kita lakukan. Baiknya kita renungkan firman Allah berikut ini:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah 216).

Tags:

Total Kunjungan:

  • 659,175 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: