Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Didik J Rachbini

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

Coblos Nomor 4: Bang Hidayat+Bang Didik

JAKARTA (14/6) – KPK mengumumkan harta kekayaan enam pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Pengumuman itu dilakukan di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan Kuningan, Kamis (14/6/2012).

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Kekayaan Pasangan Hidayat-Didik Paling Sedikit Dibanding Calon Lain

Di antara semua kandidat, cagub nomor urut 5 Faisal Batubara (Faisal Basri), menempati posisi paling bawah dengan total kekayaan Rp4.136.226.211. Namun, bila dihitung secara kolektif, maka pasangan Hidayat-Didik menduduki posisi paling buncit, yakni dengan komulatif kekayaan sebesar Rp 19.937.783.408 dan US$ 15.842.

Jumlah itu terdiri dari harta kekayaan Hidayat yang disampaikannya justru lebih didominasi oleh harta istrinya. Total kekayaan Hidayat yang dihitung oleh LHKBN senilai Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030. Sementara total kekayaan Didik senilai Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.342.

Berikut adalah daftar kekayaan cagub dan cawagub DKI periode 2012-2017:

Fauzi Bowo per tanggal 14 Maret 2012 senilai Rp 59.389.281.068 dan US$ 325.000

Nachrowi Ramli per 30 Maret 2012 senilai Rp 15.784.271.234 dan US$ 30.003

Hendardji Soepandji per 12 April 2012 Rp 32.182.924.751 dan US$ 405.537

Ahmad Riza Patria per 29 Maret 2012 Rp 2.789.050.923

Joko Widodo per 31 Maret 2012 Rp 27.255.767.435 dan US$ 9.876

Basuki Tjahaja Purnama per 22 Maret 2012 Rp 12.458.296.063 dan US$ 5.030

Hidayat Nur Wahid per 28 Maret 2012 Rp 12.145.267.142 dan US$ 7.500

Didik Junaedi Rachbini per 22 Maret Rp 7.792.516.266 dan US$ 8.324

Faisal Batubara per 12 Maret 2012 Rp 4.136.226.211

Biem Triani Benjamin per 12 Maret 2012 Rp 33.029.189.336

Alex Noerdin per 15 Maret 2012 Rp 19.694.375.836

Nono Sampono per 1 Maret 2012 Rp 13.712.659.591. ***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Hidayat Siap Gratiskan Sekolah Negeri dan Swasta

Jakarta (14/6) – Salah satu amanat Undang-undang Dasar (UUD) yang hingga kini belum terlaksana dengan baik adalah masalah pendidikan. Meski pemerintah berkomitmen mengalokasikan 20% dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan, namun nyatanya masih banyak warga yang belum bisa mengecap pendidikan layak.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, menegaskan jika dipercaya memimpin DKI Jakarta, dirinya siap untuk membebaskan biaya pendidikan, bukan hanya untuk sekolah negeri, namun juga swasta.

“Salah satu yang dibahas dalam UUD adalah tentang pendidikan seperti tercantum dalam pasal 31 ayat 1 dan 4. Atas dasar itulah, salah satu program unggulan saya jika terpilih menjadi gubernur adalah sekolah gratis baik negeri maupun swasta,” papar Hidayat.

Hal itu dikemukakan Hidayat saat memberi sambutan pada pembukaan seminar mengenai 4 Pilar Kebangsaan, yang merupakan bagian dari acara ulang tahun (milad) Pilgrim Moslem Boutique di Ruko Centre Pilgrim, Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (14/6).

Mantan Ketua MPR itu mengemukakan alasan mengapa sekolah swasta juga perlu digratiskan, sebab UUD tidak memisahkan hak siapa pun untuk mendapatkan pendidikan.

“Dalam membayar pajak, justru yang paling besar adalah pihak swasta. Jadi mengapa mereka harus dipisahkan,” ungkap calon gubernur nomor urut 4 tersebut.

Ditambahkan Hidayat, sebagai bangsa yang besar, Indonesia dibangun oleh kekuatan karakter yang berlandaskan pada empat pilar kebangsaan. Keempat pilar kebangsaan itu adalah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hidayat menyampaikan, penting untuk mengetahui dan memahami empat pilar kebangsaan tersebut. “Karena dengan mengetahui dan memahami keempat pilar itu, penghargaan dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia akan lebih tertanam,” pungkas Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

Hidayat Nurwahid & Didik J Rachbini Nobar Belanda Vs Jerman Bareng Warga Kampung Melayu

JAKARTA (13/6) — Eforia Piala Eropa (EURO) 2012 terasa di mana-mana. Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini tidak mau ketinggalan merasakan eforia tersebut.

Dini hari ini, pasangan nomor urut 4 ini pun nonton bareng warga laga Belanda Vs Jerman di RT 016 RW 03 di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (14/6/2012).

Hidayat dan Didik tiba, Rabu (13/6) pukul 23.00 WIB. Kehadiran Hidayat-Didik ke tempat nobar cukup mengejutkan sekitar ratusan warga setempat. Sebabnya, tempat nobar mereka yang tepat di pinggir kali Ciliwung ternyata disinggahi calon gubernur.

Sebelum nobar, Mantan Ketua MPR RI ini  tidak lupa melapor ke ketua RT setempat terlebih dahulu.

“Kita kan tahu aturan. Indonesia kan negara hukum,” ujar Hidayat saat bertamu ke rumah ketua RT 016, Wawan Sarwani.

Wawan pun menyambut baik kehadiran Hidayat dan Didik di kediamannya.

“Tentu kami senang, Pak Hidayat dan Pak Didik berkenan nobar di sini sama warga. Kita juga bisa sekalian curhat tentang Jakarta,” kata Wawan yang disambut gelak tawa warga.

Warga RT 016 memang biasa menggelar acara nobar, apa lagi dengan adanya Piala Eropa. Bahkan warga setempat menyediakan tempat khusus nobar. Tempat yang berlokasi di pekarangan kosong warga yang bersampingan dengan kali ciliwung selalu ramai dikunjungi warga.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Pelantikan-Rumah-Relawan-01

Pelantikan-Rumah-Relawan-01

Pilkada DKI makin memanas, setiap calon terus mengadakan penggalangan dukungan masyarakat.
Pendukung Hidayat Nur Wahid yang tergabung dalam Relawan Hidayat menyelenggarakan gathering di posko pusat Relawan Hidayat.
Salah satu program Relawan Hidayat adalah menjadikan rumah mereka sebagai Rumah Relawan Hidayat.
Rumah ini akan menjadi posko pemenangan Hidayat-Didik yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta.
Sekitar 600 orang Relawan Hidayat, yang kebanyakan adalah Ibu Rumah Tangga,  mengucapkan ikrar pemenangan Hidayat di seluruh TPS dalam pilkada Jakarta. Antusiasme terlihat dari semangat para peserta yang mengucapkan deklarasi pemenangan Hidayat-Didik. Sebagian dari mereka tampak terharu dan menitikan air mata saat pembacaan doa.

Deklarasi RRH Untuk Memenangkan Hidayat+Didik Satu Putaran

Deklarasi RRH Untuk Memenangkan Hidayat+Didik Satu Putaran

Jakarta (13/6) – Sosok calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid dan Didik J. Rachbini, tak diragukan lagi kapasitasnya oleh berbagai kalangan. Karenanya, dukungan dari sejumlah kalangan pun terus mengalir ke pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hal itu tercermin saat lebih dari 1.000 relawan yang tergabung dalam Rumah Relawan Hidayat mengikuti deklarasi dukungan di Hidayat+Didik Center, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (13/6) sore. Ribuan relawan ini pun berkomitmen untuk memenangkan Hidayat-Didik dalam satu putaran pada Pemilukada DKI Jakarta, Juli mendatang.

Acara yang diikuti oleh berbagai kelompok, etnis, profesi, organisasi dan budaya ini mengusung tema “Bersama, Mari Menangkan TPS Kita”. “Ungkapan yang sangat menarik, tapi penuh makna,” puji cagub nomor urut 4 tersebut.

Menurut Hidayat, tema yang diusung relawan sangat penting untuk diaplikasikan. Dengan menang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), berarti memenangkan pemilukada.

Mantan Ketua MPR RI ini juga memuji komitmen dan kesediaan warga dari seluruh penjuru Jakarta ini menjadi relawan bagi pasangan Hidayat-Didik. Tokoh yang pernah memimpin PKS menjadi partai terbesar di DKI Jakarta ini pun mengajak relawan untuk berjuang bersama.

“Mari kita bekerja bersama, hadirkan Jakarta yang hebat, Jakarta yang bermartabat,” ajak Hidayat yang disambut teriakan kesanggupan dari ribuan relawan yang hadir.

Semangat para relawan pun semakin membara setelah mendengar orasi politik dari cagub yang terkenal dengan Batik Orange-nya itu. Salah seorang Relawan Rumah Hidayat yang merupakan Ketua Relawan Cinta Jakarta, Abas Basyumi, berkomitmen untuk memenangkan Hidayat-Didik dalam satu putaran.

“Kami siap mengantarkan Pak Hidayat ke Balai Kota (sebagai Gubernur Jakarta) dalam satu putaran,” pekik Abas yang disambut tepuk tangan riuh para relawan.

Acara yang dihibur sejumlah seniman jalanan ini terus mengundang minat warga Jakarta yang ingin tergabung menjadi Relawan Rumah Hidayat. Akibatnya, meski panitia sudah menyiapkan 2.000 kursi, namun banyak relawan yang terpaksa berdiri akibat membludaknya massa.

Acara ini ditutup dengan pelantikan 400 anggota Rumah Relawan Hidayat yang tersebar di berbagai penjuru Jakarta oleh Hidayat Nurwahid. “Insya Allah akan segera menyusul rumah-rumah relawan berikutnya. Kita tunggu saja,” pungkas Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Hidayat-Didik Menjadi Relawan Pengelola Sampah

Jakarta (13/6) – Sampah adalah permasalahan serius yang sering dipandang remeh oleh sebagian masyarakat. Padahal, sampah yang tidak diurus dengan baik, akan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sendiri.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini, Rabu (13/6) siang,  mendatangi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Rawasari, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Selain berdialog dengan pengelola TPST Rawasari, Hidayat-Didik juga menyempatkan untuk mencoba melakukan proses penyaringan sampah.

Bahkan, Hidayat-Didik menyatakan ketertarikannya menjadi duta lingkungan hidup dan bergabung menjadi relawan Indonesia Solid Waste Association (InSWA), selaku pengelola TPST Rawasari.

“Kami datang untuk mengetahui dan mempelajari bahwa sampah dapat difungsikan dengan lebih baik. Sebab, sampah adalah persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Hidayat.

Hidayat menilai upaya positif yang sudah dilakukan pengelola TPST Rawasari harus dilanjutkan. Calon gubernur nomor urut 4 itu pun memberi apresiasi dan penghargaan atas perjuangan pengelola TPST yang telah memperjuangkan apa yang mungkin tidak dilakukan oleh banyak orang.

Sementara Didik mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. “Nantinya, pengolahan sampah akan kita awali dari hulu, sehingga tidak hanya membebani bagian hilir. Untuk itu, diperlukan collective action,” ujar Didik.

Mengubah Sampah jadi Lebih Berguna

Ketua InSWA, Sri Bebassari, menjelaskan, pengolahan sampah terpadu ini membantu mengurangi pembuangan sampah ke TPA Bantar Gebang, Bekasi hingga 70%. “Kita upayakan yang dibawa ke Bantar Gebang hanya tersisa 30%,” ungkap Sri.

Pengolahan sampah dilakukan dengan mengubah sampah menjadi suatu yang bermanfaat, seperti menjadi pupuk kompos. Selain itu, InSWA juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk melahirkan kreativitas dengan membuat kerajinan dari bekas bungkus permen.

Wira, salah seorang warga yang telah menghasilkan banyak kerajianan dari bekas bungkus permen menjelaskan, mereka melakukan aktivitas tersebut sekaligus untuk mengisi waktu luang bagi ibu-ibu rumah tangga.

Berdirinya TPST Rawasari diawali adanya kerjasama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan pemerintah daerah dalam melakukan penelitian tentang sampah. Saat ini, pengolahan sampah di TPST Rawasari dikelola oleh InSWA.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/


Total Kunjungan:

  • 641,440 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Kenal Lebih Dekat di: