Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Dakwah

Iseng-iseng saya buatkan catatan materi “Memahami Dakwah dan Keutamaannya” yang akan saya sampaikan ke binaan-binaan saya di SMAN 13 Jakarta Utara. Mereka kelas tiga SMA sekarang. Mohon doa dari para pembaca sekalian agar Allah senantiasa memberikan hidayah utamanya pada saya dan binaan-binaan saya. Jzklh khairan katsir 🙂

Kenapa kita harus berdakwah?

“Nahnu Du’at Qabla Kulli Syai’in” (Kita adalah penyeru/dai sebelum menjadi apapun) –Syaikh Umar Tilmisani. Mursyid ‘Aam ke-3 IM-

Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa kita ini punya “profesi” sebagai seorang dai terlepas apapun pekerjaan atau aktivitas kita. Dan ini berlaku sampai kapanpun setelah kita Memahami Dakwah dan Keutamaannya.

Ikhwah fillah, mari kita lihat realitas masyarakat kita hari ini. Utamanya umat Islam. Pengangguran, kelaparan, pemerkosaan, pembunuhan, peperangan, pemurtadan,
tawuran, narkoba, tayangan-tayangan merusak, hutang negara yang setumpuk, korupsi, banjir, macet, dll.

Butuh orang-orang yang bisa memberikan telaga untuk kedamaian umat manusia. Dan orang itu adalah kita. Orang-orang yang telah terbina.

Dakwah harus dimulai dari diri kita sendiri. Dakwahi diri kita, keluarga kita, teman-teman kita, masyarakat kita. Biarlah Allah yang balas pahalanya.

Lantas, apa itu dakwah?
Menurut bahasa berasal dari kata “doa” yang berarti seru atau ajak
Menurut istilah berarti menyeru ataupun mengajak manusia untuk beriman dan beribadah kepada Allah SWT dengan melakukan perkara yang disuruh dan
meninggalkan laranganNya.

Dalam implementasi di kehidupan sehari-hari, kita kudu fleksibel dalam berdakwah. Dakwah harus sampai ke semua lapisan masyarakat, baik tua ataupun muda, kaya
ataupun miskin, pria ataupun wanita. Masing-masingnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda.

Pak Tiffatul Sembirin pernah bilang, “Yang harus kita sampaikan adalah: (1) Islam, (2) dakwah, dan baru (3) partai. Yang no. 3 hanya kendaraan untuk menyampaikan
yang no. 1 dan 2. Kalau yang no. 3 tidak dibicarakan, asal yang no. 1 dan 2 tersampaikan tak mengapa. Tapi kalau sebaliknya, tidak benar.”

Beberapa keutamaan dakwah?
1. Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)
Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf (12): 108).

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah mendakwahi (menyeru) kaumku malam dan siang. (Nuh (71): 5).

Cerita tentang dakwah Nabi Ibrahim kepada ayah dan kaumnya yang menyembah berhala terdapat dalam surat (Asy-Syuara (26): 69-82).

Cerita tentang dakwah Nabi Musa pada Fir’aun terdapat dalam surat (Az-Zukhruf (43): 46-47).

Cerita tentang dakwah Nabi Isa pada umatnya terdapat dalam surat (Az-Zukhruf (43): 63-64).

2. Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)
Kenapa? Karena esensi dari dakwah adalah menyeru manusia untuk taat pada Allah. Dan taat pada Allah adalah jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat (41): 33).

Sayyid Quthb rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Quran: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal shalih yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak
ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da’i kecuali menyampaikan. Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da’i kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran. Karena seorang da’i datang dan maju membawa kebaikan, sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi…” (Fi Zhilal Al-Quran 6/295).

3. Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim).
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad).
Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa: “Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu.”

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya  (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Berapakah jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini? Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan doa mereka semua!

Imam Tirmidzi setelah menyebutkan hadits tersebut juga mengutip ucapan Fudhail bin ‘Iyadh yang mengatakan:
“Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan (ilmunya) akan dipanggil sebagai orang besar (mulia) di kerajaan langit.”

4. Dakwah dapat menyelamatkan kita dari azab Allah swt (An-Najatu minal ‘Azab)
Tugas orang-orang beriman adalah berdakwah. Dan apabila dakwah telah disampaikan, maka terlepaslah tanggung jawabnya di hadapan Allah swt sehingga ia terhindar dari adzab Allah.

Dari Hudzaifah bin Yaman ra dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi, beliau berkata: hadits ini hasan).

5. Dakwah adalah Jalan Menuju Khairu Ummah (umat terbaik dan umat pilihan)
Rasulullah saw berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik sepanjang zaman dengan dakwah beliau. Dakwah secara umum dan pembinaan kader secara khusus adalah jalan satu-satunya menuju terbentuknya khairu ummah yang kita idam-idamkan. Rasulullah saw melakukan tarbiyah mencetak kader-kader dakwah di kalangan para sahabat beliau di rumah Arqam bin Abil Arqam ra, beliau juga mengutus Mush’ab bin Umair ra ke Madinah untuk membentuk basis dan cikal bakal masyarakat terbaik di Madinah (Anshar).

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran (3): 110).

Ayat lain tentang dakwah:

1. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali-Imran: 104)

Nah, ikhwah fillah sekalian, untuk bisa berdakwah, maka kita perlu bekal. Semakin banyak bekal yang kita miliki, semakin banyak yg bisa kita beri, semakin besar pula
kemungkinan dakwah kita berhasil.

Akan tetapi, dalam berdakwah, pegangan kita satu yaitu proses. Urusan hasil itu udah domainnya Allah. Yang harus kita lakukan hanyalah terus bekerja secara
maksimal disertai dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan menerima amal dakwah kita dan memberikan keberkahan pada
hidup kita. Aamiin 🙂

Setelah kita paham tentang dakwah dan keutamaannya, lantas apa yang harus kita lakukan?
1. Perbanyak bekal
2. Komitment dengan tarbiyah (liqo dll)
3. Mulailah membina
4. Jadilah pelopor kebaikan dimanapun kita berada: di rumah, sekolah, organisasi, masyarakat, dll
5. Ikhlaskan hasilnya pada Allah SWT

Sekian 🙂

alhamdulillah ada buku baru tentang biografinya pak menkominfo tiffatul sembiring, judulnya: SEPANJANG JALAN DAKWAH…siap ngeburu nih.. hehehe…
mudah-mudahan qiyadah-qiyadah (pemimpin-pemimpin) kita pada rajin nulis dan buat buku, biar kita bisa baca dan belajar dari pemikiran-pemikiran mereka… atau buku-buku yang ditulis orang lain tentang mereka juga gak apa-apa. semoga bisa ngikutin jejak2 dakwah mereka di bumi pertiwi indonesia dan dunia ini…
islam adalah rahmatallilalamin (rahmat semesta alam)… kita wajib meyakini itu dan harus pula mewujudkannya..
amerika dan eropa terbukti gagal memimpin dunia..dunia penuh dengan kekacau balauan dibawah kendali mereka..
bismillah…

kalo kader, kerja total untuk PKS, wajar toh?? tapi kalo simpatisan yang notabene belom ngaji, lantas kerjanya bener-bener total dan loyal banget amat sangat, aneh gak menurut man teman? saya pribadi juga bingung. tapi inilah yang lantas kemudian membuat saya penasaran dan coba cari tau, apa sebenarnya yang menyebabkan mereka-mereka itu mau kerja total di PKS? selidik punya selidik, tanya-tanya mas’ul-mas’ul yang dah lama berkiprah di dpra, dpc dan dpd, ternyata ini yang membuat mereka betah, nyaman, dan total di PKS: “silaturahim kita kenceng ke mereka. jangan antum kira kita cuma sekali dua kali ngunjungin mereka. udah sering akh. kita intens silaturahim ke mereka. dan ini akh, mereka-mereka itu -maksudnya para simpatisan-, sekarang pada jadi tokoh di lingkungan mereka. kenapa? karena kalo ada program-program atau proyek-proyek sosial dari kita, pasti yang kita libatkan mereka. kita pinjem rumah mereka. kita jadikan mereka penanggung jawab wilayah. kita tokohkan mereka. inilah yang membuat mereka dikenal aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat. dan inilah yang membuat mereka, para simpatisan itu, senang”.

lantas kemudian saya berpikir dan coba untuk mengaitkannya dengan ilmu psikologi bahwa yang namanya manusia, seberapapun miskin dan tidak mampunya mereka, pasti ada sebetik keinginan untuk membantu orang lain, jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam. semacam aktualisasi diri yang membuat mereka menjadi orang penting di lingkungan. dan inilah yang membuat mereka senang dengan kehadiran kita. karena kita datang ke sana untuk memberikan manfaat pada mereka dan pada siapapun orang yang ada di wilayah yang ingin kita dakwahi. karena sejatinya, dakwah di masyarakat, setidaknya minimal harus memenuhi dua hal berikut: bermanfaat buat mereka serta menarik untuk mereka. dan inilah yang memang menjadi salah satu tujuan utama dakwah kita: memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

jika kita tilik lebih jauh mengenai dakwah kita di masyarakat, bolehlah kita katakan bahwa dakwah kita ini adalah dakwah sosial. kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat adalah salah satu bentuk konkret kita untuk membantu dan memberikan manfaat pada mereka. yang kita lakukan adalah kerja-kerja nyata untuk memenuhi hajat hidup mereka. itulah mengapa dakwah ikhwah-ikhwah kita di mesir sangat diterima di tengah-tengah masyarakatnya. karena yang mereka berikan adalah senyata-nyatanya pemberian yaitu untuk memberikan solusi-solusi bagi permasalahan-permasalahan yang masyarakat hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

jika orang di luar sana bertanya, apa sih yang kalian-kalian kerjakan di masyarakat? jawabannya: oh banyak, banyak sekali. kita memberi mulai dari bidang kesehatan (membuat rumah sakit, puskesmas, sampai pengobatan-pengobatan geratis), pendidikan (mulai dari membuat tk, mi/sd, mts/smp, sma/ma, hingga pesantren dan universitas), pembinaan, membuat masjid, yayasan, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, ma’had-ma’had, lebaga tahfidz quran, penyuluhan, koran, surat kabar, selebaran-selebaran, buletin, pengumpul dan penyalur zakat, membuka lapangan pekerjaan, konsultasi, kajian-kajian keislaman, hingga pada pencerdasan-pencerdasan terkait masalah-masalah keagamaan, sosial dan politik. tentu segudang lagi proyek-proyek sosial yang kita garap untuk mereka. dan yang harus dicamkan di sini adalah: bahwa kita mengerjakan ini semua, insyaAllah murni karena kita mengharapkan ridha Allah saja. bukan, bukan sama sekali terkait dengan pencitraan seperti yang dituduh-tuduhkan orang di luar sana. pencitraan untuk memenangkan pemilu daerah ataupun pemilu presiden. buat orang-orang yang menuduh kita dengan hal tersebut, bolehlah kita katakan: jika memamang demikian yang kita kejar, sungguh kecillah diri kita ini. kita ini hadir di muka bumi untuk memberikan kedamaian bagi semesta. itulah agenda besar kita.

trus kenapa seolah-olah yang kita kejar adalah kemenangan-kemengangan dalam pilkada, pemilu, dan lain sebagainya? bukankan kemengan itu adalah salah satu jalan bagi kita untuk dapat memberikan manfaat yang jaaaauuuhhhh lebih besar bagi masyarakat? sombongkah kita mengatakan hal demikian? oh jelas tidak karena inilah memang yang menjadi tugas kita sebagai seorang muslim, bahwa risalah islam turun ke muka bumi ini adalah sebagai rahmatal lil alamin (rahmat bagi semesta alam). insyaAllah.

begitulah kerja-kerja kecil itu terangkai. kita tidak tau apakah hidayah itu sampai pada mereka. karena hidyah itu urusan Allah. yang harus kita lakukan adalah terus bekerja dan bekerja sambil terus berdoa, “berilah kami keistiqomahan di jalan ini ya Allah”. maka pemahaman akan visi dan misilah yang membuat kita mampu bertahan dalam sunyi yang panjang. yah, memang. ada gejolak di sana. ada gelombang di sana. ada arus di sana. yang besar, yang terus menerus membombardir keseluruhan jiwa raga dan menggerogoti sisi-sisi pedalaman kita.

maka seorang guru berkata: “jangan berlebih-lebihan dalam berdakwah. santai saja. semangatnya di atur. temponya disesuaikan. bayangkan kita ini sedang lari marathon. jalannya panjang. makanya kita harus bisa atur laju pernapasan kita. biar gak berenti di tengah jalan”. lantas sang guru menambahkan, “liqo yang rajin ya dekkk….”.

“kalau kita paham akan manhaj ini, dan memahami akan filosofi marathon dalam dakwah, kita akan menjadi orang yang paling coooollllll dibanding orang lain dari jamaah lain”, begitu kata guru yang lain.

seseorang dari mereka bertanya: “kak, pacaran boleh gak sich??”. saya tercenung sebentar, lantas berkata: “boleh gak yeahhhhh…hehehehe”. selanjutnya, saya tidak mengatakan bahwa pacaran itu tidak boleh, bahwa pacaran itu haram, bahwa kalian harus menjauhi itu yang namanya pacaran. saya tidak mau mengekang itu pada mereka saat ini. karena jelas, sangat-sangat beresiko. sekali lagi, sangat-sangat beresiko. maklum lah, mereka kan baru kelas satu dan baru mentoring. kalo saya larang mereka untuk pacaran saat ini, takutnya mereka malah mental dan gak mau mentoring-mentoring lagi. berabe toh??

alih-alih menjelaskan tentang hukum pacaran, saya malah menanyakan pada mereka satu-satu tentang gimana pendapat mereka mengenai pacaran. satu persatu dari mereka menjawab. ada yang bilang gak boleh karena mendekati zina. ada yang bilang haram. ada pula yang bilang, boleh kalo itu sifatnya positif dan gak boleh kalo sifatnya negatif. saya pun bertanya pada orang yang bersangkutan, maksudnya pacaran yang positif dan negatif itu gimana? “maksunnya gini kak. kan kita biasanya suka tuh dapet semangat dari doi. misal: jadi rajin belajar, ngebangunin tahajjud, ngigetin pr, dan lain sebagainya. kalo yang negatif itu, ya yang ngedeketin zina itu (pegangan tangan, ciuman, memandang dengan nafsu syahwat, jalan berduaan, dll)”. lantas saya bertanya lagi pada mereka, “pacaran jaman sekarang itu emang kayak gimana?”. dengan malu-malu, merekapun menjawab, “pacaran yang negatif itu kak, yang ngedeketin zina”. sampai di sini, saya tidak melanjutkan dan tidak menyimpulkan bahwa pacaran itu haram karena cenderung mendekati zina atau malah bahkan sudah berbuat zina. nah yang paling membuat saya bingung adalah saat mereka menanyakan hal ini: “kakak pacaran gak?”. *jleeebbbbb… bingung saya mau jawab apa. hehe

saya berpikiran, tahap awal yang harus saya bangun dengan mereka adalah kedekatan secara hati, emosi dan pikiran. adapun pelarangan-pelarangan dengan mengatakan pacaran itu tidak boleh, tidak dibenarkan dalam islam. atau jangan main band, dan lain sebagainya, benar-benar saya hindari saat ini. kebetulan minggu kemaren ada salah seorang dari mereka yang ijin gak ikut mentoring karena mau ngeband. tapi saya senang, karena sebelum ngeband, ia datang dulu menemui saya, setelah itu shalat ashar, baru kemudian ia berangkat dengan grup bandnya yang memang sudah terbentuk sejak kelas 3 smp.

saya justru senang saat mereka menanyakan pada saya apakah pacaran itu boleh atau tidak. karena itu berarti, sudah mulai ada sedikit “warning” di otak mereka dari mentoring yang biasa kita lakukan selama seminggu sekali. tidak pernah, sama sekali tidak pernah saya melarang mereka saat mereka melakukan ini, melakukan itu atau melakukan ono. yang saya lakukan adalah mencoba untuk menerangkan konsep-konsep islam berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, surga, neraka, kematian, konsep hidup sukses, al-qur’an, sunnah, hablum minallah, hablum minannas, beramal shalih, tujuan hidup dan lain-lainnya. saya mencoba untuk menjelaskan itu semua dengan sesering mungkin melibatkan mereka dengan diskusi. saya berpikiran, insyaAllah kalo mereka paham dengan hal-hal tersebut, akan dengan sendirinya mereka menjauhi segala sesuatu yang memang dilarang dalam agama.

dan yang membuat saya tercengang adalah ini: kita mulai mentoring biasanya jam3 sore, dan baru selesai biasanya pas isya. setelah shalat isya berjamaah, baru kita semua pulang ke “kandang” masing-masing. kita memang menyelingi selang waktu tersebut dengan belajar matematika. tapi itu bisanya setelah mentoring (di akhir-akhir). dan belajar matematikanya jauh lebih sedikit ketimbang mentoringnya. entahlah, saya pun dibuat terheran-heran oleh mereka. karena gini, mereka ini kan baru mentoring, tapi gairah “diskusinya” jelas-jelas hidup di dalam diri mereka. dan alhamdulillahnya, sayapun masih kuat untuk meladeni mereka hingga mereka sendiri yang bilang: “okeh kak sampe di sini dulu. udah malem”. atau kita baru berhenti saat penjaga sekolah memanggil kita seraya berkata: “ini gak pada pulang apa udah malem?”. biasanya dijawab oleh anak-anak dengan jawaban: “iya pak sebentar lagi. nanggung ini”.

saya hanya bisa berkata dalam hati: “ya Allah, hamba cinta mereka karena Engkau. berilah hidayah pada mereka. dan jadikan mereka merupakan orang-orang yang kelak memiliki komitmen yang kuat dengan dakwah dan tarbiyah. rahmati dan berkahilah kami semua. amin”.

kabar gembira semalem, akhirnya, remaja masjid deket rumah (remaja masjid jami nurul jannah), dibentuk kembali. seinget saya, sudah 9 (sembilan) tahun vakum yaitu pas saya kelas 3 (tiga) mts (setingkat smp). tentu saya senang, bahkan terharu. kenapa? buat saya, ini adalah kesempatan bagus untuk mensyiarkan islam di kampung saya plus menjadikan generasi-generasi muda kampung saya agar respek dengan agama mereka yaitu agama islam. karena saya meyakini, satu-satunya jalan keselamatan adalah ketika kita mau kembali pada ajaran islam yang lulus dan hanif serta mempraktekan dengan benar apa-apa yang ada di dalamnya. tentu tanpa memparsialkan islam dalam tataran prakteknya.

tapi tantangannya cukup berat. contoh, sewaktu pembentukan kembali remaja masjid yang digagas oleh ketua sementara pembangunan masjid (masjid kita lagi di renovasi yang konon membutuhkan dana hingga 6 miliar). awal-awal pembukaan saja, sewaktu memberikan motivasi pada sekitar 16 orang remaja, beliau bilang seperti ini: “orang-orang hebat yang ada di partai saya, partai yang warnanya kuning berlambangkan pohon beringin, mereka semua merintis karir berawal dari remaja masjid. ya kita sih kalo ada jabatan-jabatan nantinya, pasti akan kasih ke yang muda-muda. kita ini mah udah pada tua. buat kalian aja”. jleb.. saya tidak mau berkomentar lebih jauh. silakan teman-teman nilai sendiri.

belom lagi hal yang membuat saya tercengan bak orang bego ngeliat bidadari turun dari kayangan. ini lagi rapat nih di dalam masjid, seenak udelnya aja pada ngerokok ceplas ceplus udah kayak di warteg. dari ngerokoknya aja buat saya itu udah bermasalah, tambahan lagi ngerokok di dalam masjid, pas rapat pembentukan remaja masjid pula. astaghfirullah…

alih-alih membuka rapat dengan membaca ta’awudz dan basmalah, mereka malah membukanya dengan sama-sama menyulut sebatang rokok yang siap mengibarkan asap-asapnya sebagai panji pengibar semangat mereka untuk berdakwah. saya cuma bisa geleng-geleng kepala.

tapi, di atas kesemuanya itu, saya benar-benar bersyukur pada Allah SWT karena telah memberikan kesempatan pada saya dan teman-teman yang lainnya untuk menghidupkan kembali syiar islam di kampung saya. semoga ini menjadi amal bagi saya dan teman-teman remaja masjid yang lain yang mudah-mudahan nantinya bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak. amin

oh ya, melihat kondisi yang seperti itu, cukup tiga hal ini keinginan saya terhadap mereka:
1. remaja masjidnya pada rajin ke masjid. utamanya pas shalat lima waktu
2. gak ngerokok di dalam masjid kalo lagi rapat atau lagi kumpul-kumpul
3. ada minimal satu orang yang punya komitmen dengan tarbiyah

saya tidak mau mengawang-ngawang dulu melihat kenyataan, sang pawang merupakan kader salah satu partai sekuler yang sudah cukup exist di indonesia. dan kebanyakan remaja masjid yang ada, bergaulnya di lingkungan anak-anak muda yang hobinya: ngerokok, -maaf- minum, dll.

semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi langkah-langkah kita untuk menyemai peradaban islam di muka bumi-Nya. semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam berdakwah bagi agama-Nya. dan semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah-Nya pada kita semua. amin ya robal alamin.
mohon doanya ya kawan 😀

ada seorang teman, sma “jagoan”. kuliah pun masih “jagoan”. setelah lulus, kerja, punya gaji gede (karena gajinya lebih gede dibanding anak-anak fresh graduate yang laen), udah gak liqo. capenya lagi, pacaran. dinasehatin, eh dia malah bilang: “udah lah, sekarang gini, masing-masing urusan kita aja lah. gak usah ngurusin orang laen”.

lantas kemudian saya merenung, kenapa bisa begitu? apa yang menyebabkan sohib ini futur dari jalan dakwah. “dia udah enggak ngaji lagi akh”, tutur seorang teman yang laen. kemudian saya coba flash back ke belakang mengenang sohib yang semasa sma dan kuliah bisa dibilang “jagoan”. nih orang, ditimpa segala macam ujian dan cobaan dakwah, kuat deh dulu perasaan. tapi kenapa setelah lulus mudah sekali goyah.

oh iya, saya jadi teringat perkataan seorang guru: ujian terberat seorang aktivis itu bukan semasa ia sekolah atau kuliah, tapi justru setelah ia lulus (ujian berat sesungguhnya yang pertama) dan setelah ia menikah (ujian berat selanjutnya). apabila kedua ujian berat ini lulus, insyaAllah dia akan kuat dan tetap istiqomah menapaki jalan dakwah yang penuh onak dan duri ini.

kenapa sekolah dan kuliah belum bisa dijadikan barometer komitmen seseorang terhadap dakwah? jelas ini banyak faktornya. di sekolah dan kuliah kan segalanya serba teratur. antum di posisi ini. antum di posisi itu. dakwah kita sudah ada yang ngatur. jadi masih asik lah dakwah di kampus. palingan ujiannya ya kuliah itu sendiri. buat orang yang kuliahnya gak ada masalah, tentu dakwah di kampus memiliki kenikmatan yang luar biasa. di kampus juga masyarakatnya cenderung homogen. beda dengan masyarakat yang kita temukan setelah lulus kuliah. masyarakatnya cenderung heterogen. masa kuliah juga belom ada tuntutan pekerjaan (tuntutan maisyah/penghasilan). belom ada “gangguan-gangguan” dari istri dan anak-anak. belom juga dituntut oleh pihak keluarga dari orang tua dan mertua. semasa sekolah dan kuliah kan orang tua kita hanya membebankan kita akan satu hal: sekolah atau kuliah yang bener. setelah lulus?? beda kan??

mengenang sang sohib, saya jadi teringat perkataan alm ust Rahmat Abdullah: “manusia itu akan di uji di tempat terlemahnya dia”. sohib di atas, jelas telah diuji dengan pekerjaan (gaji gede). merembet hingga ke pacaran. entah nanti merembet lagi ke mana.

perihal menikah, biar lulus dari ujian suami/istri, seorang guru tak bosan-bosannya menasihati, “cari istri, kriteria utamanya antum harus liat dari tarbiyahnya. harus yang tarbiyahnya bener dan punya komitmen kuat dengan tarbiyah dan dakwah”. siap ustadz..hehehe…

ada lagi seorang teman yang curhat pada seorang guru, “bang, ane kangen ama dakwah semasa kuliah dulu. kayaknya jelas gitu kerjanya. setelah lulus, kok ane bingung yah mau kerja (dakwah) apa?”. sang guru hanya menasihati simpel, “muncul lah antum ke dpra tempat antum tinggal. insyaAllah banyak kerjaan di sana”. jlebbbb… dalem.

terakhir, mari kita berdoa pada Allah SWT semoga Ia menguatkan komitmen kita dengan dakwah ini. tentunya hingga akhir hayat. amin.

inilah yang membedakan dakwah kita dengan gerakan-gerakan dakwah yang lain:

“Islam adalah sebuah sistem universal yang lengkap dan mencakup seluruh aspek hidup dan kehidupan. Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan rakyat, akhlaq dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, usaha dan kekayaan, jihad dan dakwah, tentara dan pemikiran, sebagaimana Islam adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih” (Syaikh Hasan Al Banna).

jadi dakwah kita ini mecakup segala aspek kehidupan, termasuk dakwah siyasah (politik). nah parpol itu merupakan salah satu sarana dalam urusan politik. mestinya kita tidak anti dengan politik dan parpol, karena itu bagian dari dakwah kita. yang perlu dicamkan adalah: umat hanya akan bisa bangkit ketika tidak ada lagi parsialitas dalam hidup dan kehidupan kita. dan dakwah yang kita bawa inilah yang merangkum semuanya tanpa adanya pemisahan satu dengan yang lainnya.

yang setuju cung???

ya Allah, tebalkanlah kecintaan hamba pada jalan dakwah ini. buatlah diri hamba menjadi pemuda yang siap “bertempur” di medan dakwah apapun. tarbiahlah hamba dengan sebaik-baiknya tarbiah agar hamba siap menghadapi medan dakwah seberat apapun. semoga dakwah di jalan-Mu selalu menjadi prioritas utama dalam hidup ini. semoga Engkau menjadikan diri ini pribadi yang ikhlas dalam berdakwah di jalan-Mu. semoga tidak ada embel-embel apapun selain niat ikhlas untuk menggapai ridha, rahmat dan surga-Mu. semoga dunia menjadi kecil pada pandangan mata ini. dan semoga diri ini bisa meletakkan dunia hanya dalam genggaman tangan, bukan dalam hati. jadikan hamba pribadi yang membawa keoptimisan dan inspirasi hidup bagi sekeliling. mudahkanlah hamba “mencetak” materi agar bisa membiayai proyek-proyek besar dakwah ini. jika tidak, jadikan semua aset yang ada dalam diri ini berguna untuk seluas-luasnya masyarakat. amin.

Tags:

Total Kunjungan:

  • 659,178 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: