Nur Ali Muchtar

Posts Tagged ‘Komitmen

ada seorang teman, sma “jagoan”. kuliah pun masih “jagoan”. setelah lulus, kerja, punya gaji gede (karena gajinya lebih gede dibanding anak-anak fresh graduate yang laen), udah gak liqo. capenya lagi, pacaran. dinasehatin, eh dia malah bilang: “udah lah, sekarang gini, masing-masing urusan kita aja lah. gak usah ngurusin orang laen”.

lantas kemudian saya merenung, kenapa bisa begitu? apa yang menyebabkan sohib ini futur dari jalan dakwah. “dia udah enggak ngaji lagi akh”, tutur seorang teman yang laen. kemudian saya coba flash back ke belakang mengenang sohib yang semasa sma dan kuliah bisa dibilang “jagoan”. nih orang, ditimpa segala macam ujian dan cobaan dakwah, kuat deh dulu perasaan. tapi kenapa setelah lulus mudah sekali goyah.

oh iya, saya jadi teringat perkataan seorang guru: ujian terberat seorang aktivis itu bukan semasa ia sekolah atau kuliah, tapi justru setelah ia lulus (ujian berat sesungguhnya yang pertama) dan setelah ia menikah (ujian berat selanjutnya). apabila kedua ujian berat ini lulus, insyaAllah dia akan kuat dan tetap istiqomah menapaki jalan dakwah yang penuh onak dan duri ini.

kenapa sekolah dan kuliah belum bisa dijadikan barometer komitmen seseorang terhadap dakwah? jelas ini banyak faktornya. di sekolah dan kuliah kan segalanya serba teratur. antum di posisi ini. antum di posisi itu. dakwah kita sudah ada yang ngatur. jadi masih asik lah dakwah di kampus. palingan ujiannya ya kuliah itu sendiri. buat orang yang kuliahnya gak ada masalah, tentu dakwah di kampus memiliki kenikmatan yang luar biasa. di kampus juga masyarakatnya cenderung homogen. beda dengan masyarakat yang kita temukan setelah lulus kuliah. masyarakatnya cenderung heterogen. masa kuliah juga belom ada tuntutan pekerjaan (tuntutan maisyah/penghasilan). belom ada “gangguan-gangguan” dari istri dan anak-anak. belom juga dituntut oleh pihak keluarga dari orang tua dan mertua. semasa sekolah dan kuliah kan orang tua kita hanya membebankan kita akan satu hal: sekolah atau kuliah yang bener. setelah lulus?? beda kan??

mengenang sang sohib, saya jadi teringat perkataan alm ust Rahmat Abdullah: “manusia itu akan di uji di tempat terlemahnya dia”. sohib di atas, jelas telah diuji dengan pekerjaan (gaji gede). merembet hingga ke pacaran. entah nanti merembet lagi ke mana.

perihal menikah, biar lulus dari ujian suami/istri, seorang guru tak bosan-bosannya menasihati, “cari istri, kriteria utamanya antum harus liat dari tarbiyahnya. harus yang tarbiyahnya bener dan punya komitmen kuat dengan tarbiyah dan dakwah”. siap ustadz..hehehe…

ada lagi seorang teman yang curhat pada seorang guru, “bang, ane kangen ama dakwah semasa kuliah dulu. kayaknya jelas gitu kerjanya. setelah lulus, kok ane bingung yah mau kerja (dakwah) apa?”. sang guru hanya menasihati simpel, “muncul lah antum ke dpra tempat antum tinggal. insyaAllah banyak kerjaan di sana”. jlebbbb… dalem.

terakhir, mari kita berdoa pada Allah SWT semoga Ia menguatkan komitmen kita dengan dakwah ini. tentunya hingga akhir hayat. amin.


Total Kunjungan:

  • 661,133 hits

Follow me on Twitter

Yang Lagi OL

PageRank

Komentar Terakhir:

ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Download Majalah Xcode Yogyafr…
Sharonda Teller on Download Majalah Xcode Yogyafr…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
Kata Mutiara Islami… on Selamat Milad (Ulang Tahun) Ya…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Halloo Dunia
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ on Daftar Situs Yang Menghina…

Kenal Lebih Dekat di: