Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Hidayat Nur Wahid

Masyarakat Sumsel di Jakarta Alihkan Dukungan untuk Hidayat-Didik

Masyarakat Sumsel di Jakarta Alihkan Dukungan untuk Hidayat-Didik

JAKARTA (9/6)–Dukungan kepada pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini kembali datang dari masyarakat. Kali ini, masyarakat Sumatera Selatan yang tinggal di Jakarta tidak mau ketinggalan.

Lebih dari 500 perwakilan berbagai komunitas masyarakat Sumsel pagi-pagi telah memenuhi gedung Markas Pemenangan Hidayat+Didik  di jalan Warung Buncit 30, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2012). Kehadiran mereka untuk menyatakan dukungan terhadap pasangan Hidayat-Didik.

Deklarasi dukungan juga dihadiri anggota DPR RI Mustafa Kamal dari daerah pemilihan Sumsel 1 dan Bukhori Yusuf daerah pemilihan Sumsel 2.

“Pilihan Masyarakat Sumsel yang ada di Jakarta untuk mendukung Hidayat Nurwahid, tentu bukanlah tanpa alasan. Masyarakat tentu mengenal semua calon gubernur Jakarta, termasuk yang berasal dari Sumsel,” kata Mustafa.

Mustafa menerangkan bahwa hal tersebut adalah aspirasi masyarakat yang sampai kepada dirinya.

Sementara itu, Hidayat Nurwahid sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Sumsel yang ada di Jakarta, dan berharap semua ikut bergerak untuk beresin Jakarta.

Selama deklarasi ini, Hidayat mengenakan Tanjak, mahkota khas Kota Pempek tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih, ini tentu menggembirakan. Masyarakat Sumsel lebih pilih mendukung saya, padahal ada gubernurnya sendiri yang juga menjadi cagub Jakarta,” tutur Hidayat.***

sumber: http://hidayatdidik.net/

Try Out SNMPTN Bersama Bang Hidayat

Try Out SNMPTN Bersama Bang Hidayat

JAKARTA (9/6) – Hidayat Nurwahid meminta para remaja di DKI Jakarta  untuk bersungguh-sungguh dalam menempuah ujian masuk perguruan tinggi nasional yang akan digelar 12 Juni mendatang. Hal itu disampaikan Hidayat disela-sela Try Out Akbar Nasional di gelanggang Olah Raga Otista Jakarta Timur, Ahad (9/6/2012).

“Anak-anak semuanya mempunyai kesempatan besar untuk mengulangi kejayaan Jayakarta, kesempatan ini jangan disia-siakan, jangan dikacau-balaukan, jangan menjadi remaja galau. Jadikan tantangan ke depan membuat anda jadi percaya diri,” nasihat Hidayat di depan lebih kurang seribu peserta try out yang memadati GOR.

Ia juga meminta para remaja untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar segala cita-cita dan harapan tercapai. “Sangat penting apa yang kita lakukan agar semaksimal mungkin, dan berdoa kepada Allah SWT, dia akan membuka segala kesulitan menjadi mudah, dia akan menguatkan kita untuk bersabar dan terus belajar serta mengatasi segala masalah,” ujar Hidayat.

Hidayat mencontohkan perjuangan tokoh besar Fatahillah dalam mendirikan kota Jakarta melalui perjuangan panjang mengusir penjajah Portugis.

“Fatahilah  tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi sejarah besar, membuat kota hebat seperti jakarta, tapi dengan kesungguhan, kerja keras,  kepercayaan diri, berjuang dan berdoa  kepada Tuhan yang Maha Esa, jadilah dia sejarah yang hebat membuat ia menjadi Jayakarta, dan kita semua menjadi warganya,” paparnya panjang.

Terakhir, cagub DKI nomor urut 4 ini juga mendoakan agar para remaja tersebut sukses dalam menempuh ujian dan diterima di perguruan tinggi negeri yang mereka impikan.

Pada kesempatan itu, Laili Ismawati salah seorang peserta try out mengucapkan terimakasih kepada Hidayat yang telah memotivasi para remaja untuk bekerja keras mempersiapkan diri menempuh ujian. Ia juga berdoa agar Hidayat terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta.

“Terimakasih kepada Pak Hidayat yang telah bersedia datang. Mohon doa agar dengan  mengikuti try out di sini semoga akan menjadi jembatan atas apa yang kami cita-citakan.  Saya harap semoga dalam pemilihan gubernur nanti bapak bisa terpilih,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Fahri, pelajar  SMU 39 Jakarta. Ia memohon doa kepada Hidayat agar dirinya dan teman-teman bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Ia juga mendoakan Hidayat sukses dalam memimpin Jakarta.

“Terimakasih pak sudah hadir di sini dimana para pelajar kumpul untuk mempersiapkan diri dalam menempuh  UMPTN tanggal 12 Juni nanti. Mohon doanya pak semoga kami bisa diterima di perguruan tinggi favorit kami.  Semoga bapak bisa sukses ke depannya, dan kita sama-sama sukses,” harapnya.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Sarapan Bareng Warga Pejaten, Hidayat Ajak Hijaukan Jakarta

Sarapan Bareng Warga Pejaten, Hidayat Ajak Hijaukan Jakarta

JAKARTA (9/6) – Sabtu pagi menjadi hari yang menyenangkan bagi warga Pejaten Barat. Usai melaksanakan jalan pagi, mereka berkumpul di rumah salah seorang  warga di bilangan Pejaten Barat. Tidak kurang dari 300 warga  hadir untuk mengikuti makan bersama calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid.

Di sisi kiri rumah tersedia berbagai makanan menu sarapan pagi, mulai dari nasi uduk lengkap dengan ayam goreng, tempe dan tahu serta kerupuk. Tersedia pula lontong sayur hingga bubur ayam. Mereka langsung menyantap aneka sarapan pagi tersebut setibanya di lokasi acara.

Usai bersantap bersama para warga dan tokoh Pejaten Barat, Hidayat membagikan doorprize kepada para hadirin. Pada kesempatan itu Hidayat mengatakan bahwa banyak tradisi Jakarta yang hilang. Dulu, lanjut Hidayat, Pasar Minggu kayak dengan tanaman buah-buahan, tapi sekarang tidak lagi.

“Duren tiga tapi tidak ada pohon durian, Dukuh atas tapi atas tidak ada pohon dukuhnya, begitu juga di Gandaria sudah tidak ada  pohon gandarianya. Saya sendiri tinggal di Kemang tapi tidak pernah melihat ada pohon kemang,” papar Hidayat.

Karenanya Hidayat bertekad untuk mengembalikan kembali Jakarta menjadi Jakarta yang hijau dan indah.

“Burung-burung, kupu-kupu dan lebah akan kembali berterbangan di langit Jakarta,” harap Hidayat optimis.

Usai acara Hidayat mengunjungi pengobatan Gratis di Poltangan Pasar Minggu. Ratusan warga tampak tertib antri untuk mendapatkan pengobatan gratis. Mereka membawa kupon pengobatan dan sembako murah.

Pada kesempatan itu Hidayat mengatakan kesehatan adalah masalah krusial bagi warga Jakarta, karenanya ia bertekad untuk menghadirkan berobat  gratis di rumah sakit  bagi warga tidak mampu. “Warga yang susah jangan dibikin susah, harus dimudahkan hak-haknya, jangan dipimpong,” cetus Hidayat.

Ibu since, salah seorang warga di Pejaten Timur merasa bersyukur memperolah pengobatan gratis. Wanita tua yang datang bersama seorang anak dan tiga cucu orang yang masih kecil-kecil ini, berharap kegiatan semacam ini bisa terus diadakan.

“Anak saya demam jadi berobat. Ya lumayan, kan gratis. Tadi juga ikut jalan santai, badan jadi bergerak, jadi sehat,” ujarnya.

Ia juga senang bisa melihat calon gubernur secara langsung. “Baru kali ini lihat Pak Hidayat langsung.  Orangnya kayaknya baik ya,” selorohnya. ***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Pemimpin Sehat, Rakyat pun Sehat

Hidayat Pemimpin Sehat, Rakyat pun Sehat

Jakarta (9/6) – Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat. Falsafah ini diyakini betul oleh Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid. Menurutnya, jika seorang pemimpin sehat jiwa raganya, maka rakyatnya pun akan sehat.

Hal itu dikemukakan Hidayat saat melepas kegiatan jalan sehat di Lapangan Doyok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6) pagi. Acara jalan sehat ini diikuti ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Hidayat, kegiatan jalan sehat merupakan salah satu bentuk semangat warga Jakarta dalam mengawali hari. Jalan sehat dapat memberikan semangat bagi diri sendiri, keluarga dan juga bagi pemimpin Jakarta.

“Bila pemimpinnya sehat maka bisa menyehatkan warganya. lni sangat bagus bagi warga Jakarta. Masak Jakarta yang merupakan ibukota negara, warganya males-malesan,” ujar calon gubernur nomor urut 4 ini.

Suasana Lapangan Doyok, Pasar Minggu, tampak semarak. Tidak hanya orang dewasa, para remaja hingga anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan jalan sehat. Mereka mengenakan kaos berwarna oranye dengan kombinasi putih bergambar Hidayat-Didik.

Sementara di atas panggung, panitia berusaha membakar semangat para peserta, dengan meneriakkan yel-yel dukungan kepada Hidayat. “Ikan gabus ikan sepat, yang paling bagus emang nomor 4,” teriak panitia lantang.

Usai menyampaikan sambutan, Hidayat langsung melepas para peserta jalan sehat yang akan berkeliling Kecamatan Pasar Minggu. “Dengan membaca Bismillah, saya buka acara jalan sehat Kecamatan Pasar Minggu,” ucap mantan ketua MPR RI ini.

Acara jalan sehat ini mendapat respon positif dari para peserta. Salah satunya, Kartini (50 tahun), warga Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Ia mengaku senang bisa ikut jalan sehat. Bahkan Kartini rela tidak berjualan nasi uduk demi mengikuti kegiatan tersebut.

“Senang sekali bisa ikut, saya sampai libur dagang biar bisa ikut acara ini. Terus terang saya mau lihat Pak Hidayat. Selama ini kan cuma lihat di televisi saja, sama di jalan-jalan ada gambarnya. Orangnya gagah gitu ya. Saya doakan semoga berhasil deh jadi gubernur,” ujarnya sambil tersenyum.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Pengurus PKS Tingkat Kelurahan se-Jakarta Bertekad Menangkan Hidayat-Didik

Pengurus PKS Tingkat Kelurahan se-Jakarta Bertekad Menangkan Hidayat-Didik

Jakarta –  Sekitar lima ratusan kader yang menjadi dewan pengurus ranting Partai Keadilan Sejahtera, hadir dalam konsolidasi pemenangan pasangan calon gubernur DKI Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini.

Dewan Pengurus Ranting (DPRa) merupakan ujung tombak partai yang paling dekat dengan masyarakat di tingkat kelurahan. DPRa PKS telah menjangkau seluruh 267 kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Bahkan saat ini, jangkauan PKS juga telah menyentuh hingga ke RW dengan dibentuknya Kordinator RW (Korwe).

Dalam agenda tersebut hadir presiden Partai Keadilan Sejahtera, Ustad Luthfi Hasan Ishaaq. Dalam orasinya, Luthfi menyampaikan bahwa kekuatan dari PKS bukan terletak pada ketokohan, melainkan pada solidnya kekuatan kader.

“PKS tidak besar dikarenakan satu atau dua tokoh yang berpengaruh, tapi PKS menjadi besar karena memiliki kekuatan kader,” ungkap Luthfi di markas pemenangan Hidayat+Didik, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (8/6/2012).

Ia juga menambahkan bahwa selama ini, PKS dikenal dengan keunggulannya yang memiliki kader setia, militan dan berjuang tanpa pamrih. Satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh partai maupun kandidat lain.

“Partai lain boleh membanggakan kekuatan finansial, sementara PKS punya kader dengan keikhlasannya yang tidak dapat dinilai dengan rupiah,” tambah  Luthfi.

Sebagian masyarakat masih merasa heran dengan “massive” nya gerakan sosialisasi setiap calon dari PKS. Kecurigaan bahwa PKS disokong dana kuat pun menguak. Padahal, justru kader yang memberikan infaq bukan dibayar.

Sementara itu, Hidayat Nur Wahid, calon gubernur yang diusung PKS dalam pilkada DKI kali ini menyampaikan bahwa perjuangan dakwah sudah jauh. Tiada alasan untuk mundur.

“Kita sudah sama-sama jauh berjuang, sehingga tak ada alasan lain selain untuk terus maju,” tutur Hidayat.***

sumber: http://www.hidayatdidik.net/

Hidayat Nur Wahid Gelar Tahlilan

Hidayat Nur Wahid Gelar Tahlilan

Jakarta (8/6) Meningkatnya suhu politik ibukota menjelang Pemilukada, Juli mendatang, ditandai dengan maraknya praktik kampanye hitam. Salah satu korbannya adalah calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid.

Setelah sempat dilarang menjadi khatib salat Jumat di Kepulauan Seribu dan relawannya sempat ditodong senjata, Kamis (7/6) kemarin, seorang warga memergoki petugas Dinas Sosial DKI Jakarta tengah berkampanye hitam menggunakan pengeras suara dengan menyebut “PKS anti Maulid, PKS anti Tahlil” di kawasan Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ironisnya, petugas tersebut datang dengan menggunakan mobil dinas bergambar Gubernur Fauzi Bowo.

Menanggapi berbagai bentuk tudingan miring, intimidasi hingga teror yang dialamatkan kepada diri dan relawannya, calon gubernur nomor urut 4 ini mengatakan, tidak akan membalas fitnah dengan fitnah, tapi akan direspon dengan perbuatan baik dan kerja nyata.

“Kita tidak akan membalas fitnah yang datang kepada kita dengan fitnah juga, melainkan akan kita buktikan dengan perbuatan. Kita doakan saja mereka yang membuat dan menyebarkan fitnah itu diberikan petunjuk oleh Allah agar dapat kembali ke jalan yang benar,” ungkap Hidayat dalam acara dzikir dan tahlil di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (8/6) pagi.

Mantan Presiden PKS ini menyayangkan berbagai fitnah yang selama ini beredar dengan menyebut PKS anti Maulid. Bila dirinya dipercaya warga Jakarta menjadi gubernur, Hidayat mengungkapkan, dirinya akan menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Balaikota.

“Saya tidak cocok jika dikatakan anti Maulid, sebab anti itu penggunannya untuk perempuan. Sementara, saya laki-laki. Kalau anti, harusnya anti maulidah,” kata Hidayat sambil berkelakar.

Nurjanah, warga Kelurahan Bangka, Kemang, sekaligus koordinator pengajian dzikir dan tahlil, mengaku kaget dengan isu yang menyebut Hidayat dan PKS anti Maulid.

“Jujur saya merasa kaget mendengar isu di masyarakat yang mengatakan Ustadz (Hidayat-red) anti Maulid, Ustadz anti Yasinan. Jelas-jelas di rumahnya aja banyak buku Surat Yasin,” ungkap Nurjanah.***

sumber: hidayatdidik.net

BANJIR-BUKIT-DURI-Hidayat Didik 4 Jakarta

BANJIR-BUKIT-DURI-Hidayat Didik 4 Jakarta

Salah satu problem serius yang dihadapi warga Jakarta setiap musim hujan adalah banjir. Meski sudah terjadi bertahun-tahun dan banyak memakan korban jiwa maupun harta, namun sepertinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum punya solusi jitu untuk mengatasi banjir.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid telah menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk mengatasi banjir di wilayah ibukota. Salah satunya dengan mengoptimalkan situ-situ yang ada di sekitar Jakarta.

Hal itu disampaikan cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut saat mengunjungi korban banjir kiriman di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Kepada Hidayat, warga mengeluhkan banjir yang datang bukan hanya saat Jakarta diguyur hujan deras, namun juga saat cuaca sedang cerah. “Ini namanya banjir kiriman,” kata Hidayat kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung tersebut.

Hidayat turut prihatin atas kondisi warga yang menjadi langganan banjir kiriman akibat luapan Sungai Ciliwung. Ia juga menuturkan, dirinya dan keluarga yang tinggal di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini juga menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Krukut.

Salah seorang warga korban banjir, Madamin mengungkapkan, banjir yang sering merendam kawasan Bukit Duri sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Sedangkan Gina, korban banjir lainnya berharap Hidayat terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta mendatang dan bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

“Jangan digusur ya pak dan airnya cepat dikeringkan,” ujar Gina kepada cagub nomor urut 4 tersebut.

Bangun Komunikasi

Hidayat juga menyesalkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang terkesan kurang tanggap dalam menangani dan mencegah banjir yang melanda warga Bukit Duri.

“Ini membuktikan belum adanya komunikasi yang baik antara pemprov (DKI) dengan pemerintah daerah tetangga seperti Depok, Bekasi, maupun dengan Pemprov Jawa Barat,” papar mantan ketua MPR tersebut.

Hidayat berjanji, jika dipercaya untuk memimpin Jakarta, ia akan langsung membangun komunikasi intensif dengan pemerintah kota Depok, Bekasi, dan juga Pemprov Jawa Barat untuk mencari solusi bersama mengatasi banjir kiriman yang kerap melanda warga Jakarta, terutama kawasan di bantaran Sungai Ciliwung.

“Kami akan bekerja optimal dan maksimal, dan kami yakin, banjir akan teratasi dengan cepat dan efektif.” pungkas Hidayat.***

sumber: hidayatdidik.net

BANJIR-BUKIT-DURI-Hidayat Didik 4 Jakarta

BANJIR-BUKIT-DURI-Hidayat Didik 4 Jakarta

Berbagai permasalahan Ibu Kota Jakarta yang tak kunjung terselesaikan membuat seorang Mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid terpanggil untuk ikut menghadirkan perubahan yang lebih baik atas kondisi Jakarta. Calon Gubernur nomor urut empat ini pun menginginkan perubahan, dimulai dari kepemimpinan.

Jakarte jangan gini-gini aje. Harus berubah jadi lebih baik, untuk kite-kite,” ungkap Hidayat saat dialog “Menuju Jakarta 1” di studio Berita Satu, Kamis (7/6).

Cagub Jakarta yang diusung PKS ini mengungkapkan semua permasalahan Ibu Kota harus diselesaikan bersama. Pemprov tentu harus punya program dan solusi, namun peran aktif warga sangat dibutuhkan.

“Oleh karena itu slogan kita ‘Ayo Beresin Jakarta’, kita mengajak semua pihak, semua elemen, untuk aktif bersama -sama beresin Jakarta. Agar Jakarte enggak gini-gini aje,” Terang Cagub yang berpasangan dengan Didik J Rachbini sebagai Cawagub nya.

Alumni Ponpes Gontor ini juga menerangkan bahwa PKS bukanlah partai kecil, sehingga keputusan partai yang mengutus dia untuk maju dalam pemilukada DKI Jakarta 2012 – 2017 tentu keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang. Dimasa kepemimpinannya di PKS, partai reformasi ini berhasil merebut dominasi di Jakarta.

Berbekal segudang pengalaman, Ia optimis mampu menyelesaikan berbagai permasalahan Jakarta dengan efektif dan cepat. “Saya pernah memimpin Partai yang cakupannya nasional bahkan internasional. Saya juga pernah memimpin lembaga tinggi negara (MPR).” Terang Hidayat.

sumber: hidayatdidik.net

Lomba Catur di Posko Relawan Hidayat Didik

Lomba Catur di Posko Relawan Hidayat Didik

Keterbatasan dana tidak membuat Relawan Hidayat mati gaya menghadapi pertarungan Pilkada DKI Jakarta. Mereka coba menyiasatinya dengan berbagai macam cara. Dan seketika, keluarlah ide-ide kreatif dengan cost yang relatif murah namun bisa menjaring banyak orang untuk berkumpul di setiap Posko Relawan Hidayat yang bertebaran di seantero Jakarta.

Berikut salah satu buktinya yaitu lomba catur yang diadakan di Posko Relawan Hidayat Sawah Besar. Acara ini diikuti oleh 32 peserta dari 50 orang peserta yang mendaftar. Ini belum termasuk penonton. Jika ditambah penonton dari kalangan tua, dewasa, remaja hingga anak-anak plus sorak sorainya, tentu akan lebih meriah lagi. Dan itu yang terjadi di Posko Relawan Hidayat Sawah Besar: MERIAH.

“Dikarenakan jumlah peserta yang membludak, lomba cantur ini terpaksa dibuat beberapa malem. Gak bakal cukup lah kalo cuma satu malem. Kita buat sampe 4 malem. Malem pertama diikuti 32 peserta. Malem kedua diikuti 16 peserta. Malem ketiga diikuti 8 peserta. Malem keempat diikuti 4 peserta. Kita kasih Rp.400.000,00 untuk juara satu, Rp.300.000,00 untuk juara dua, Rp.200.000,00 untuk juara tiga, dan Rp.100.000,00 untuk juara empat”, ujar Dudy Rusnaedy selaku koordinator Posko Relawan Sawah Besar saat diwawancarai tim socmed Relawan Hidayat.

Jakarta – Setelah masyarakat Betawi, Jawa, Sunda, Batak, Minang, Maluku dan Indonesia Timur, kini giliran jawara Banten yang mendeklarasikan dukungan untuk Hidayat-Didik.

Rabu (6/6) sejumlah tokoh Banten hadir dalam deklarasi dukungan bagi pasangan calon gubernur Hidayat-Didik. Mereka merupakan simpul masyarakat yang memiliki relasi dan kemapuan untuk mengembangkan jaringan untuk mendukung Hidayat-Didik.

Pak Jain, guru silat asal Banten menyimbolkan dukungannya untuk Hidayat dengan menyerahkan sebuah golok. Ia juga menyampaikan bahwa usia tak membatasi semangat. Dalam niat membereskan Jakarta jelas butuh semangat dan hal itu jelas ditampakkan oleh Pak Hidayat.

Dalam acara tersebut, turut hadir mantan menteri pertanian RI periode 2004-2009, Dr Anton Apriantono. Beliau menyampaikan bahwa dalam membangun Jakarta tak cukup hanya dengan membangun segi fisik, tapi juga mental.”Membangun Jakarta bukan sekadar persoalan pembagunan fisik, melainkan juga mental. Kalau pemimpin saja belum baik, jangan diharap rakyat akan mendapatkan keberkahan” ungkapnya.

KH Dr Jazuli Juwaini, anggota DPR RI asal Banten juga turut menambahkan, saat ini Jakarta sudah memiliki begitu banyak orang pintar dan mengaku ahli. Hanya saja, Permasalahannya adalah belum ada figur yang benar-benar mampu memimpin dan mengarahkan potensi tersebut.

Hidayat sendiri mengungkapkan antara Jakarta dan Banten memiliki keterkaitan yang kuat. Ibarat satu badan, bila Jakarta sakit, maka Banten juga akan turut merasakan dan begitu sebaliknya. Bila gubernur tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pimpinan yang lain, maka hanya akan mengecilkan jakarta itu sendiri

Kemudian Hidayat juga menyampaikan bahwa saat ini Jakarta masih mengalami ketertinggalan dengan kota besar di Negara lain seperti Kuala Lumpur atau Singapura. Sebagai kota yang diunggulkan, harusnya Jakarta lebih mampu menunjukkan kebesarannya. ***

sumber: hidayatdidik.net


Total Kunjungan:

  • 659,904 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: